Assalamualaikum, Tumblr dan @nulisyuk!
Rasanya sudah lama sekali. Terima kasih @nulisyuk yang telah memaksa saya untuk membersihkan debu-debu di Tumblr ini dan kembali untuk mengumpulkan semangat agar bisa produktif menulis lagi.
Sejujurnya, challenge ini sangat menantang karena seperti itulah ketika kebiasaan lama sudah ditinggalkan rasanya sulit sekali memulai kembali. Ternyata memang benar musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Melawan rasa malas itu benar-benar berat. Tertatih. Namun, saya berusaha untuk mulai merangkai satu kata menjadi satu kalimat. Satu kalimat menjadi satu paragraf. Satu paragraf menjadi sebuah teks yang utuh.
Challenge dari @nulisyuk ini menginstruksikan untuk membuat tulisan yang berhubungan dengan menulis. Sampai saat mengetik ini pun, saya masih bingung ingin menuliskan tentang apa. Namun, saya selalu teringat pesan para penulis terkenal, yaitu tuliskan saja dulu semua yang ada di kepalamu.
So, here it is. Ready? Steady? Go!!!
Terdiri dari dua bagian, yaitu kata dasar tulis yang ditambahkan prefiks me-. Menurut KBBI, menulis memiliki beberapa arti. Dua di antaranya, yaitu (1) membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); (2) melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Jika diperhatikan arti kata menulis yang pertama bahwa menulis adalah membuat huruf dengan pena. Makna ini tentu sangat sempit karena saat ini orang lebih sering menulis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, misalnya seperti saat ini saya menulis di blog. Sedangkan makna menulis yang kedua lebih menitikberatkan pada hasil dari tulisan itu sendiri karena menulis merupakan proses berpikir dan proses menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan.
Sebagai seorang guru bahasa Indonesia, saya dituntut harus menguasai dan mengajarkan empat keterampilan berbahasa kepada siswa-siswa saya. Empat keterampilan tersebut, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan itu, keterampilan membaca dan menulis yang merupakan PR yang sangat berat bagi guru-guru saat ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh “Most Littered Nation In The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 dinyatakan bahwa minat membaca bangsa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Padahal keterampilan membaca sangat erat kaitannya dengan keterampilan menulis. Oleh karena itu, mengajarkan dua keterampilan ini di sekolah memang benar-benar membutuhkan strategi-strategi tertentu agar siswa-siswa bisa tertarik.
Menurut saya, salah satunya adalah dengan selalu memotivasi siswa dengan memperlihatkan kepada mereka manfaat yang dapat diperoleh ketika kita memiliki keterampilan membaca dan menulis yang baik. Biasanya di awal pembelajaran saya akan menayangkan sebuah video motivasi tentang penulis-penulis terkenal seperti penulis novel best seller Harry Potter ataupun Raditya Dika yang sukses menjual buku-bukunya dan sekarang sukses juga menjadi seorang youtuber. Saya selalu menekankan bahwa para penulis itu tidak mungkin dapat menghasilkan karya-karya yang luar biasa jika tidak rajin membaca. Membaca akan memperluas pengetahuan dan memperbanyak perbendaharaan kosakata agar kata-kata di dalam tulisan yang dihasilkan nantinya mampu menggunggah perasaan para pembaca.
Selain menayangkan sebuah video motivasi tentang penulis-penulis terkenal, saya juga berusaha selalu menghasilkan sebuah tulisan yang bisa dilihat dan dibaca oleh siswa saya melalui caption di instagram saya. Saya ingin mereka termotivasi karena melihat gurunya yang juga selalu berusaha untuk berkarya. Alhamdulillah, dipertemukan dengan @nulisyuk batch 29 dengan tema guru beberapa bulan lalu membuat saya bisa memiliki sebuah karya yang dibukukan. Ketika bukunya tiba, saya lalu memperlihatkan kepada siswa-siswa saya dan tak disangka mereka sangat antusias dengan buku tersebut. Mereka pun bergantian ingin meminjam dan membaca buku tersebut karena penasaran dengan tulisan saya. Saya juga tentuk sangat berbahagia.
Terakhir, kadang saya sering mengatakan kepada siswa saya bahwa jika ingin menjadi manusia yang bermanfaat, kita harus selalu berbagi. Jika tidak punya banyak materi, kita bisa berbagi ilmu. Jika tidak bisa mengajar, kita tentu bisa berbagi melalui tulisan. Selain itu, ketika memiliki karya, tentu dunia tidak akan melupakan kita. Ilmu bermanfaat yang kita tebarkan melalui tulisan akan terus mengalir pahalanya, meskipun kita tak lagi berada di dunia.
Sekali lagi bahwa melakukan hal-hal baik tentu tidaklah mudah. Begitupun dengan menyebar kebaikan melalui tulisan. Sulit. Namun, jika ingin kita bertekad kuat dan diiringi dengan niat yang tulus untuk menebar kebaikan tentu akan dimudahkan jalannya oleh Allah Swt. dijauhkan dari godaan mager-mageran dan membuat kita menjadi tidak produktif. Doakan saya yah, Tumblr people dan @nulisyuk agar saya bisa istiqamah untuk selalu bisa menulis. Setidaknya blog ini tidak berdebu ketika dikunjungi oleh orang lain :)