Terkadang, ada hal-hal di luar nalar yang membuatmu melupakan kewarasan
©cio
Alisa U Zemlji Chuda
Peter Solarz

pixel skylines
todays bird
No title available
almost home

Discoholic 🪩

Kaledo Art

Origami Around
d e v o n
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

No title available
Today's Document

shark vs the universe
dirt enthusiast
styofa doing anything
Claire Keane
Sade Olutola
seen from Italy
seen from Argentina
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Syria
@ochi0chio
Terkadang, ada hal-hal di luar nalar yang membuatmu melupakan kewarasan
©cio
Tertegun menatap, tapi tak hendak menetap
©cio
Merasa tak baik-baik saja tapi harus bersikap seolah semua baik-baik saja. Melelahkan, ya
©cio
All About Writting
Ini adalah challenge dari #nulisyuk. Diminta untuk menuliskan apapun tentang menulis. Rasanya permintaan yang bisa untuk dipenuhi. Dan disinilah, aku mulai untuk menuliskannya.
Seandainya kalau ditanya "Mengapa kamu ingin menulis?" jawabku hanya sederhana, karena ada hal yang tak mampu ku ucapkan, dan hanya bisa tersampaikan lewat tulisan. Tak semua hal bisa langsung dikatakan, bukan?
Dan manfaat menulis bagi saya sendiri adalah semacam penyaluran kosakata. Karena saya termasuk jarang berbicara meskipun sudah berinteraksi dengan orang lain, sedangkan wanita itu tipikal yang "banyak omong" kan, nah dengan tulisanlah saya menyalurkan kosakata yang tak terucapkan itu. Selain itu, menulis bagi saya merupakan salah satu metode "self healing" penyembuhan diri sendiri.
Untuk hal-hal yang terjadi menyesakkan hati, tapi tidak bisa diutarakan atau dibagi dengan yang mengasihi,maka dengan tulisanlah saya melepaskan sasak dalam jiwa. Tak perlu orang untuk mendengarkan.
Pada dasarnya saya termasuk orang yang menyukai kata-kata indah. Namun, ketika mencoba untuk menuliskannya, rasanya tak seperti apa yang saya baca. "loh, kok kayak gini sih?". Akhirnya malas untuk mencoba lagi. Belum lagi kalau ada komentar dari teman yang bilang "galau mulu lo" dan itu langsung bikin mood menulis jadi ambyar.
Untuk bisa konsisten menulis, saya bergabung dengan komunitas menulis atau mengukuti challenge-challenge menulis. Hal ini bisa menjadi motivasi agar tetap menulis.
©cio
. . JUDGE WITH PREJUDICE . . Apa yang terpikir oleh mu setelah melihat gambar ini? . . Aku dapat gambar ini dari sebuah akun facebook saatsedang searching keterampilan untuk anak SD. . .Awalnya aku hanya berpikir apa yang akan terjadi pada dua orang ini. Well, mungkin sama-sama akan berakhir mengenaskan. Maybe. . . Tapi setelah membacanya, ah iya ada makna yang tersirat. . . Dimana dalam hidup, kita mempunyai beban dan kesakitan masing-masing, tanpa orang ketahui. Yang kita tahu hanya sakitnya kita,beratnya beban kita, dalamnya luka dalam hidup kita, tanpa kita tahu apa yang terjadi dengan orang lain. Sehingga dengan mudah nya kita menghakimi orang lain berdasarkan ketidaktahuan kita tadi. . . "Ya, elu mah enak, semuanya ada. Pingin ini pingin itu tinggal minta. Lah gue, apa-apa semua kudu diusahain sendiri" . . Sering kan kadang kita mendengar, dan atau malah mengatakan sendiri kata-kata yang menghakimi seperti itu. Padahal kan kita tidak tahu apa yang terjadi atau yang tengah dialami orang yang bersangkutan karena yang kita tahu hanya apa yang tengah kita derita. . . So, yang kita butuhkan adalah empati,bukan menghakimi. Yang harus kita lakukan hanyalah tepaselira,bukan berprasangka😊 . . Duri XIII, 20 September 2019 . . ©cio https://www.instagram.com/p/B2ouKeQHdq7/?igshid=c0uu4q8nzv9f
INNER CHILD KU = MASALAH TERBESARKU?
By: Amalia Sinta
“Mbak Sin, aku udah baca teori parenting ini itu. Tapi kenapa aku masih gampang meledak-ledak ke anak ya? Padahal sebelum nikah, aku orang yang sabar. Sekarang anak bertingkah dikit, langsung aku bentak-bentak” 😭
♧♧♧
“Aku nyesel banget abis cubit paha anak sampe dia nangis kejer, mbak. Aku marah karena dia buang-buang makanan yang udah capek-capek ku masakin. Dia bilang gak suka menunya. Tapi aku terlanjur kesel jadi aku paksa dia makan. Aduuh, aku kok jadi kaya mamaku ya mbak, yang dulu suka maksa dan cubitin aku biar mau makan.. 😣
♧♧♧
Hampir tiap malem aku ciumin anakku yang lagi tidur, mbak. Itu caraku minta maaf ke dia. Meski aku tau, itu gak bisa menghapus kesalahanku yang gak bisa nahan amarah dan suka hukum dia dikurung di kamar. Aku cuma pengen dia dengerin aku sebagai orang tuanya mba. Sebetulnya aku gak mau begitu. Karena aku tau rasanya gak enak banget, kaya yang dulu sering aku rasain saat dihukum ayahku.. 😢
♧♧♧
Mengapa rasanya kita susah sekali untuk tidak marah ya? Padahal hanya untuk hal kecil.. Seolah kata sabar hanya menjadi nasihat tanpa makna..
Mengapa rasanya sulit sekali mengontrol emosi? Walau hanya untuk hal sepele.. Seolah jawaban atas doa agar tak emosional tak kunjung datang
Bunda, Mungkin masalahnya bukan pada diri anak balita kita, yang memang sedang masanya bertingkah macam-macam.
Mungkin masalahnya ada dalam diri kita sendiri..
Mungkin inner child dalam diri kitalah yang bermasalah..
INNER CHILD adalah sosok anak kecil yang ada dalam diri kita saat ini.
Inner child menyimpan memori dan emosi tertentu atas sebuah kejadian di masa kecil.
Inner child bisa positif yaitu sosok anak kecil yang menyimpan memori dan emosi tentang kebahagiaan, misal rasa senang gembira saat piknik dan tertawa lepas di saat itu.
Inner child bisa pula negatif, yaitu sosok anak kecil yang menyimpan memori dan emosi negatif, yang sering disebut inner child yang bermasalah.
Sosok inner child yang bermasalah ini bisa berupa anak di beberapa rentang usia, tergantung usia kita saat mengalami kejadiannya.
Misal bisa berupa usia 3 tahun yang merasa kesepian karena tak mendapat cukup waktu, perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Orangtuanya sibuk mencari harta, hingga lupa di rumah mereka punya harta paling berharga yang bernama anak.
Bisa berupa anak usia 4 tahun yang memendam kesedihan dan kekecewaan pada orangtua yang terasa tidak adil. Dia tak pernah paham, kenapa menjadi kakak harus selalu mengalah. Dia tidak mengerti, kenapa benar ataupun salah, dia harus dihukum dalam kamar mandi yang terkunci karena berantem dengan adiknya 😭
Bisa berupa anak usia 5 tahun yang trauma atas bentakan dan pukulan dari ayahnya ataupun dibully teman sekolahnya. Si anak tak bisa mengerti, mengapa orangtuanya langsung berteriak marah saat melihat jam dinding sudah menunjuk ke angka tertentu. Dia harus segera memenuhi jadwalnya untuk mandi atau tidur, jika tidak, dia akan kena pukul Orangtuanya tak mau peduli, bahwa dia hanya butuh waktu sedikit lagi menyelesaikan susunan lego yang sedang dirangkainya dengan susah payah. Ia tak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat.
Dari kumpulan aneka peristiwa selama hidupnya ketika kecil, akan tercipta beberapa inner child yang bermasalah dalam diri seseorang.
Ketika sekarang kita mengalami peristiwa yang sama, meski posisi kita sudah berubah jadi ibu, memori akan membangunkan lagi inner child yang lama tertidur. Dia akan marah, sebagai wujud ekspresi emosinya yang dulu tertahan. Maka kita menjadi ibu yang pemarah. Yang sebenarnya kita marah pada orangtua kita dulu, namun melampiaskannya ke anak kita sekarang. Anak akan jadi korban emosi orangtuanya, persis seperti kita dulu 😣
Lalu bagaimana cara memutuskan mata rantai luka dan trauma masa kecil ini?
Berikut cara self healing yang bisa dilakukan sendiri untuk menyembuhkan inner child yang bermasalah :
1. PENERIMAAN
Cara pertama untuk berdamai dengan inner child adalah dengan menerimanya. Menerima bahwa iya, kita di masa lalu pernah jadi ‘korban’, jadi anak yang dikasari, yang disakiti secara verbal ataupun fisik.
Memang rasanya sungguh tidak enak. Rasa sedih, kecewa, marah, takut, kesepian, semua terasa menyesakkan dada. Tapi cobalah mengenali rasa itu lagi, terima bahwa kita memang pernah merasakannya.
Menyangkalnya berarti sama dengan menyangkal keberadaan si inner child dalam diri kita.
Bagaimana mungkin kita akan berusaha menyembuhkannya, bila kita tidak mau menerima keberadaannya?
Selama ini mungkin kita tidak menyadari kehadiran inner child dalam diri kita. Sering dianggap tidak ada, ataupun merasa sudah sembuh sendiri karena kejadiannya sudah bertahun-tahun yang lalu dan terlupakan.
Tapi sebenarnya, rasa sesak itu masih ada. Hanya saja mengendap dalam hati terdalam. Dan sebenarnya luka tersebut masih terbuka. Maka saat ada kejadian yang sama terulang, luka itu naik ke permukaan. Rasanya sungguh pedih perih saat tertetesi emosi yang sama.
Dan bila saat itu tiba, ketika kejadian yang sama terulang, ketika anak kita melakukan suatu kesalahan yang sama dengan kita dulu, maka rasanya emosi dalam diri langsung ingin meledak.
2. KOMUNIKASIKAN KE DALAM
Bila terjadi hal demikian, segeralah jauhi anak. Jangan bereaksi apapun padanya. Karena hanya penyesalan yang akan didapat.
Masuk ke kamar, tutup pintu, pejamkan mata dan bicara ke dalam diri kita sendiri, lewat hati.
Ingat-ingat, apakah ada memory yang sama, kejadian yang sama seperti ini, saat kita kecil dulu?
Bayangkan inner child kita, panggil dia dan bicaralah dengannya.
"Wahai diriku yang kecil, datanglah. Hadirlah, aku ingin menemuimu”
Hati akan menuntun kita untuk menampilkan inner child sesuai masalahnya.
Jika masalahnya adalah kesepian, inner child kita bisa berupa sosok anak yang sedang duduk memeluk lutut di pojokan yang gelap.
Jika masalahnya adalah kekerasan dan kurungan, inner child kita bisa berupa sosok anak yang tengah terisak menangis ketakutan dalam kamar mandi yang terkunci.
Jika masalahnya adalah kemarahan, inner child kita bisa berupa sosok anak kecil yang sedang memukuli tembok hingga tanggannya luka dan berdarah.
Datangi perlahan, nyalakan lampunya. Belai lembut rambutnya. Katakan kau ingin menolongnya, menemaninya. Supaya dia gak sendirian. Katakan kau ingin mengobrol dengannya. Supaya dia gak kesepian.
Awalnya mungkin dia akan diam saja. Tapi teruslah tersenyum padanya. Raih kepercayaannya. Bila dia mulai mau membuka mulut, sapalah perlahan.
Kau : hai, apa yang lagi kamu rasakan?
Inner child : dadaku sesak, jantungku berdebar, aku pusing.
Kau : owh itu berarti kamu lagi marah. Marah sama siapa, kenapa?
Inner child : sama mama. Aku habis dimarahi mama. Aku pasti dimarahin kalo minta main sama mama. Mama gak mau nemenin aku main. Jadi aku selalu sendirian.
Kau : oowh gitu. Mama kemana?
Inner child : Mama kadang kerja, kadang di rumah. Tapi kalau di rumahpun aku gak ditemenin. Selalu disuruh main sendiri. Mama di rumah masak terus, nyapu terus, nyuci terus..
Kau : aduh, rasanya gak enak banget ya dimarahin dan selalu sendiri. Tapi sekarang ada aku yang nemenin kamu. Udah gak kesepian lagi kan.
Inner child : iya, aku senang ada yang menemani..
♧♧♧
Dengan berbicara pada inner child yang bermasalah, kita memberikan kesempatan padanya untuk bercerita. Dengan menanggapinya, kita membantu dia melepaskan emosi negatif yang selama ini mengurungnya.
Setelah dia merasa lega, kita pun akan merasakan sebuah kelegaan. Satu kerikil dalam hati telah mampu disingkirkan.
Terry Pratchett, seorang penulis novel fantasi terlaris pernah mengatakan :
“Hello inner child, I’m the inner babysitter!”
Rasanya tepat sekali kalau diri sendiri yang paling pas untuk menjadi pengasuh bagi inner child kita. Karena diri sendiri yang pernah merasakan emosi-emosi si inner child. Maka jadilah pengasuh yang memberikan perhatian, kasih sayang dan pelukan yang dulu tak pernah kita dapat dari orangtua..
3. MEMAAFKAN
Cara berikutnya adalah memaafkan perilaku kedua orangtua kita dulu yang kasar atau berlaku tidak baik saat kita kecil. Selain orang tua, maafkan pula nenek kakek om tante dan saudara kandung yang tinggal serumah. Karena mereka sangat mungkin berkontribusi menorehkan luka di batin kita.
Memaafkan mereka sebetulnya bukan hanya demi kebaikan mereka. Tapi lebih kepada demi kebaikan diri kita sendiri.
Amarah, apalagi dendam yang kita simpan dalam hati, bagaikan bara api yang hanya akan membakar diri sendiri.
Maafkanlah kesalahan mereka. Mereka berlaku demikian bukan karena tidak sayang. Tapi karena ketidaktauan mereka tentang ilmu parenting, karena punya terlalu banyak anak tanpa bisa berbagi waktu dan perhatian yang adil, ataupun karena tekanan ekonomi.
Beruntunglah kita yang kini hidup di jaman serba internet, dimana berbagai ilmu mudah diakses. Termasuk cara mengasuh anak. Lain halnya dengan orangtua kita. Dan besar kemungkinan, cara didik orangtua kita adalah warisan dari kakek nenek kita.
Maka ucapkanlah pada diri sendiri berulang-ulang: “Ayah ibu, aku sudah memaafkanmu. Aku percaya kalian sungguh mencintaiku. Akan slalu ku ingat betapa besar jasa kalian merawat dan membesarkanku. Kesalahanmu dalam mengasuhku hanya karena ketidaktauanmu, bukan karena tidak sayang. Aku telah memaafkanmu”
Masa lalu tak pernah bisa kita ubah. Tapi kita selalu bisa merubah sikap dalam menghadapinya. Maafkan ketidaksempurnaan masa lalu. Toh kita sudah diberi makan, diberi tempat tinggal dan disekolahkan oleh orangtua. Tanpa mereka, kita tak akan tumbuh besar seperti saat ini.
4. MELEPASKAN
Setelah memaafkan, rasakanlah beban berat itu akan menguap. Hati lebih ringan, pikiran lebih tenang. Lalu lepaskan sisanya. Lepaskan kenangan masa lalu yang menyakitkan itu. Supaya tak ada lagi bayang-bayang masa lalu yang akan membuat kita berulang melakukan kesalahan yang sama. Fokuslah ke masa sekarang dan masa depan.
♧♧♧
Lakukan rangkaian self healing ini secara rutin. Ulangi untuk memanggil inner child Anda. Lakukan di saat tenang, tidak ada orang. Bisa di malam hari saat semua tertidur.
Bayangkan sosok anak kecil dalam diri anda. Bicaralah dengannya, tanyakan perasaannya. Ingat kembali memori yang menyesakkan hati. Urai satu persatu masalah yang belum terselesaikan. Ungkapkan satu persatu emosi yang masih tertahankan.
Lakukan berulang hingga seluruh bayangan inner child yang tidak bahagia itu menghilang. Digantikan dengan inner child yang tersenyum, ceria, bersemangat dan bahagia.
Martha Beck, seorang penulis lulusan Harvard University pernah mengatakan :
“Caring for your inner child has a powerful and surprisingly quick result : Do It and the child heals”
“Dengan merawat inner childmu, akan memberikan hasil yang luar biasa dan mengejutkan dalam waktu relatif singkat. Lakukan itu dan si anak akan sembuh.”
Maka rangkullah inner child kita, sembuhkan, dan kita akan melihat hasil yang menakjubkan. Diri ini akan lebih bisa memaklumi tingkah anak, akan tidak mudah marah dan hati terasa lebih damai.
Namun bila Anda tak bisa menghadirkan inner child dan punya masa kecil yang sangat kelam, saya sangat menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan psikolog, agar dibantu memanggil inner child yang bermasalah dan diharapkan dapat menyelesaikannya dengan baik, agar tidak mengganggu kehidupan Anda saat ini yang telah menjadi seorang ibu. Agar Anda tidak mewariskan kesalahan yang sama dalam mengasuh anak, yang akan terus menurun ke cucu Anda kelak.
♧♧♧
Sudah cukuplah anak kita merasakan juga sakitnya cubitan. Jangan ulangi lagi pukulan. Jangan biarkan dia merasa sendirian, tak didengar pendapatnya, diabaikan dan hidup dalam ketakutan atas bentakan dan makian.
Ayo putuskan mata rantai inner child ini.
Terima. Komunikasi ke dalam. Maafkan. Lepaskan.
Maka masa lalu yang buruk itu akan menjadi pil pahit yang bisa menjadikan kita pribadi yang lebih kuat.
Menjadi ibu yang tahu cara merawat anak dengan baik, tidak melakukan kesalahan yang sama.
Yang lembut namun bisa tegas saat diperlukan, tanpa harus melukai perasaan maupun fisik anak.
Dan….
Selamat berjuang memutuskan mata rantai inner child ini bunda.. Percayalah, menjadi ibu itu jauh lebih menyenangkan Saat kita tak lagi dibayangi masa kecil yang menyedihkan..
Hubungan yang tak ada hubungannya
Rambut adalah mahkota. Mungkin karena itu, banyak orang yang menjaga rambut indahnya.Namun ada cerita menarik yang pernah saya alami tentang rambut. Itu terjadi ketika di Bandung.
Saat itu rencananya mau potong rambut sama teman. Udah pergi ke salon, dan dipilihlah model rambut yang diinginkan. Entah kenapa saat itu aku ingin sekali potong rambut pendek, agak menyerupai cowok gitu. Tapi si teteh pegawai salonnya malah tanya " teh lagi putus cinta ya?"
"...." aku bingung. Apa hubungannya potong rambut dengan putus cinta. Gak ada hubungannya. Melihat ekspresi bingung di wajahku, si tetehnya langsung menjelaskan.
"biasanya perempuan yang potong rambut langsung pendek gitu lagi patah hati atau lagi putus cinta. Kebanyakannya sih gitu. Buat buang sial katanya"
Oooo...mungkin ini pengalamannya selama jadi pegawai salon kali ya. Banyak perempuan yang memutuskan untuk memotong rambutnya saat patah hati. Tapi saat itu aku tidak sedang patah hati, hanya pingin aja ngerasain punya rambut pendek kayak cowok. Selama ini belum pernah punya rambut seperti itu.
Tapi sama si tetehnya malah disarankan 'jangan' sayang rambutnya kalau harus di potong pendek. Dan akhirnya aku malah potong rambut cuma sampe bahu. "Ah..ai tetehnya, kan rambut-rambut aku, kenapa juga gak boleh" (agak sedikit dongkol)
~®~
Beberapa tahun kemudian, akhirnya aku mengeksekusi keinginan untuk memotong rambut pendek kayak cowok. Bukan karena patah hati atau putus cinta, tapi karena kecewa.
Tepatnya ketika sebelum mulai ppg. Karena harapan yang tak seperti kenyataan menimbulkan kecewa yang sangat. Aku akhirnya memotong rambut pendek banget. Kayak rambut cowok. Belum pernah sebelumnya. Sempat takut juga dimarahin papa atau mama, karena baru kali ini punya rambut begitu.
Awalnya, beliau cuma ngeliatin. Aku bisa bernafas lega, ternyata beliau ga marah. Eh ternyata, saat mau berangkat ppg, papa bilang "jangan bikin lagi model rambut seperti ini ya." Terlihat jelas kecewa di mata tua nya. Ternyata, selama ini papa gak suka aku potong rambut pendek. Ah tuhan, ternyata aku sudah membuat orang tuaku kecewa. Sejak saat itu aku berjanji gak akan memotong rambut pendek lagi.
Tapi sore tadi, aku melanggar janji. Ya bukan melanggar juga sih. Hanya saja, aku memutuskan untuk memotong pendek lagi rambutku. Walaupun gak pendek seperti rambut cowok. Aku sadar, aku tidak dalam keadaan kecewa, aku baik-baik saja.
Kalau ditanya alasannya kenapa memotong pendek lagi rambutku, aku gak punya alasan. Anggap saja ini, saat nya aku mengikhlaskan apa-apa yang tidak kumiliki. Memulai semua dari awal lagi. Ya, benar-benar ikhlas.
Merajut . Target bulan ini sebenarnya belajar merajut. Peralatan merajutnya sudah dibeli. Benang sudah ada, alat nya juga sudah, ikutan grup belajar merajut online di WA pun sudah. Tapi masalahnya, eksekusinya yang belum. . Terlalu banyak "excuse" untuk semua kemalasan yang kuhadapi sehingga target hanya tinggal target. Apa gunanya kamu punya target kalau gak kamu eksekusi. . Dan sekarang, aku tengah memandangi benang warna-warni ini. Siapa tahu, dengan ku pelototin nanti akan jadi rajutan yang indah. Haha...halu sekali yah gue😐😐😂😂 . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1825 #bayarhutangceritahari25
Masa "jahil"iyah ku . Tiga puluh hari bercerita sudah memasuki hari ke-26. Tapi cerita ku banyak bolong nya. Ah, sudah biasa, lagi-lagi karena alasan yang sama. . Di hari ke-26 ini, tema ceritanya adalah tentang masa kecil. Dan tiba-tiba memori masa kecil berkelabatan dalam pikiran. Dan entah kenapa yang teringat itu malah masa-masa "jahil" nya. . Masa dimana aku lebih suka main kelereng daripada main lompat tali. . Masa dimana aku lebih suka main "meriam" bambu dari pada main boneka, sampai-sampai alis dan bulu mata ku pernah habis terbakar karena semburan apinya. . Masa dimana aku lebih suka main gambar-gambar daripada main "bp". Yang tau bp berarti kita seumuran😅 . Masa dimana aku lebih memilih berteman dengan anak cowok daripada cewek padahal sudah dilarang oleh papa dan abangku. Pernah suatu ketika, aku sampai nyumput di kolong mobil yang sedang parkir di pinggir jalan karena dari jauh kulihat papa dan abangku baru pulang dari masjid, dan kebetulan aku saat itu sedang bermain ketapel dengan teman yang cowok. . Alasannya kenapa aku lebih memilih berteman dengan anak cowok adalah alasan yang dulu simpel yang terpikir oleh anak kecil. Kalau bertengkar dengan anak cowok saling pukul dan gebukin. Berbeda kalo bertengkar dengan anak cewek yang suka saling jambak rambut. Sakit coy kalo dijambak, apalagi jika rambutmu panjang. . Ahh..! Masa kecil yang kalau diingat kembali terkadang bikin senyum sendiri. Ternyata aku pernah sekonyol dan sejahil itu. . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1826 #30hbc1826masakecil
UNTUK PEREMPUAN YANG BAYANGANNYA KULIHAT DALAM KACA . Hei kamu, perempuan yang bayangannya kulihat dalam kaca, sudahkah kamu bersyukur untuk semua nikmat yang kamu terima? . Hei kamu, perempuan yang bayangannya ku lihat dalam kaca, sudah kah kamu berbahagia untuk hidup yang diberikan-Nya?. . Hei kamu, perempuan yang bayangannya kulihat dalam kaca, sudah kah kamu melakukan dan memberikan yang terbaik untuk membalas cinta-Nya? . Hei kamu, perempuan yang bayangannya kulihat dalam kaca, iya kamu wahai diriku; jangan lupa bersyukur dan jangan lupa berbahagia 😊 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1815 #aletterformyself
ANTAR KOTA ANTAR CERITA . Menjadi ARI ( Anak Rantau Indonesia) itu banyak untungnya. Banyak hal yang kamu dapatkan dari merantau. Salah satunya adalah memiliki teman dan saudara baru; pengganti mereka yang kamu tinggalkan di kampung halaman. Salah dua nya, banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil hikmahnya yang tidak kamu temukan di tempat asalmu. . Salah satu (salah satu lagi😄) rantau yang membekas di hati adalah BANDUNG. Entah kenapa, mungkin karena nyaman disana, atau mungkin karena Bandung adalah rantau yang pertama ku singgahi. Biasanya, yang pertama itu kan memang selalu berkesan~ seperti hal nya cinta pertama. . Memilih Bandung sebagai kota yang akan kusinggahi untuk menimba ilmu tidak pernah ada dalam list hidup ku, semua terjadi begitu saja. Tapi disanalah aku mulai belajar mandiri. Bertanggung jawab pada hidup ku sendiri. Beradaptasi dengan lingkungan baru, dapat teman baru (teman rasa saudara),keluarga baru, pokoknya semua yang serba baru. Apalagi untuk makanan, benar-benar harus ekstra adaptasinya. . Dan, seandainya sekarang ditanya " gak kangen sama Bandung?" jawabnya "ya pasti kangen lah" Hanya saja, Bandung yang sekarang mungkin tak lagi sama dengan Bandung yang dulu. Dan yang pasti, gak ada lagi tempat untukku disana😆 . Dulu sebelum meninggalkan Bandung, aku pernah menulis: . " Karena bagiku Bandung bukanlah tempat singgah, tapi tempat pulang" . Let's see...akankah nanti aku punya tempat lagi disana😉 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1812
CERITA KITA BERAKHIR DISINI . Selamanya jalan kita mungkin tak akan pernah bertemu. Ibarat sepasang rel kereta; bersama, berdampingan, sejalan tapi tak akan pernah bertemu di satu tujuan. Itulah kita. . Mengikhlaskan adalah cara terbaik untuk berdamai dengan kehidupan. Mendiktek tuhan untuk semua hal yang kamu inginkan, bukankah itu keterlaluan? @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1811 #rapelancerita
PEREMPUAN PENIKMAT MASA LALU . " lu ko suka banget sih ngambil foto dari kaca spion?" tanya seorang teman sesaat setelah membuka-buka file foto hasil ngayab. Memang ada beberapa kali ngayab alias ngabolang dimana aku ngambil jepretan dari kaca spion . " mungkin karena gue perempuan penikmat masa lalu" jawabku santai sambil senyum misahmisuh (kata apa itu misahmisuh😯) . Kaca spion guna nya untuk melihat segala yang ada di belakangmu tanpa harus menolehkan kepala. Yang ada "dibelakang" itu kuibaratkan sebagai masa lalu. . Hehe...iya, aku adalah perempuan penyuka, pecinta dan penikmat masa lalu. Hal-hal yang berhubungan dengan masa lalu terkadang menyenangkan untuk dikenang, entah itu manis atau pahit. Entah asam atau asin, rame rasanya (udah kayak iklan nanonano😁) . Kenapa masa lalu menyenangkan untuk dikenang? Mungkin karena sudah dilewati kali yak, sedangkan masa kini terasa sulit untuk dilewati dan masa depan??? Entahlah...hanya Allah yang maha tahu. Padahal, masa kini suatu saat pun akan jadi masa lalu juga. Dan akan dikenang jua nantinya. Ah manusia.... @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1810 #rapelancerita
KEJAMNYA JARAK . "cek..cek... ochi ada lomba tulis cerpen, aku mau ikut tapi gak tau menulis cerpen. Kalo ochi bisa ikut,,insya allah bisa jadi juara. Lumayan hadiah nya 30 juta" . Itu isi WA dari seorang teman yang masuk ke henpon tadi siang. Lhaaa...piye, aku kan juga ga bisa nulis cerpen, bisanya cuma bikin tulisan curhatan alay binti lebay yang kadang bikin orang pingin m****h (isi sendiri bintangnya 😄) . " yeee...aku kan juga ga bisa bikin cerpen 😐" (pecakapanpun berlanjut) . " nyatanya aku pernah baca cerpen di blog ochi" . HAH!! 😱 apa dia baca blog gue yang ancur minah itu. Yassalaaam...(tutup muka pake masker). Seandainya pun aku tertarik ikut lomba itu (tertarik sama hadiahnya 😄) tetap aja ga bisa. Itu hanya untuk guru-guru yang ada di salah satu kabupaten di Indonesia bagian timur sana. Sedangkan aku kan ada di Indonesia bagian barat. . "kenapa gak kamu aja yang ikut?" tanyaku . " iyap..kalo aku ikut nanti cerpennya tak kasih judul "KEJAMNYA JARAK😆" . Btw, ada apa dengan jarak? Bukankah "jarak" itu hanya nama sebuah pohon?. Eh tapi jangan salah,jarak itu mampu memisahkan..Seperti aku dan kamu yang berpisah karena jarak. Iya "kamu" (eeeeh...nah curcol lagi hahaha😆😆😆) @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1809 #rapelancerita #hanyacerita
MUSLIM PLANNER 2018
Siang ini, saya mendapatkan sebuah broadcast yang berisi tentang sebuah Planner 2018.
Kurang lebih begini isi broadcastnya :
—
Assalamu'alaikum! 🤗
Halo, teman-teman semua~~~
Awal tahun baru biasanya menjadi momen untuk menyusun rencana dan target-target yang ingin dicapai selama setahun kedepan.
Nah, untuk membantu kita merencanakan target-target itu, 2018 MUSLIM PLANNER hadir untuk membantu kita mencapai target dunia maupun akhirat.
InsyaAllah
Hmm terus, apa aja sih isi planner muslim jaman now ini? 🤔🧐 Nih, cekidot:
✅ My Self Potrait ✅ Biodata ✅ My Family ✅ Reasons Why I Am Awesome ✅ Kalender 2018 ✅ Kalender 2019 ✅ Kalender Puasa 2018 ✅ Life Plan (Rencana Usia 21-60 Tahun) ✅ Yearly Goals ✅ Monthly Spread ✅ Weekly Schedule ✅ Daily Activities ✅ Jadwal Kajian ✅ Du'a List ✅ Kalender Cuti Liburan 2018 ✅ Places to Travel ✅ Financial Report ✅ Books to Read ✅ Must Have Items ✅ People That Inspire Me ✅ Family & Close Friends Milad ✅ End-of-Year Evaluation ✅ Notes
Kabar baiknya, planner ini dibagikan secara cuma-cuma loh. 🤑
Yup, FREE for PERSONAL USE ONLY yes.
Cara dapetnya gimana dah? 🤨 Langsung aja klik linknya di bawah ini. ⬇⬇⬇⬇⬇
https://drive.google.com/drive/folders/1kxHuN8Sj6Cl1kxJnabWBcoC5uraeowOm?usp=sharing_eil&ts=5a49d364
Planner ini ada dalam bentuk pdf dan jpeg lho.
Setelah di-download ⬇ tinggal di-print 🖨 aja deh. Happy planning!💡💡💡
Semoga bermanfaat ya dan semoga semua hal yang ingin kita raih di tahun ini bisa terlaksana. 😎 🙏🏻 Aamiin 🙏🏻
Oh iya, silahkan dibagikan ke teman-teman yang lain ya. Supaya semakin banyak orang yang bersemangat mengejar impiannya. Demi masa depan yang lebih baik. ✊🏼✊🏼✊🏼 #eaaaaa
Jazakumullah 🤗
—
Setelah baca itu, langsung saya buka linknya dan ternyata keren banget.
Sengaja saya share di tumblr, karena saya rasa ini sangat bermanfaat.
Terima kasih kepada pembuat Muslim Planner ini, yang bernama Aya (Dicari-cari, ternyata nemu orangnya di IG, dengan akun @thelightofdhuha ). Semoga menjadi amal jariyah ya bagi ananda.
Jika teman-teman merasakan manfaatnya dan juga ingin berbagi kebaikan, silahkan share juga info ini. Semoga banyak orang yang menjadi lebih teratur hidupnya.
syukronnnnn :)
Makasih 😊
TEMA(N) Tema bercerita kali ini adalah tentang tema(n). Dan gue pikir, semua orang memilikinya. Adakah yang tidak memiliki seseorang kalian sebut sebagai teman? . Untuk gue sendiri, kata "teman" itu memiliki kasta nya sendiri. Dalam relationship gue, teman itu kasta nya cuma setingkat di atas kenalan, dan berada satu level di bawah kasta "sahabat". Ini pembagian kasta dalam kamus hidup gue ya, gak usah protes! 😉 . Pada teman, gue bisa hahihuheho sesuka gue, tapi bukan untuk berbagi tentang luka. Tapi adakalanya, gue berbagi luka pada seorang teman. Tapi itu hanya berlaku bagi "teman rasa saudara". Mungkin, ada beberapa orang yang beruntung memiliki teman tapi rasa saudara. . Tapi apapun kastanya, baik itu teman, sahabat, ataupun teman rasa saudara; mereka adalah bukti baiknya tuhan padamu. Memiliki teman, sahabat atau teman rasa saudara yang selalu mengingatkan untuk kebaikan dan menegur kala salah langkah, adalah anugerah yang tuhan berikan dalam hidup. Jadi, jangan lupa bersyukur 😄 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1808
APALAH-APALAH Tadi siang dapat kiriman foto ini di facebook dari abang dengan caption "untuk adek-adek yang di rantau cuma kebagian foto nya aja ya" . Huufftt...abang macam apa yang tega bikin adiknya ngences😋. Atulaaah....kan pingin juga. Kapan lagi bisa makan duren sebanyak itu😍😍 Seandainya pintu kemana saja itu beneran ada, mungkin aku sudah ada di rumah. Sebenernya, bukan durennya sih yang menggoda, tapi kebahagian dan kebersamaan saat makan durennya itu. Ah rumah itu membuatku rindu... @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1807