Pengambilan Sumpah
Pekerjaan masa kini tak sesuai dengan cita-cita? Sangat mungkin. Tapi bisa saja, pekerjaan yang saat ini kita pegang adalah impian yg sedang dikejar ribuan orang di luar sana.
Suatu kali memang pernah berangan menjadi abdi negara. Tapi bukan merupakan keinginan menggebu hingga menghalalkan segala cara.
Tulisan ini mungkin akan sangat personal dan entah apa akan terihat terlalu jujur atau bagaimana orang akan menilai setelah membacanya.
Setelah menikah, gairah bekerja di luar rumah tidak terlalu menggebu lagi. Saya berniat usaha rumahan saja, apalagi sekarang dunia online sudah tidak terbatas. Terutama jika sudah dikaruniai anak, dan sangat ingin fokus sekali dengan si kecil. Karena sudah pernah punya pengalaman dan melihat bagaimana Ibu kandung sendiri punya dua peran. Dan ingin sekali perasaan itu tidak terjadi pada si kecil nantinya.
Akan tetapi orangtua punya harapan besar pada saya untuk selalu mencoba. Dengan berat hati saya iyakan untuk menggugurkan kewajiban.
Bagi saya ini ketiga kalinya, dan ketika itu saya berharap akan menjadi terakhir kalinya karena sudah merasa jenuh. Jenuh juga karena di keluarga besar saya, mayoritas menjadi abdi negara dan bidang pekerjaannya pun sama! Saya terdaftar di menit terakhir dan tanpa persiapan. Itupun juga karena ada perpanjangan waktu.
Beruntungnya tes di hari Minggu jadi tidak perlu bingung dengan si kecil karena Ayahnya sedang libur. Tapi SKD kala itu saya tak beruntung. Ya benar, saya tak lolos PG. Dan saya menanggapinya dengan kalem karena merasa tidak punya beban.
Awal Desember pengumuman berkata lain. Ada perubahan peraturan. Dan nama saya malah masuk daftar teratas. Saya dinyatakan harus mengikuti SKB. Yang mana lokasinya bertempat di Jember! Ada lonceng yang berdentang. Itu pertanda. Saya rasa saya harus bersiap-siap dengan apa yang ada di depan nanti.
Benar nyatanya. Jawabannya pada akhir Desember 2018. Dan saya seakan menanggung beban yang akan mengikat saya hingga bertahun-tahun kemudian. Jujur kadang merasa bersalah. Tapi nasib sudah menjadi nasib. Tak bisa saya ubah kembali. Karena menolak pun akan menjadi masalah yang lebih besar lagi. Pemberkasan pun bisa dibilang cukup luar biasa juga perjuangannya.
Panggilan itu pun terlalu datangnya di bulan Maret. Harus bekerja di minggu berikutnya. Jika diingat, benar-benar tanpa persiapan. Karena peralihan dari Ibu Rumah Tangga menjadi Ibu Bekerja tak pernah benar-benar mudah. Adaptasinya bukan lagi perkara antara saya dengan pekerjaan, rekan dan rutinitasnya. Yang terberat memang anak. Bahkan seragam pribadi pun tak punya, tapi kebaikan dari kerabat lah yang melungsurkan seragamnya untuk saya. Alhamdulillah.
Jujur hingga hari ini pun, setelah sumpah jabatan. Saya masih bertanya-tanya. Benarkah? Layakkah? Tapi tak henti-hentinya suami mengingatkan untuk selalu bersyukur.
Mengikut Lastar Prigen di bulan Oktober juga memberi wawasan dan pengalaman baru. Terutama rekan-rekan baru yang seprofesi. Sedikit menggeser pikiran saya untuk bisa lebih menerima dan menikmati bidang ini.
Saya pun tak ada artinya bila tanpa keluarga. Suami yang selalu menyemangati, orangtua dan kerabat dekat yang tak hentinya mendoakan. Bahkan ada sedikit celetukan nyeleneh dari Bude yang sedari kecil saya diasuh olehnya dan Beliau memang sejak awal mendukung saya untuk bekerja kembali. Karena pembukaan CPNS juga erat kaitannya dengan politis, Beliau bernadzar ingin memilih Presiden petahana. Yang saya tahu presiden petahana tidak terlalu populer bagi kalangan Boomers.
Di akhir...
Menjadi abdi negara memang ada plus minusnya. Plusnya yang berkaitan dengan tunjangan, jaminan hari tua dll. Minusnya kita akan terikat bertahun lamanya dan perlu berhati-hati dengan kode etik. Tapi saya berbaik sangka saja, barangkali dengan menjadi abdi negara kita bisa menambah relasi untuk memperpanjang umur dan terutama mempermudah keperluan bisnis. Ya, saya masih ingin berwira usaha. Jujur sensasi closing 1-2 buku memang lebih berbeda. Angan saya masih kuat sekali untuk mengembangkan @payungbuku. Belum lagi perjuangan untuk bertahan hidup, merantau di kota plat N ini. Beda warga, budaya dan cuaca.
See 257 posts by Payung Buku. To see photos and videos that disappear after 24 hours, sign up.
Rejeki tak melulu menjadi abdi negara. Masih ada 10 pintu rejeki yang menunggu untuk diketuk. Tetap semangat!
Malang, 21 Februari 2020









