Nyari Jodoh di Medsos?
Bayangkan kondisi kamu sudah berkeluarga dengan orang yang kamu sayang. Terus tiba - tiba anak kamu nanya: “Ayah sama Ibu dulu pertama ketemu dimana?”
Apa jawaban yang terlintas? Sekolah? Kampus? Kantor? Organisasi?
Alhamdulillah..
Namun janganlah sampai kelak ceritamu tak elok kau ceritakan kepada anak - anakmu karena momen pertemuan yang tak pantas atau engkau pun malu enggan untuk kau sebutkan.
“Ayah sama ibu pertama ketemu di kolom komentar instagram nak..”
“Ayah sama ibu pertama ketemu di video tiktok nak..”
“Ayah sama ibu pertama ketemu di grup facebook nak..”
Apa mindset yang tertanam pada anak dengan jawaban seperti itu?
“Oh berarti kalo mau nyari jodoh, nanti harus sering maen sosmed.” Gumam anak (mungkin)
Karena orang tua adalah teladan pertama seorang anak.
Maka tutuplah pintu - pintu kemungkinan hal tersebut.
Stop cari jodoh di medsos!
Setiap orang berhak memiliki kisah indah atas pernikahannya, minta sama Allah.
Ikhtiarkan tempat - tempat yang baik.
Jika pengen ketemu jodoh di mesjid, ya harus sering berjama’ah di mesjid, ikut kajian, jadi pengurus mesjid. Tentunya dengan niat yang lurus ya, tidak semata nyari jodoh ke tempat tersebut.
Kalo aktivitas sehari - hari cuma dari rumah ke kantor, ya kemungkinan besar nemu jodohnya di kantor juga; kalo ga nemu di kantor jangan nyari di medsos. Pindah kantor cari yang lebih baik atau tambahin aktivitas sosial di luar kantor, ikut organisasi.
InsyaAllah bisa kok nyari jodoh ga di medsos, dulu zaman Rasul juga ga ada medsoskan.
Yuk bisa yuk!













