Melanjutkan kesuksesan prekuel sebelumnya, kali ini “Catatan Si Boy (Cabo) V” sampe harus syuting ke San Francisco dan Las Vegas, AS, segala. Menurut catatan WIkipedia, film ini rilis pada tahun 1991. Berikut beberapa catatan di balik proses syuting film yang disutradarai oleh mendiang Nasri Cheppy tersebut dicuplik dari Majalah Hai (21 Januari 1992).
Adegan Onky Alexander (pemeran Boy) lari pagi itu berlangsung dari jembatan San Francisco – Civic Center – Lombard (dengan latar belakang penjara Alcatraz) – sampai ke taman penuh burung dara. Kalau di Jakarta, jarak lari itu nyaris sama dengan Tanjung Priok – Monas – lalu ke Taman Mini. Tak ayal, Onky kesakitan kakinya. Malam harinya, ia terpaksa diurut oleh kru film. Adegan itu sendiri berlangsung selama tiga hari penuh.
Rumah Boy di San Francisco adalah rumah milik pelajar Indonesia yang sedang kuliah di Amrik, kakak-beradik Rudy dan Boy, yang di Jakarta biasanya tinggal di Kemang.
Julukan Paramitha Rusady selama syuting di Amrik adalah “Miss Telat”. Pasalnya, doi adalah orang yang paling terakhir memasuki van setiap pemain akan diangkut ke lokasi syuting.
Adegan Boy dan Cindy (Paramitha Rusady) berajojing di diskotik sebetulnya bukan diambil di Las Vegas. Adegan itu terpakasa diambil di diskotik Fire di Jakarta. Adapun bule-bulenya dicomot Nasri dari para turis di Jalan Jaksa.
Adegan Boy dan Sheena (Sophia Latjuba) berjalan di tepi pantai San Francisco sejatinya dilakukan Boy sambil mengenakan celana pendek saja, sementara Sophie dengan bikini. Karena dinginnya cuaca, alhasil Boy dan Sheena mengenakan jaket tebal dan celana jeans panjang. Itupun dilakukan ekstra cepat karena para kru film menggigil kedinginan.
Perbedaan cuaca antara Amrik dan Indonesia pada akhirnya membuat perencanaan syuting film ini sedikit mengalami pergeseran. Misalnya, dalam jadwal ditentukan syuting akan berlangsung jam delapan malam, itu tidak mungkin dilakukan karena jam segitu matahari justru masih bersinar.
Si kecil Kentang bernama asli Abisha. Ia memang Indo, ayahnya adalah seorang pejabat di perusahaan Natrabu. Meski di film ini ia diceritakan akrab dengan Emon (Didi Petet), siapa sangka aslinya ia justru susah berdekatan dengan Didi.
Jika film Cabo V ini sukses alias laku, pihak Bola Dunia Film selaku produser akan meneruskannya dengan sekuel keenam. Syutingnya direncanakan berlangsung di Beijing, Cina. Dan seperti kita tahu, ini adalah seri terakhir dari film yang diangkat dari nama program sandiwara radio Prambors yang diudarakan mulai 1985 itu*. (Daus/Dharmawan)