Oknumoknum militan ini kadang bikin malu dan merusak nama ARMY secara keseluruhan.
Sisi Lain Budaya Partisipasi Online, Bahaya yang Sering Kali Tak Disadari
Sudah sempat tahu atau baca berita serupa yang di atas? Kejadian yang cukup menghebohkan jagad maya itu hanya lah salah satu bukti bahwa partisipasi online tak selamanya manis. Nyatanya, partisipasi online acap kali justru membuka ruang terhadap berbagai hal negatif yang agaknya patut diwaspadai.
Cyber-bullying ini adalah salah satu contohnya. Ruang-ruang terbuka untuk berkomentar, menuliskan pendapat, ataupun mengungggah konten sesuai kehendak pribadi dapat berakhir menjadi sarana menyakiti. Kasus yang dialami Cinta Kuya dapat mencuat ke publik dan para pelaku cyber-bullying yang bersangkutan boleh jadi berkurang atau malah hilang. Namun, coba bayangkan kasus serupa terjadi pada mereka yang tidak memiliki daya dan kuasa seperti Cinta serta keluarga Kuya. Belum tentu mereka akan mendapat perlindungan dan bantuan yang sama. Malangnya, sebetulnya memang benar-benar banyak kejadian serupa di dunia maya yang tak terkuak. Beberapa bahkan berakhir pada bunuh diri, dampak paling fatal dari bahaya yang sering kali tak disadari ini.
Sementara itu, tidak hanya cyber-bullying yang perlu menjadi sorotan dalam membahas sisi lain partisipasi online. Sexual harrasment, catcalling, dan hal-hal semacamnya ternyata juga terjadi di ranah maya. Pelakunya pun mungkin saja orang-orang yang sama, tapi mungkin pula justru mereka-mereka yang di dunia nyata tak punya keberanian dan lantas berlindung dalam akun-akun palsu atau tanpa nama. Screenshot di atas diambil oleh teman saya yang beberapa hari lalu sedang menyimak live salah satu MUA (Make Up Artist) sekaligus Youtuber Indonesia terkenal. Tak perlu dijelaskan sebetulnya screenshot tersebut sudah cukup bercerita. Sepanjang sesi live, aneka komentar berupa kalimat-kalimat berbau hal seksual yang cukup eksplisit dilontarkan tanpa malu-malu.
Dua contoh di atas menunjukkan sebuah ironi tersendiri. Ketika berbagai platform digital banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu identitas dan perbedaan, pada saat yang sama platform serupa juga digunakan mereka yang tak punya cukup literasi media untuk melakukan hal-hal yang bersinggungan dengan isu-isu identitas dan perbedaan tersebut.
Nb: Bonus sebuah video singkat yang layak kamu saksikan untuk meningkatkan kesadaran akan cyber-bullying sebagai salah satu sisi lain partisipasi online. Menyentuh dan bikin haru!











