Berjalanlah meski kau penuh dengan peluh . Bangkitlah meski kau jatuh dan terjatuh .
@kitajabar

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from France
seen from China
seen from Netherlands

seen from Russia

seen from Türkiye

seen from Spain
seen from Honduras

seen from Ukraine
seen from China
seen from Norway
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Russia
seen from Kenya
seen from United States
Berjalanlah meski kau penuh dengan peluh . Bangkitlah meski kau jatuh dan terjatuh .
@kitajabar
Tukang Lotek di Ibukota
Tidak banyak yang spesial darinya, pun bukan berarti sama saja. Ia hanya mengupayakan dayanya melalui sayuran berbumbu kacang agar mampu bertahan. Paling tidak dapat tambah satu hari lagi, sehingga dapat menyambut esok dengan harapan baru. Harapan kalau kebisingan tak lagi terlalu bingar, kalau asap tak lagi terlalu pekat. Biar orang-orang tak segan singgah dan tak pula buru-buru pergi. Karena ia hanya mampu menawarkan sedikit kesederhanaan, berharap mereka yang menikmati kembali lagi. Bersama piring yang ia sungguhkan ditambahkan pula secarik doa. Semoga kota ini tak melulu sibuk dan mulai bersahabat terhadapnya dan teman-teman seperjuangannya yang lain. @kitajabar
Aku masih menunggu disini. Duduk beralaskan karpet tipis di pojok kamarku. Kata mereka suhu badanku naik. Namun aku terlalu lemas untuk merasakannya. Aku masih menunggu disini. Berharap udara segar datang menghembuskan pening dan ketidaknyamananku. Kata mereka jangan ditahan, keluarkan apapun yang ingin kukeluarkan. Namun aku terlalu lemas untuk beranjak. Aku masih menunggu disini. Ketika kabar buruk tiba dari teman-temanku. Kata mereka obat diare di apotek terdekat habis dan malas pergi jauh. Namun aku terlalu malu untuk mengatakan betapa aku membutuhkan obat diare itu.
@kitajabar
Jika Aku Tak Menjadi Bagianmu
Teruntuk idamanku Yang senantiasa aku kasihi Di tempat
Mungkin kamu sudah sering membaca tulisanku selama 5 bulan belakangan ini. Mungkin juga kamu sudah menerima banyak hadiah dariku di atas mejamu. Dan mungkin kamu penasaran, siapa sebenarnya penulis surat dan pemberi kado yang tidak pernah menyertakan nama pengirim ini?
Ketahuilah bahwa pengirimnya, aku, selalu ada di dekatmu.
Akulah mata yang selalu memperhatikanmu di kelas. Akulah langkah kaki yang terdengar dari belakangmu tiap kamu berjalan bersama teman-temanmu. Akulah gelap yang mengintai tiap kamu pulang malam sendirian. Akulah deru nafas dari balik jendela kamarmu di setiap jam tidurmu.
Sudah lama aku memperhatikanmu dengan harapan menjadi milikmu suatu saat nanti. Entah aku harus bagaimana jika aku tak juga menjadi.. ah, tidak mungkin. Aku pasti akan membuatku jadi bagianmu. Lihat saja nanti.
Tertanda, Pemuja Rahasiamu
tag : @kitajabar
terinspirasi dari cerita asli milik kenalan nun jauh di sana.
*maaf ya kakak kakak sekalian kalo serem:”) aslinya pengen nulis prosa galau tapi kok ya ndabisa hehe semoga kakak kakak semua ndak kaget*