Aku ingin Sharing, tentang ini..
..
—Sebuah Catatan yg aku tuangkan bersamaan dengan intruksi dari Grup Kepenulisan 'Rahim Peradaban'
..
...
Fenomena tindakan menjijikan dari manusia manusia durjana saban ini, berita berita pelecehan terhadap perempuan yang dilakukan oleh yang berlatarbelakang keilmuan tinggi, hingga yang berdiri diatas nama Islam. Sungguh semuanya benar-benar menyesakkan dada, sejarah kelam yang terjadi kepada perempuan –penindasan, perbudakan, pembunuhan, pelecehan- yang berlangsung berabad lamanya di masa lalu, ia mulai membabi buta pada masa kini, dengan sama kejamnya, atau bahkan lebih kejam dan membuat kami begidik tak habis pikir. Merasa marah dan resah.
Tentang apakah kita akan dengan mudah kembali ke masa dimana kemanusiaan tidak dihargai? Para perempuan tidak lagi punya harkat martabat, bahkan hilangnya keamanan dan kenyamanan perempuan untuk hidup menjanlankan tugasnya di dunia? Padahal masa itu telah terlampau lama berlalu, kenapa harus kembali melambung ke permukaan secara bersamaan?
Jurnal jurnal yang mengkaji mengenai kedudukan perempuan sebelum islam datang hingga kemudian islam hadir ini, tentunya telah menjadi satu dasar keyakinan bahwa Islam adalah obat ampuh untuk membasmi akar permasalahan yang terjadi kepada perempuan dewasa ini, bahkan tentang permasalahan kemanusiaan yang makin krusial dewasa ini. Rasulullah telah mewariskan peraturan yang teramat komprehensif untuk manusia berupa Quran Sunnah. Selama kita berpegang teguh padanya, tidak akan nyeleneh. Islam adalah rahmat bagi semesta. Tidak peduli muslim atau kafir, laki-laki maupun perempuan, syariat Islam ada untuk menyelesaikan permasalahan manusia.
Hanya saja, walau kita tahu islam adalah Jawaban . Walau kita tahu, Islam adalah obat ampuh untuk menyelesaikan permasalahan yang terus bertumbuh berabad lamanya ini. Tetap kita perlu meramu formula yang tepat secara bersamaan, tanpa mencampuradukkan dengan isme-isme lain yang ternyata, kian waktu membuat identitas perempuan kembali terpenjara dalam lingkaran setan ; terlucuti, dilucuti, atau bahkan melucuti;.
Katanya, memang sejarah akan terulang. Maka ada pola pola strategi yang bisa kita kaji dan dalami untuk menangani permasalahan yang berulang.
Hanya saja nya lagi, hari ini tidak sedikit , walau berita pelecehan terhadap perempuan terus bermunculan, tetap sebagian enggan membuka mata atas fakta historis. Tentang Bagaimana heroiknya Islam hadir dengan sepenuhnya menghargaai kemanusiaan, memberikan kemulian terhadap perempuan yang berabad lamanya ditindas oleh manusia manusia durjana. Sampailah, masa dimana para perempuan memiliki ruang peran yang luas untuk berkiprah dalam banyak ranah tanpa menafikan fitrah.
Sebagian enggan berfikir ulang , atau sekedar membuka mata dan telinga tentang begitu kejam peradaban peradaban yang hari ini nampak teramat glamor dan terasa mensejahterakan serta didambakan ribuan mata umat, pdahal dahulu kala amat keji menindas kaum perempuan, hingga menganggap perempuan sebagai sumber daripada dosa bahkan sebagai ibu daripada semua derita manusia. Sekalinya perempuan dianggap sebagai manusia, maka ia semata hanya pelayan, budak dari para lelaki. Bahkan bukan saja dahulu, hari ini ada peradaban yang masih terus beroperasi diam diam untuk mengembalikan harkat martabat perempuan kepada serendah-rendahnya, secara perlahan. Berfikir ulang bukan untuk menanan dendam, namun untuk menguatkan keyakinan bahwa naungan yang paling kaffah dalam menegakkan dasar-dasar kemanusiaan, menengakkan keamanan, keadilan dan kesejahteraan untuk perempuan dan laki laki adalah Islam Rahmatan lil-alamiin.
Sayangnya lagi, dari sebagian bagian lainnya, ada sebagian yang memilih acuh, enggan berkomentar, malas memberikan kepekaan.
Jika begini keadannya, Bagaimana kemudian kami menyusun formula yang tepat untuk membuktikan bahwa Islam lah obat untuk mengembalikkan kemanusiaan manusia ? untuk mengembalikan kemulian perempuan, kesejahteraan hingga keamanan perempuan, bahkan pula laki-laki. Untuk memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada para manusia durjana yang melanggar syariat Tuhan, hingga mereka benar-benar jera. Bagaimana?
















