Hubungan Aku dan Novel Orang Asing
Siapa yang akan menyangka jika sebuah rahasia besar akan terkuak di sebuah akun tumblr yang kecil ini. Rahasia yang meyangkut nama penulis dari luar Indonesia dan seorang mahasiswa semester akut dari sebuah kota kecil di Jawa (aku). Apa saja itu? Simak jahat-jahat :
Foto di atas adalah novel (baswedan) yang dibuat Albert Camus untuk pertama kali, dan pertama kali buat aku baca novelnya Albert Camus. Wow! Sama-sama pertama kali.
Dari sumber2 internet yang saya baca, novel ini adalah buah pemikiran penulis tentang filsafat absurdisme. Sedangkan aku sering dianggap absurd oleh beberapa teman. Wow! Sama-sama absurd.
Oke, aku rasa cukup sudah semua kebodohan ini.
...............................
"Jika kita berjalan pelan-pelan, kita bisa terasing. Tetapi jika kita berjalan terlalu cepat, di dalam gereja kita akan merasa panas dingin." Ia benar. Tak ada jalan keluar.
Buat aku, untuk sebuah novel yang tipis, novel ini merupakan novel yang yang cukup berat (isinya), aku rasa karena dari pengaruh terjemahan dan otak saya yang lumayan lemot. Lalu, alur tulisannya terasa lurus dan datar, mirip jalan dari pwr menuju jgj yang membuat ngantuk. Tapi untuk sebuah novel tipis aku justru semangat untuk menuntaskannya cepat, agar supaya tidak keburu lupa isinya. Di dalam novel ini banyak pemikiran absurd yang jika dibaca oleh orang2 yang tidak cukup pijakan, isinya dapat mereka telan secara mentah2, seperti aku contohnya hahaha. Selain itu, karakter tokoh utama, Meursault, yang sangat absurd dan pasrah, cukup membuat aku geleng-geleng apakah mungkin ada orang seekstrem ini di lingkunganku, yang hampir kehilangan kepekaan terhadap perubahan peristiwa2 penting dalam hidupnya. Fiuh! gilaa hahaha
Tapi dari sekian banyak hal di atas, aku suka dan tetap tertarik menyelesaikan novel ini karena pengangkatan tokoh utama yang bukan berasal dari kalangan atas, bahkan kacangan, dan memiliki idealisme yang bertentangan dengan masyarakat pada umumnya, serta tetap berusaha berdamai dengan hal itu.











