Cerita OSKM #2 Diklat Divisi Mentor bagian 1 (Awal Diklat)
Diklat terpusat OSKM telah selesai. Aku memilih untuk menjadi seorang mentor. Aku menetapkan untuk memilih divisi mentor sebenarnya sudah lama. Saat akhir OSKM 2014 sudah ingin menjadi mentor karena mentor adalah panitia OSKM yang paling dekat dari mahasiswa baru yang pengetahuan/pengalaman kampus ataupun kemahasiswaannya masih sedikit. Mentor adalah divisi lapangan dan ini membuat aku harus mengikuti sebuah diklat divisi yang disebut Sekolah Mentor.
Pada saat pengumuman divisi di akhir diklat terpusat. Tidak ada penyebutan nama divisi namun hanya ada pengelompokan, tetapi dari situ aku tahu bahwa aku adalah calon mentor karena di sekitarku adalah teman-teman yang juga mendaftar untuk menjadi mentor. Kesan pertama pada kawan-kawan di sekitarku adalah terlihat semangat dan canda. Hal ini berbeda dari teman-teman ca-medik ataupun ca-keamanan yang cukup terlihat serius pada saat pengumuman divisi.
Pertemuan 0 diklat dilaksanakan di lapangan cc timur diklat dibuka dengan ‘drama’ pendiklat, orasi dan pendiklat juga melantunkan yel-yel mereka. Hari itu ditutup dengan perkenalan koordiv dan para wakoordiv, penjelasan peraturan-peraturan, tugas-tugas serta spek-spek diklat. Selain itu malam hari setelah diklat hari tersebut juga kami dibagikan kelompok diklat dan pendiklat materinya. Aku sendiri tergabung di kelompok 28 dan pendiklat materiku adalah kak Rendy (KI’13), kak Nidya (MA’13) dan kak Juni (SI’13) .
Diklat hari pertama dilaksanakan di lapangan sipil. Ada yang berbeda di hari tersebut. Sudah ada tadis yang berjaga disaat kami terlambat. Di hari ini satu kelompokku masuk tadis karena terlambat 1 menit yang disebabkan oleh berkumpul terlebih dahulu untuk membagikan spek. Di hari ini juga dilakukan mentoring diluar kampus ITB. Kelompokku sendiri melakukan mentoring di Taman Film.
Kelompok 28 ‘Konoha’
Di awal-awal diklat/sekolah mentor ini aku banyak mendapatkan pengalaman dan teman baru dari jurusan lain. Jumlah calon mentor ada 815 orang dan dari jurusanku sendiri yakni fisika hanya ada 18 orang, itu berarti kesempatanku untuk berinteraksi dengan kawan seangkatan jurusan lain sangatlah besar. Entah bagaimana materi diklatnya nanti yang jelas saat itu yang seharusnya kupikirkan adalah kesempatan berinteraksi dengan kawan-kawan atau pendiklat karena kesempatan seperti ini jarang didapat diluar rangkaian ini.











