Keluargaku
Rasa bahagia itu memang selalu ada di dalam hari-hari kita. Hanya saja kebahagian itu tertutupi dengan sugesti negatif dari pikiran kita. Karena sesungguhnya rasa bahagia selalu ada di dalam hati kita, pikiran kita yang tidak membiarkannya tampak. Dan hari ini.. Aku bahagia. Sulit rasanya untuk menyudahkan senyuman lebar dari bibirku ini. Walaupun aku sudah lelah menggerakkan otot wajahku untuk membentuk lengkung senyuman, namun hatiku masih berdebar, selalu membuatku tetap mempertahankan senyum ini. Kadang tiba-tiba hidungku sakit, mataku mulai berkaca-kaca, seolah merekapun ingin menjadi bagian dari kebahagiaanku ini. Memang ini hanya sebuah momen yang sangat sederhana, mungkin saking sederhananya dapat terlupakan seiring berjalannya waktu dengan sifat pelupaku. Karenanya aku menulis ini, agar kelak saat aku melupakan momen ini, dan Tuhan mengingatkanku kembali melalui tulisan ini, maka aku akan kembali bersyukur, bersyukur akan nikmat Tuhan yang sederhana ini, yang mampu membuat panca inderaku bereaksi. Yang mampu membuatku sejenak melupakan beratnya esok hari. Yang mampu membuatku meneteskan air mata saat menuliskan ini. Terimakasih Ya Allah atas segala nikmatmu. Terimakasih telah memberiku keluarga. Keluarga yang bisa membuatku menangis bahagia. Keluarga tempat dimana meluapkan segala gundah. Keluarga tempat dimana ku berbagi memori. Semoga keluargaku tetap seperti ini. Walau tak diikat dengan darah, namun kami diikat dengan sejarah. See you on top guyss ♡ -Devv













