Dari mereka aku belajar
Dulu, ketika masih sekolah, aku pernah membaca sebuah cerpen, dari cerpen yang kubaca itu, aku mengerti, bahwa jika kamu ingin refreshing dari kepenatan hidupmu, jika kamu merasa sedih sekali, maka rekreasi lah, bukan ke gunung, ke pantai apalagi ke mall. Tapi rekreasilah ke panti asuhan, ke panti jompo atau rumah sakit. Pasti kau akan berubah menjadi manusia paling bahagia dengan rasa syukur yang berlimpah. Itulah mungkin, ketika suatu klimaks aku melupakan nilai-nilai yang kupercayai diatas, Allah mempertemukan dengan adik2 keren para Penerima Manfaat beasiswa. Seperti layaknya pertemuan, ada kenalan dan ada penggalian cerita tentang kehidupannya lebih dalam. Dan itulah cara Allah mengajariku. Hm.. 😠Kejadian yang menurut kita masalah, sungguh rasanya tak ada apa-apanya dibanding masalah mereka. Bagaimana bisa kita disini mengeluhkan tentang kesepian tak ada kawan, tentang organisasi yang tak ada orang, tentang kegalauan mencari dan menentukan pasangan, tentang bapak ibu di rumah yang kurang perhatian dan lain sebagainya. Hal-hal yang [mungkin] remeh semacam itu yang kita pikirkan sampai habis. Sedang mereka bukan itu, mereka memikirkan lebih jauh tentang hal yang sebenarnya bukan kapasitas yang seharusnya mereka pikirkan. Dari mereka aku belajar syukur yang tiada batasnya. Betapa Allah sangat keren membuat scenario kehidupan sebegitu syahduNya. Dan disinilah. Allah benar-benar menguji hambaNya, dan [semoga] menaikkan level mereka melejit jauh diatas orang rata-rata. Alhamdulillah, senang bisa berkenalan dengan mereka yang luar biasa. Terima kasih banyak. :'"-)

















