Page #21
Pagi pagi buta saya udah dibuat tercengo dengan suasana pajak (re: pasar dalam bahasa Medan). Ramainya melebihi jam-jam anak baru aja diantar ke sekolah saat hampir semua ibu rumah tangga menyerbu para penjual. Saya jadi teringat ada pajak yang juga gak kalah ramai. Bukan di jam enam seperti tadi. Tapi di jam tiga pagi. Namanya pajak ujungberung, waktu saya tinggal di Bandung dulu.
Oke. Mungkin lebih tepatnya Pasar Ujungberung. Zzzz.
Tujuan saya berangkat sepagi tadi adalah untuk mengawas simulasi ujian siswa yang dimulai teng jam tujuh. Sebenernya udah lupa kapan terakhir kali bangun sebelum azan subuh dan berada di jalanan saat matahari sendiri bahkan belum bangun. Mungkin yang jam tiga pagi itu kali ya. Eh, atau pas ospek kampus? Ah lupa.
Perasaan di pagi hari seperti itu menyenangkan pastinya. Karena ia adalah sesuatu yang langka. Yang tidak biasa seperti itu akan terus bermakna, bukan? Karena kita dibuatnya seperti merasakan pertama kali. Padahal sudah pernah, tapi jeda yang lama membuatnya baru lagi.
Wa..
Ngomong apa si.
Hahaha itu yang mengalir yaa terketiklah. Yang penting menulis. Karena untuk bersuara, saya belum punya wadah.
Selamat istirahat kamu 😁
.
.
11:59 || My Beddom


















