Salah satu karakter yang saya lihat dari Pak Becak dan Bu Becak adalah "nrimo" alias menerima. "Nrimo" bukan berati kalo nasib hidup seseorang ditakdirkan susah susah lantas orang itu jadi nyerah, males, dan gak mau berusaha. Inti "nrimo" adalah sabar, ikhlas, dan penuh syukur atas segala yang diberikan Gusti Allah dan tetap berusaha melanjutkan hidup dengan segala daya upaya yang kita punya.. Liat aja, biarpun hidup Pak Becak susah, makan seadanya, gak punya harta benda mentereng, bajunya sederhana, pendapatan pas-pasan, lebih sering lapernya dibanding kenyangnya, tetap bahagia juga, tetap saling menyayangi juga, tetap tersenyum juga. Malah senyumnya Bu Becak lebih manis dan lebih tulus dibanding senyum bibir artis ibukota yang berpulas lipstik mahal. Pernikahan Pak Becak-Bu Becak langgeng pula! Subhanallah ya.. bener-bener susah senang dijalani bersama! Combo banget deh tuh pasangan Pak Becak-Bu Becak, ikhlas, bersyukur, sabar, tulus :) Karakter yang makin sulit ditemukan jaman sekarang. Jaman manusia makin materialistis, oportunis, hedonis, konsumtif, maunya serba instan, dan makin suliiiiit bersyukur..

















