Pengisi Seninku.
Apa yang kamu pikirkan ketika hari senin datang?
Ah banyak kerjaan!
Duh masuk kelas pagi!
Harus ketemu kerjaan lagi, hih!
Dan sekiranya banyak lagi.
Namun Seninku kali ini, agak berbeda ku rasa
Sepertinya begitu,
Jadi gini..
Ketika agendaku hari ini adalah LPJ-an setelah menjabat setahun bersama kawan divisi. Tiba-tiba ada yang menghubungiku bahwa sangat membutuhkanku. Kehadiran, dukungan, dan bantuan.
Dia adalah sahabat baikku lebih dari delapan tahun ini. Sekaligus kini menjadi kekasihku. Ya begitulah.
Ia begitu memohon untuk ditemani ke sebuah tempat yang kita berdua bahkan sama sekali tidak tahu lokasinya. Dengan berbekal tekad dan mengebut LPJ di kampus sejak pukul 11.00 – 14.00 dengan terengah-engah dan gegerimisan karena menjelang sore kala itu di stasiun ku pulang cuaca begitu.
Ku temui dia sudah menunggu dengan sabar. Sesampai ku melihat rautnya begitu lega. Ia pun tak lupa bergegas memakaikan aku jas hujan dan helm dengan terburu karena waktu yang mengejar kami berdua.
Gerimis turut mengejar dan semakin terasa deras, ia ku bujuk dan akhirnya berhenti sejenak di sebuah halte. Disana ku gunakan waktu ku untuk kembali menelaah melalui aplikasi peta dan penunjuk arah melalui ponselnya. Ku coba hafalkan dengan baik rutenya dan merogoh sebuah plastic bekas fotocopy yang cukup berguna untuk waterproof ponselnya kala itu.
Terlihat senyumnya begitu lega karena aku mengerti sedikit-sedikit rute menuju lokasi bertemu dengan dosennya itu. Iya, dosennya. Hari ini tiba-tiba dosennya ingin bertemu di sebuah rumah sakit islam.
Lokasi begitu asing dan jauh dari rumah kami. Dengan cuaca buruk akhir-akhir pekan ini jelas aku tak tega membiarkannya berangkat sendirian dengan segala kekurangannya yang sudah ku pahami lima tahun terakhir.
Setelah dirasa agak reda ia kembali memakaikan helm kepadaku, entah kenapa ia sering sekali membantuku begitu. Ia gemas katanya. Gitu. Anak SMA yang sedah berteduh pun hanya mampu melihat kami dengan heran karena menggunakan helm hingga begitu ramainya dengan tawa dan canda pula.
Waktu mulai menunjukkan pukul 16.00 lokasi masih jauh. Waktu janjian ketemu makin dekat. Di tengah-tengah perjalanan. Ada sebuah notifikasi masuk kalau pertemuan diundur pukul 18.30, dan akhirnya kami istirahat di sebuah tempat makan.
Ada hal yang cukup sial terjadi dengan waktu telah menunjukkan waktu 17.00 padahal lokasi masih jauh.
Tau apa?
Kunci motornya bengkok dan tak bisa nyala motornya! OMG!
Usaha mulai dari minjam palu kepada Tukang Nasgor sia-sia akhirnya bertanya Tukang Parkir duplikat kunci dimana. Singkat cerita aplikasi ojek kelamaan, dia panik, dan akhirnya ku ambil inisiaitif aku yang menuju duplikat kunci sendirian.
Dengan mencoba penuh percaya pada Allah yang sudah memberikan mata yang tajam, ku berangkat dengan angkutan umum. Dan alhamdulillah ketemu! Setelah berhasil dan kembali ke lokasi tempat kuliner waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 kami bergegas menuju lokasi Ibu Dosen tercintah. Uw.
Di motor ia tak hentinya bilang “Alhamdulilllah ada kamu, untung kamu bisa nemenin! Gak tau kalau sendirian aku gimana tadi..” ia begitu merendahkan dirinya dengan segala kekurangannya apabila panik dan bingung melanda. Ku hanya bisa terus mengelus pundaknya seraya berkata “Udah udah.. ah berlebihan.. kita kan dari dulu saling bantu aja..”
Senja yang mulai menguning dengan aspal mulai mengering selepas hujan reda kala itu menjadi saksi bisu perjalanan kami
*di saat begini tiba-tiba ku terbayang memuutar lagu Zayn Malik - Dusk till dawn
But you’ll never be alone I’ll be with you from dusk till dawn I’ll be with you from dusk till dawn Baby, I’m right herrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
https://www.youtube.com/watch?v=NeI-lyI556Q
#skip
Menerjang hari yang mulai gelap, angin makin dingin, dan kemacetan mulai membanjiri jalanan lebih dari sisa hujan tadi sore. Ponselnya yang sejak tadi sudah ku genggam untuk menavigasi arah rasanya begitu dingin bak diletakkan di kulkas. Serius!
Namun akhirnya 18.20 kami sampai di lokasi, tepat 5 menit sebelum Ibu Dosen tiba! Alhamdulillah! Walau lokasi ini yang tak akan ku sebutkan aga ngeselin, lokasinya kayak puzzle terpisah-pisah. Satu area yang bikin nyasar. Ujian apalagi ini gitukan sudah sampai lokasi wkwkwk
But, 19.30 segala keperluan disana selesai dan perjalanan pulang yang lebih dingin dari sore tadi sudah menanti. Kakiku sampai kaku-kaku wkwkw
Obrolan demi obrolan terlontar dengan berjuta syukur ia katakan karena sudah ditemani hingga dibantu navigasi sejak awal. Bahkan ketika tiba-tiba hujan (lagi) ia lekas berhenti dan menghawatirkanku. Padahal yang terpaan angin lebih kencang kan di depan. Duh.
21.00 sesampainya di rumahku ayah tengah di depan pintu. Ia turun dan menyalami, lalu berkata “Maaf ya Pak, anaknya kemalaman. Anak bapak tadi sudah bantuin saya buat urusan kampus, sekali lagi makasih ya Pak, permisi”. Ayahku yang tadinya ingin bertanya justru hanya diam dan tersenyum sedikit lalu menyuruh makan malam lalu istirahat.
*** END ***
Sekali lagi setelah hari ini ku belajar, pasangan baik adalah yang akan berusaha bersamamu bagaimanapun keadaannya. Sederhana, namun bermakna sangat luas. Terimakasih kamu mengisi seninku dengan pelajaran baru. Aku sayang kamu.
Iseng Writer, 29 Januari 2018











