Sebagai mahasiswa tingkat akhir, lagi sering banget ngebayangin kalau masa ini akan segera berakhir. Masa melewati bangku perkuliahan yang dulu diidam-idamkan. Masa perkuliahan yang jauh dari ekspektasi tayangan di televisi...
Nyatanya kuliah benar-benar menggambarkan sedikit dari definisi berjuang. Yaa, hidup di bangku perkuliahan hanya perpindah dari tanggung jawab yang satu ke tanggung jawab yang lain. Mengerjakan hal yang tentu saja sempat berkali-kali merasa ingin menyerah...
Aku takut,
Takut kalau suatu saat merindukan masa ini namun tak dapat ku ulang kembali. Kata orang, masa menjadi mahasiswa itu masa coba-coba, semua yang menarik layak untuk diperjuangkan. Tapi nyatanya, belum banyak yang aku coba dan aku pelajari. Merasakan hal yang sepertinya belum ada apa-apoa dibandingkan dengan teman yang lain....
Ah! tuhkan! membandingkan lagii...
Sudah kubilang, aku itu keren, aku membawa diri yang lebih baik dari hari sebelumnya. Yaa begitulah aku, sedang mencoba menerima beberapa takdir yang kusadari memang bukan bagian dari rezeki ku. Khawatir akan penyesalan yang luput dilakukan saat masih mengenyam bangku perkuliahan...
Semoga,
Semoga aku tidak pernah menyesali apa-apa yang pernah dan belum aku lakukan selama hampir empat tahun ini...
Ketika agendaku hari ini adalah LPJ-an setelah menjabat setahun bersama kawan divisi. Tiba-tiba ada yang menghubungiku bahwa sangat membutuhkanku. Kehadiran, dukungan, dan bantuan.
Dia adalah sahabat baikku lebih dari delapan tahun ini. Sekaligus kini menjadi kekasihku. Ya begitulah.
Ia begitu memohon untuk ditemani ke sebuah tempat yang kita berdua bahkan sama sekali tidak tahu lokasinya. Dengan berbekal tekad dan mengebut LPJ di kampus sejak pukul 11.00 – 14.00 dengan terengah-engah dan gegerimisan karena menjelang sore kala itu di stasiun ku pulang cuaca begitu.
Ku temui dia sudah menunggu dengan sabar. Sesampai ku melihat rautnya begitu lega. Ia pun tak lupa bergegas memakaikan aku jas hujan dan helm dengan terburu karena waktu yang mengejar kami berdua.
Gerimis turut mengejar dan semakin terasa deras, ia ku bujuk dan akhirnya berhenti sejenak di sebuah halte. Disana ku gunakan waktu ku untuk kembali menelaah melalui aplikasi peta dan penunjuk arah melalui ponselnya. Ku coba hafalkan dengan baik rutenya dan merogoh sebuah plastic bekas fotocopy yang cukup berguna untuk waterproof ponselnya kala itu.
Terlihat senyumnya begitu lega karena aku mengerti sedikit-sedikit rute menuju lokasi bertemu dengan dosennya itu. Iya, dosennya. Hari ini tiba-tiba dosennya ingin bertemu di sebuah rumah sakit islam.
Lokasi begitu asing dan jauh dari rumah kami. Dengan cuaca buruk akhir-akhir pekan ini jelas aku tak tega membiarkannya berangkat sendirian dengan segala kekurangannya yang sudah ku pahami lima tahun terakhir.
Setelah dirasa agak reda ia kembali memakaikan helm kepadaku, entah kenapa ia sering sekali membantuku begitu. Ia gemas katanya. Gitu. Anak SMA yang sedah berteduh pun hanya mampu melihat kami dengan heran karena menggunakan helm hingga begitu ramainya dengan tawa dan canda pula.
Waktu mulai menunjukkan pukul 16.00 lokasi masih jauh. Waktu janjian ketemu makin dekat. Di tengah-tengah perjalanan. Ada sebuah notifikasi masuk kalau pertemuan diundur pukul 18.30, dan akhirnya kami istirahat di sebuah tempat makan.
Ada hal yang cukup sial terjadi dengan waktu telah menunjukkan waktu 17.00 padahal lokasi masih jauh.
Tau apa?
Kunci motornya bengkok dan tak bisa nyala motornya! OMG!
Usaha mulai dari minjam palu kepada Tukang Nasgor sia-sia akhirnya bertanya Tukang Parkir duplikat kunci dimana. Singkat cerita aplikasi ojek kelamaan, dia panik, dan akhirnya ku ambil inisiaitif aku yang menuju duplikat kunci sendirian.
Dengan mencoba penuh percaya pada Allah yang sudah memberikan mata yang tajam, ku berangkat dengan angkutan umum. Dan alhamdulillah ketemu! Setelah berhasil dan kembali ke lokasi tempat kuliner waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 kami bergegas menuju lokasi Ibu Dosen tercintah. Uw.
Di motor ia tak hentinya bilang “Alhamdulilllah ada kamu, untung kamu bisa nemenin! Gak tau kalau sendirian aku gimana tadi..” ia begitu merendahkan dirinya dengan segala kekurangannya apabila panik dan bingung melanda. Ku hanya bisa terus mengelus pundaknya seraya berkata “Udah udah.. ah berlebihan.. kita kan dari dulu saling bantu aja..”
Senja yang mulai menguning dengan aspal mulai mengering selepas hujan reda kala itu menjadi saksi bisu perjalanan kami
*di saat begini tiba-tiba ku terbayang memuutar lagu Zayn Malik - Dusk till dawn
But you’ll never be alone
I’ll be with you from dusk till dawn
I’ll be with you from dusk till dawn
Baby, I’m right herrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
https://www.youtube.com/watch?v=NeI-lyI556Q
#skip
Menerjang hari yang mulai gelap, angin makin dingin, dan kemacetan mulai membanjiri jalanan lebih dari sisa hujan tadi sore. Ponselnya yang sejak tadi sudah ku genggam untuk menavigasi arah rasanya begitu dingin bak diletakkan di kulkas. Serius!
Namun akhirnya 18.20 kami sampai di lokasi, tepat 5 menit sebelum Ibu Dosen tiba! Alhamdulillah! Walau lokasi ini yang tak akan ku sebutkan aga ngeselin, lokasinya kayak puzzle terpisah-pisah. Satu area yang bikin nyasar. Ujian apalagi ini gitukan sudah sampai lokasi wkwkwk
But, 19.30 segala keperluan disana selesai dan perjalanan pulang yang lebih dingin dari sore tadi sudah menanti. Kakiku sampai kaku-kaku wkwkw
Obrolan demi obrolan terlontar dengan berjuta syukur ia katakan karena sudah ditemani hingga dibantu navigasi sejak awal. Bahkan ketika tiba-tiba hujan (lagi) ia lekas berhenti dan menghawatirkanku. Padahal yang terpaan angin lebih kencang kan di depan. Duh.
21.00 sesampainya di rumahku ayah tengah di depan pintu. Ia turun dan menyalami, lalu berkata “Maaf ya Pak, anaknya kemalaman. Anak bapak tadi sudah bantuin saya buat urusan kampus, sekali lagi makasih ya Pak, permisi”. Ayahku yang tadinya ingin bertanya justru hanya diam dan tersenyum sedikit lalu menyuruh makan malam lalu istirahat.
*** END ***
Sekali lagi setelah hari ini ku belajar, pasangan baik adalah yang akan berusaha bersamamu bagaimanapun keadaannya. Sederhana, namun bermakna sangat luas. Terimakasih kamu mengisi seninku dengan pelajaran baru. Aku sayang kamu.
Tulisan ini adalah pure curhatan mahasiswi (yang gak mau dibilang) tua yang selalu galau skripsian, yang tidak berkenan membaca bisa diabaikan dan langsung discroll aja...
Tepat hari ini, hari terakhir kompre/skripsi untuk angkatan 2013. Jadi, hari ini akhir dari semester 8. Kesimpulannya adalah saya tidak masuk dalam daftar yang lulus tepat 4 tahun. Sedih? Iya, pasti. Kebanyakan orang maunya lulus cepat, tapi impian saya dari dulu cukup lulus tepat 4 tahun. Kenyataannya, tepat 4 tahun itu bukan rencana Allah, hanya rencana saya.
Ngapain aja kok belum lulus? Emang udah sampe mana?
Lagi-lagi, pertanyaan-pertanyaan berbau skripsi itu benar-benar menohok. Lebay ye.. tapi saya sepertinya sedang berada di titik jenuh. Jenuh berhari-hari cuma ke kampus buat nunggu dan menunggu. Entah kenapa rasanya bertemu dengan orang-orang yang diperlukan sangat-sangat sulit. Beberapa urusan di luar skripsi pun ikut-ikut terbengkalai. Bukan karena saya yang malas, karena waktu yang masih belum tepat. Sepertinya begitu...
Single fighter!
Suatu hari teman saya menyebut saya demikian. Jleb! Padahal saya membentuk tim penelitian supaya lebih mudah dan menghemat biaya penelitian. Tapi, keadaan membuat saya harus maju lebih dulu ketimbang teman-teman tim yang lain. Kebanyakan dari teman-teman wara-wiri dengan teman-teman setim mereka. Dan saya harus menelan pil pahit setiap kali ditanya, “kok sendirian?”, “mana yang lainnya?”.
Ya harus kuakui kalau aku single fighter -_-
Btw, saya baru sampai pada tahap akan memulai penelitian, yang perkiraan butuh waktu tiga bulan, kalau lancar. Semoga lancar, hiks! Setelah hampir satu semester kemarin berjuang mendapatkan acc proposal yang didramai dengan dosen pembimbing yang sangat sulit ditemui, kadang ketemu tapi tidak bisa konsul karena beliau ada rapat, menguji skripsi, mengajar, dihubungi pun belum tentu dibalas. Sampai akhirnya menjelang waktu pulang kampung (mendekat lebaran), proposal saya baru fix! Sementara saya belum boleh melakukan penelitian pendahuluan kalau proposal belum fix. Yang artinya, kerjaan saya ya cuma nunggu dan menunggu selalu.
Perasaan ketika melihat teman yang sudah maju lebih dulu bahkan sudah ada yang yudisium? Ngga usah ditanya lah....
Intinya, saya lagi jenuh, bosan, lelah, mau kabur dan menghilang itu nanti kaya gak bertanggungjawab. Sementara orang tua di rumah setia berjuang dan menunggu kabar baik tentang kelulusan.
Mengeluh beginipun malu sama kakak tingkat yang hari ini baru ujian. Mereka bisa se-strong itu tetap sabar melewati skripsi sementara teman-temannya banyak yang sudah ‘menghilang’ dan lebih dulu bekerja bahkan menikah...
Aku rapopo... aku kuat hehehehe
Kan, tulisannya gak berfaedah :(
Yang senasib seperjuangan skripsian, yang sabar ya... Semua udah terjadwal wisudanya, hari sabtu kok :D Entah sabtu kapan..
Yang sudah lebih dulu sampai, semoga tetap dikuatkan dan diberi kesabaran melewati fase berikutnya.. doakan yang masih berjuang dan berkutat dengan segala kejenuhan skripsian.
Masih semangat? Masih ya :)
Sabar lagi ya, sabar terus .... Ada Allah yang bantu, ada doa Ibu dan Ayah yang menyertaimu :)
Ditulis saat menempuh masa-masa kritis pengumpulan skripsi H-36! Seketika sangat ingin menulis apa yang akan gue lakukan setelah lulus (wisuda Agustus, AMIN!) duh.. banyak bangeeeeeet yg pengen dikerjain sampai bingung nanti gimana mulainya hahaha..
- Jalan jalan. ceritanya traveling gitu, yang jauh jauh dulu baru yang deket - deket.. ya.. Oh iya, dalam negeri dulu maunya, setidaknya dimulai dari bulan September dan Desember 2015 (kalau ada duit) hahaha
- Nabung. Ya agak gak sinkron sih.. mau jalan-jalan tapi mau nabung juga, nabung buat masa depan yang itu tuh.. hahaha nabung buat apa aja setidaknya nabung yang bener *resolusi dari kapan tau
- Exercise! gila ya.. badan tuh udah super jompo, padahal dulu atlet taekwondo, sekarang boro boro.. apa apa cepet loyo *cieh mantun.. jadi dulu kan, pagi kerja siang bobo malem kuliah, ngaca aja gak sempet ye apalagi olahraga, dan semakin kacaulah badan, terlalu kurus karena nafsu makan yg gak ada dan bisa dipastikan karena badan gak pernah keringetan, jadi harus setidaknya seminggu sekali olahraga. Mau coba yoga sama panjat panjat gitu, berenang juga enak :D
- Les bahasa. Menyambut masyarakat ekonomi asean *cieh serius. setidaknya mau belajar bahasa lain selain inggris, inggris juga pengen les sih tapi lelah gak sih belajar bahasa inggris dari sekolah dasar haha jadi kayaknya mau coba jerman sama jepang, bahasa jawa juga bolehlah.. kan aku orang jawa *ciehgitu
- Kerja yang dimau. Banyak banget sih list kerjaan yang mau dikerjain.. emang anaknya gak pernah mau ngejar karir, duh gimana ya. kayaknya kalau kerja kantoran bisa stress deh, gak bisa deh didepan meja diem aja gitu. Fix kalau gak media, pengen coba kerja di luar Jakarta. Masih penasaran turun lapangan jadi pekerja sosial, macam butet manurung idolaku, uhuy :D
- Bikin-bikin. Kamu kamu yang suka ikutin kegiatan aku pasti tau dong aku suka everything about crafting wehehehe.. jadi kalau buka pinterest gue tuh isinya craaaaaft melulu. Udah banyak banget boards nya tapi kok ya gak pernah dibikin-bikin. Jadi pengen ngejahit, ngerajut, ngenyulam gitu! gambar gambar juga asik, tapi cuma bisa gambar bunga, kasian.... Jadi mau lebih sering D.I.Y (do it yourself), apa apa bakal di DIY-in deh. Ohiya, suka banget sama shibori jadi mau main celup celup kain lebih sering lagi, cari warna yang bagus buat bikin scarf, kaos, sarung bantal, tote bag.. ih seru banget deh!
- Join workshop! learn something new is always fun!!! Sekarang udah mulai banyak workshop workshop gitu di Jakarta, yang paling sering gue temukan ya workshop yang berhubungan dengan art or craft or hand made.. Jadi mumpung masih muda ya coba coba aja dulu, bekal keterampilan untuk masa depan anak cucu hehehe mau belajar pake mesin jahit banget sih, tapi beli mesin jahitnya dulu
- Foto-foto. Bukan fotoin diri sendiri loh, tapi fotoin orang dan lingkungan sekitar. Fotografer amatiran banget sih emang masih, tapi selalu suka hunting foto, seru aja. Dan mau coba belajar kamera analog film, gemes banget pengen beli Yashica atau Leica jadul, semoga bisa kesampean ya..
- Nulis. Ngeblog trus bikin novel........ hehehe gak deng. Ngeblog aja lebih sering, cerita tentang kehidupan, percintaan, pekerjaan, dan hal hal seru lainnya *penting* pengen kayak Carrie Bradshaw, tapi jangan ngomongin Se* lah ya, nanti judulnya ‘Me and The City’ ih keren gak hahaha
- Student Exchange. Udah ketuaan belum ya? If we never try, we never know ~
- Diving License. Gak berniat ambil driving license aja? *nanya sendiri* hmm hahaha yang susah dulu deh ya, kalau jalan-jalan gak diving katanya rugi banget, secara Indonesia tuh keren banget ye kan!
Okelah ke BM-an ini udah lumayan banyak ya. Jadi ini dulu aja, sengaja ditulis biar gak lupa, dan semoga bikin semangat skripsian demi SE!!!!!! (mimpi apa aku jadi anak ekonomi??!)