Rumah Bergejolak (3)
Kelak, salah satu dari kalian akan terpilih.
Aku tak peduli siapa, sungguh.
Aku hanya peduli apa yang terjadi selanjutnya.
Bagaimana kalian mewarisi apa yang telah kami perjuangkan. Tentu saja, kami tak mau menuntut banyak. Ini adalah masa kalian. Sudah saatnya kami merelakan tempat pembelajaran ini bagi generasi selanjutnya. Saatnya mengetahui, seberapa kalian mulai mengakui perjalanan kami selama setahun kebelakang.
Perubahan atau hanya melanjutkan. Bergerak tanpa mengetahui posisi atau diam mencari arti mengapa himpunan itu harus berdiri. Mengoreksi atau mencaci-maki. Mencoba mengerti atau malah maju setengah hati. Menghasilkan sesuatu atau memberi beban baru. Mempertahankan tradisi atau berani mencoba berbagai hal baru. Mengambil semua ranah tanpa memahami yang namanya supporting system. Membutakan diri dari keluhan kami atau memang menutup hati. Mencari pembenaran atau mulai menyadari makna. Tetap dengan model lama atau mulai berani mendobrak. Sekedar jadi teladan atau memberi nilai pada setiap manusia lainnya. Menghormati atau malah percaya buta pada pendahulu mereka. Tradisi tanpa dasar atau bersedia dicaci dan dimaki. Kebijakan populis berasa pencitraan namun tak berjangka panjang atau mengorbankan era demi suatu masa yang lebih baik.
Pertanyaan selanjutnya, apakah makna dari terpilihnya manusia yang satu ini?
Hanya representasi atau malah sekedar menuruti. Garda depan menghimpun para warga atau malah dari belakang mengontrol suasana. Memberdayakan seluruh potensi atau hanya mereka yang di gedung bertingkat saja. Hanya melihat yang di dalam rumah atau mulai beranjak memberi kesempatan mereka menggores nama himpunan di luar sana, atau memang kalian tak butuh orang-orang yang membawa nama namun tak pernah teranggap -bisa jadi, iya. Mungkin saja orang-orang macam mereka memang pantasnya jadi beban. Coba lihat, seberapa sering kalian bertanya apa yang mereka lakukan dengan keluhan kalian yang bermodalkan program kerja dan agenda. Lihat bagaimana mereka memberikan nilai-nilai yang benar untuk orang yang tepat. Bukan hanya mendiamkan pendiam, membiarkan orang yang tak peduli, apalagi mencaci maki mereka yang tak ada dalam tanpa tapi, bisa jadi.
PENERUS ATAU PELURUS?
Itu pilihan kalian untuk berproses. Selamat memilih.
-Ananta, warga biasa, tak istimewa, apalagi dibandingkan kalian para penghuni rumah yang selalu terdengar.
9 Mei 2016.










