Tipsy
bagi peminum ideologis, menenggak cukrik, ciu, brem, dan tuak bukan hanya sekedar gaya hidup, melainkan juga sebagai perlawanan terhadap hegemoni kapitalis atas maraknya produk miras asing yang berseliweran di bar-bar eksklusif gemerlap perkotaan.
pemabuk jelata adalah ungkapan, suara jeritan mereka yang tidak mampu merengkuh kemewahan lounge dan gegap gempita diskotik. ya, kami ini yang berpesta diantara rimbun pepohonan belukar, belakang poskamling, samping rel kereta, pojok-pojok gubuk derita yang kian hari kian reot.
(dini hari tipsy)

















