Dua puluh tiga tahun yang lalu kurang lebih anak laki-laki ini di lahirkan di kota hujan, tepatnya 13 Agustus 1994. Anak kedua dari 3 bersaudara lahir di tengah keluarga yang sederhana namun sarat akan nuansa keisalaman di dalamnya. Sifatnya yang pemalu sampai akhirnya ia bisa keluar dari zona nyamannya ketika ia tergabung dalam Organisasi Intra Sekolah dan Paskibra di SMP yang menjabat sebagai ketua dikedua Ekskul itu. Tak henti sampai disitu, di SMA pula ia diamanahi menjadi ketua Rohis di tahun kedua ia berada di sekolah. Bertambahpula pengalaman yang membuat ia keluar dari zona nyamannya sebagai laki-laki yang pemalu.
Syaeful Bahri, begitulah nama yang diberikan kedua orang tuanya yang berharap ia bisa setegar dan setajam pedang di lautan. Tegar dalam menghadapi ombak dunia ini dan tajam dalam menegakkan kebenaran.
Kembali lagi lagi tentang keluarganya, bahwa tidak semua insan di dunia ini mendapati dirinya langsung berada dalam bimbingan orang tua yang mengerti dan paham betapa pentingnya menjadi seorang muslim yang taat, menjalankan semua kewajiban-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. Maka tak henti-hentinya laki-laki ini bersyukur kepada Allah swt telah berada dalam lingkungan yang mengokohkan pondasi dalam menjalani kehidupan.
Selain pembelajaran betapa pentingnya kita mempelajari nilai-nilai ajaran agama islam, laki-laki ini pula di ajarkan tentang sebuah kesederhanaan.
Ya kesederhanaan. Salah satu prinsip itulah yang mungkin ingin ditanamkan oleh kedua orang tua laki-laki ini kepada anak²nya. Sederhana dalam berkata, tapi penuh makna. Sederhana dalam bersikap, tapi penuh dengan keteladanan. Sampai pada sederhana dalam berpenampilan, tapi juga menjaga adab berpenampilan, dan berbagai macam metamorfosa dalam kesederhanaan.
Sampai kemudian ia bertemu dengan adik-adik yang punya mimpi yang mulia, mimpi yang mungkin bagi sebagian orang mustahil untuk di realisasikan.
Mereka tak lain adalah mahasiswa-mahasiswi beastudi etos. Orang-orang yang terpilih, yang Allah swt sendiri yang memilih mereka untuk belajar dan mempersiapkan diri menjadi salah satu orang yang akan membawa perubahan untuk bangsa dan agama ini.
Di tengah kesederhanaan yang mungkin lebih sederhana daripada yang pernah laki-laki ini rasakan sebelumnya. Sehingga bertambahpula lagi laki-laki ini belajar tentang makna kesederhanaan yang jauh amat lebih dalam. Beragam pula karakter dan sifat adik-adik yang luar biasa ini, hingga seni untuk membina, seni untuk mengelola dan seni untuk management hati perlu di asah kembali.
Lelah ? Tentu lelah, tapi lelah itu tak akan terasa ketika melihat semangat mereka, melihat azzam mereka, dalam perjalanannya merealisasikan cita-citanya sudah cukup mengobati lelah ini, begitu kata laki-laki ini. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain, apalagi dengan janji Allah swt bahwa surga adalah tebusan bagi orang² yang mau mewakafkan dirinya di jalan-Nya.
Harapan laki-laki ini cukup sederhana pula, ia berkata : "Tetaplah sederhana dik, karena dengan kesederhanaan itu kamu tak akan dibutakan oleh dunia yang fana ini. Tetaplah sederhana dik, karena dengan kesederhanaanmu orang² akan lebih dekat denganmu. Tetaplah sederhana dik, karena dengan itu pula, in sya Allah kita akan dijauhkan dari sifat kesombongan yang Allah sendiri membenci sifat ini. Tetaplah sederhana dik, karena di dalam kesederhanaamu itu, kamu akan banyak menemukan makna lain di dalamnya"
Maka laki-laki ini ingin prinsip kesederhanaan itu ia dan adik-adik yang ia temui itu pegang dari sekarang hingga nanti kita bercerita tentang makna apa saja yang kita temukan dari arti sederhana. Dimana ? Di surga-Nya
“Ya Alloh, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syariat-Mu.Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaanya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup.Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal yang baik kepada-Mu.Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Ya Alloh, kabulkanlah permohonan kami ini.Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami, Muhammad SAW, juga segenap keluarga dan sahabatnya.”