Interpretasi cerpen "Pengaduan Sukab" karangan @senogumiraajidarma dalam buku "Dunia Sukab". Ruang interogasi, tampaknya tak lebih dari sekadar tempat negosiasi. Tak seperti umumnya, hal ini terjadi tanpa pilihan. Harus "iya" atau akan ada penyiksaan yang berhenti setelah "peng-iya-an". Begitulah sederhananya cerita ini disampaikan. Hal ini diperparah dengan gambaran kekuasaan. Sebuah kritik bahwa siapa pun yang punya kuasa harus siapa dikritik. Jangan pernah bersikap antikritik. Salah satu upaya mengingatkan kepala-kepala yang picik bahwa tak ada pembenaran akan kesalahan yang dilakukan. Dalam cerita ini, pun digambarkan tentang berharganya kehidupan. Sesiapa dapat dengan rela menerima siksa demi memperpanjang nyawa. Di antara banyaknya derita yang disampaikan semesta, selalu ada muara tempat membasuh luka. Sejahat apa pun lingkungan kita. Yakinlah, masih ada telinga yang menerima kebenaran dan tergugah hatinya pada kemanusiaan. #pengenceritaaja #duniasukab #pengaduansukab #nourabooks #goodreads #instagram #bookstagram











