Mengenal sejak dini : Osteoarthritis, penyakit karena usia
siapa sih yang tidak tahu apa itu osteoarthritis atau yang lebih di kenal dengan radang sendi ?. Peradangan sendi ini biasanya di sebabkan karena proses degeneratif atau penyakit sendi karena proses penurunan usia. Namun selainitu terdapat juga penyabab lainnya seperti memiliki riwayat cedera pada sendi tersebut sebelumnya, riwayat mobilisasi yang lebi pada sendi, setres berulang akibat perkejaan, olahraga, dan hobi, obesitas, dan hemofilia dengan pendarahan ke sendi atau hipertiroidisme. OA bisa mengenai semua persendian ditubuh, meliputi sendi panggul, lutut, tangan dan kaki.
Tanda dan gejala dari OA ini adalah rusaknya kartilago hialin. Mekanisme kerusakan kartilago ini diawali karena pecahnya serabut kolagen dan disorganisasi proteoglikan sehingga kartilago mengabsorsi air. akbita dari absorsi air ini terjadilah keretakan pada kartilago atau disebut juga dengan fibrilasi. Akibat adanya keretakan pada kartilago, lambat laun kartilago akan mengelupas masuk ke dalam rongga sendi hingga mengakibatkan sumbatan. Bilamana kepingan kartilago ini terperangkap pada lapisan sendi, akan menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga mempengaruhi gerak sendi dan menyebabkan penurunan gerak sendi. Untuk mengatasi rasa tidak nyaman ini, cairan sinovial berusaha untuk menyerap kepingan dari kartilago tersebut. Sehingga kartilago hialin lama - lama akan menjadi tipis dan semakin tipis hingga tidak ada tulang kartilago yang tersisa. tulang dibawah kartilago kemudian menjadi licin dan halus akbiat gesekan antar tulang, menyebabkan eburnation pada ujung tulang. Pembebanan akibat aktivitas akan memperberat kerja dari sendi sehingga memperparah terjadinya eburnation hingga akhirnya terbentuk osteofit yaitu tulang yang berbentuk tajam yang tumbuh pada tepi sendi.
Gambaran klinis yang biasanya terjadi pada OA yaitu :
nyeri saat menopang beban disebabkan oleh membran sinovial terjepit dan hipertrofi, dan nyeri tulang sebagai akibat dari gesekan secara bersamaan ujung tulang; nyeri pada malam hari dan juga dapat terjadi setelah aktivitas berat ; serta nyeri setelah aktivitas fisik.
kekauan setelah inaktivitas yang pulih setelah terjadi pergerakan.
penurunan rentang gerak yang disebabkan oleh spasme otot, kontraktur, atau sumbatan tulang.
atrofi otot, kelemahan, dan spasme sebagai akibat tidak digunakan dan peregangan berlebihan pada otot.
deformitas dan pembesaran sendi.
krpitasi sendi ( suara akbiat gesekan tulang dengan tulang pada sendi).
penurunan fungsi akibat nyeri dan kelemahan otot.
Dalam penangannya selain menggunakan medikamentosa, penangan oleh fisioterapi juga dapat membantu memperbaiki statsu fungsional pada pasien. pemberian modalitas dan program latihan oleh fisioterapi dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan fungsional dari penderita. Pemberian modalitas MWD dan US dapat membantu mengurangi nyeri pada penderita. selain itu program penguatan otot pada sekitar sendi yang mengalami OA dapat membantu meningkatkan kembai kemampuan fungsional sendi yang terbatas akibat adanya nyeri.