UJIAN YANG MENEGANGKAN
Hampir satu jam kami istirahat. Kami istirahat sampai bel berbunyi. “Eh kayaknya udah sejam deh, kok belnya belum berbunyi?” tanyaku pada Kelsa. “Entah” jawabnya singkat. Tepat pada saat Kelsa menjawab, tiba-tiba ada pengumuman dari mikrofon. “Perhatian-perhatian siswa siswi mohon masuk ke kelas, karena bel sekolah sedang rusak. Terima kasih.” Kami semua berlari menuju kelas. Bu Yati datang dengan surat yang ingin dibagikan kepada kami. “Anak-anak kami, para guru, sepakat bahwa…..”mungkin bu Yati sengaja memotong katanya agar seisi kelas penasaran. “....semingu lagi kita akan PAS atau biasanya disebut Penilaian Akhir Semester!” lanjut bu Yati. Setelah kalimat itu disebut oleh Bu Yati, Bu Rosa membagikan surat yang sedari tadi ditangan Bu Yati. Aku membaca dengan teliti. Ternyata itu jadwal ujianku selama 8 hari. Setelah Aku pulang tepat pukul 14:00, Aku memberitahu Ayah dan Bunda bahwa seminggu lagi akan ada ujian. “Nah, karena bentar lagi mulai ujian, kamu belajarnya yang rajin ya,” ujar Bunda. “Iya bunda” kataku.
Seminggu kemudian, “Nabila cepatlah nanti terlambat ga bisa ikut ujian” kata Ayah. “Iya yah, sedikit lagi” jawabku. Aku cepat-cepat menyusul Ayah setelah sarapanku habis. Kami berangkat menggunakan sepeda motor, setelah mengantarku sekolah, Ayah berangkat bekerja ke kantor. Sesampainya di sekolah, kami tidak upacara atau apel saat ujian. Kami memulai kegiatan dengan shalat Dhuha, lalu memulai ujian dengan tema 5 subtema 1, 2, 3, 4, kami ujian sesuai dengan kurikulum 2013. “Nah,anak anak waktu habis, silahkan kumpulkan jawaban kalian dan kalaian boleh istirahat” kata Bu yati. “Iya Bu” jawab kami. Kami mengumpulkan kertas ujian kami, berdoa bersama, lalu kami istirahat. Saat ujian kami istirahat hanya 15 menit, jadi saat bel kami harus sudah masuk, kalau masih jajan dan terlambat bisa diganti oleh pukulan rotan sebanyak 5 kali. “Triiing Triiing” bel berbunyi tepat pada saat jajananku habis. Aku langsung lari ke kelas agar tidak dikenakan rotan. Kami lanjut dengan ujian B.Indo dan PKN. Sementara tadi adalah ujian pelajaran MTK dan SBDP. Kami pulang pukul 10:00 karena ujian. Saat aku pulang, Aku melihat Bunda sedang melingkari kalender. “Bun, Bunda sedang apa?” tanyaku. “Iya, Bunda sedang apa?” tanya Ayah yang juga penasaran. “Ini Bunda sedang melingkari tanggal saat kita rapat mudik” jawab Bunda. “Rapat mudik itu apa Bunda?” tanyaku. “Rapat mudik adalah rapat yang menentukan mudik kita akhir tahun ini” kata Ayah membantu menjawab pertanyaanku. “Ya udah kalian ganti baju, lalu Nabila boleh ikut ayah nyari makan siang” kata Bunda mengingatkan.
Delapan hari kemudian, “Anak- anak besok ada pembagian Raport dan ini hari terakhir kita sekolah kita akan nonton bareng, istirahat dan besalaman” kata Bu Yati menjelaskan. Kami menonton film movie, lalu istirahat selama 15 menit. “Assalamu’alaikum daaah kelsa, ainun, lana, hani, dan semuanya...” salamku pada mereka. Keesokannya, Aku sudah disekolah bersama Bunda pada pukul 08:00 pagi untuk mengambil Raport. Kami masuk kelas dan mengambil nilai kertas ujianku. “Apa, nilaiku ada yang 12?” jeritku tidak percaya. “Bunda aku peringkat berapa?” tanyaku setengah merengek. Bunda tersenyum dan berkata “coba kamu lihat sendiri” kata bunda sambil menunjuk nunjuk kertas peringkat bagian atas. “Apa, peringkat 1 yee” kataku senang. Kami pulang dan bunda sudah mengambil raportku. “Alhamdulillah bunda, walaupun nilaiku ada yang 12 tapi aku ditakdirkan peringkat 1” syukurku hari ini.












