Perpustakaan Digital (iPusnas, EPerpusdikbud, dan e-Pustaka Bdg)
Bagi yang belum tahu, iPusnas adalah perpustakan digital persembahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. EPerpusdikbud adalah aplikasi perpustakaan digital milik Kemendikbud RI. Sementara, e-Pustaka Bdg adalah aplikasi perpustakaan digital milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung.
Ketiga aplikasi perpustakaan digital tersebut, bisa diunduh melalui Play store. Untuk iPusnas sendiri, tersedia aplikasi untuk ponsel pintar (smartphone) dan komputer (PC). Jadi, jika bosan dengan tampilan layar yang kecil bisa beralih ke komputer. Bisa dicari sendiri untuk ukuran aplikasi masing-masing.
Dari ketiga perpustakaan digital ini, iPusnas memungkinkan interaksi antar sesama pengguna, selain memberi rating buku dan ulasan. Sedangkan EPerpusdikbud dan e-Pustaka Bdg, hanya memungkinkan untuk memberi rating dan ulasan saja. Dan kedua aplikasi ini kurang lebih hampir sama (karena kedua aplikasi ini bekerjasama dengan Gramedia Digital).
Kurang lebih seperti di atas tampilannya.
Agar pencarian buku lebih cepat, bisa dengan ketik judul buku atau kata kunci dari buku yang dicari di kolom pencarian (khusus EPerpusdikbud dan e-Pustaka Bdg). Sebab, kedua aplikasi ini tidak bisa memunculkan buku jika hanya mengetik nama penulis. Sementara, iPusnas bisa dicari dengan mengetik judul buku atau penulisnya.
Info yang tidak kalah penting adalah jumlah buku yang dipinjam dan masa peminjaman. Di iPusnas, maksimal buku yang dipinjam adalah 5 buku dengan masa peminjaman setiap bukunya 5 hari. Maksimal buku yang dipinjam di EPerpusdikbud adalah 3 buku dengan masa peminjaman setiap bukunya 7 hari. Sedangkan, di e-Pustaka Bdg maksimal buku yang dipinjam adalah 2 buku dengan masa peminjaman setiap bukunya 7 hari. Walaupun perpustakaan digital diakses secara daring (online), kita tetap bisa baca buku secara luring (offline) kalau bukunya sudah kita unduh (downolad).
Oh iya, buku yang dipinjam di iPusnas jika ingin dikembalikan lebih awal dari batas peminjaman, maksimal menunggu 1x24 jam. Sementara di EPerpusdikbud dan e-Pustaka Bdg tidak perlu menunggu satu hari. Semisal, buku yang kita pinjam hari ini bisa dikembalikan di hari yang sama. Tapi, jika pinjam di iPusnas, kita harus menunggu besoknya untuk dikembalikan.
Secara pribadi, menu di iPusnas lebih interaktif dan lebih beragam dalam kategori bukunya. Buku-bukunya juga lebih banyak. Ketersediaan buku dari ketiga aplikasi perpustakaan digital untuk jenis sastra, kurang lebih hampir sama. Masih minim. Tapi, di e-pustaka Bdg rata-rata ada 5 salinan buku. Kalau iPusnas dan EPerpusdikbud, umumnya rata-rata tiap buku disediakan 2 salinan. Jadi, wajar kalau banyak antrean apalagi untuk karya penulis terkenal. Untuk mengecek ketersediaan buku tertentu, tinggal dilihat saja pada bukunya.
Koleksi buku terbitan baru, semisal Selena dan Nebula (serial bumi karya Tere liye) bisa dibaca di EPerpusdikbud. Sementara untuk buku serial bumi lainnya dari Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceroz dan Batozar, Komet, Komet Minor beberapa ada di iPusnas dan e-Pustaka Bdg. Intinya, ketiga perpustakaan digital ini saling melengkapi.
Tidak ada alasan tidak bisa membaca buku hanya karena tidak punya buku. Perpustakaan digital ini, bisa jadi solusi untuk yang punya hobi baca buku tapi belum bisa beli buku. Selamat membaca.












