Pagi ini rencananya mau ke kampus, ngerjain skripsweet yang sudah berteriak-teriak minta diperhatikan. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sudah mulai bosan ngampus dan males buat ketemu orang-orang di kampus (sebenernya bukan males ketemunya, tapi males dengan pertanyaan-pertanyaan ‘loh, vita belum lulus? Kirain udah maret kemaren. Kapan wisuda? Kemana aja ga pernah keliatan, bla bla bla’), maka sejak mengerjakan skripsi beberapa bulan yang yang lalu, sayapun ‘berpetualang’ mencari tempat enak untuk diskusi dan ‘nykripsi’. Selama ini, tempat yang saya kunjungi hanya tempat-tempat di Jakarta, meskipun sebenarnya saya tinggal di Bekasi. Jadi pagi ini, setelah sempat googling tentang tempat ini beberapa bulan sebelumnya, saya memutuskan untuk datang langsung ke Perpusda Bekasi. Tempatnya tidak jauh dari rumah saya yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, dan akses angkutan umumnya pun mudah, jadi tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk berangkat. Rute angkutan umum dari stasiun kranji (atau dari arah jenderal sudirman) adalah naik angkot nomor 25, turun di Jl. Rawa Tembaga 2 (berseberangan dengan gor bekasi, turun di pertigaan setelah jembatan penyebrangan orang).
Naah kalau lihat di google maps, dari jalan tembaga 2, kita diperintah untuk berjalan lurus kemudian belok kanan, well itu tidak benar, karena kalau mengikuti si mbah google, alih-alih sampai di Perpusda Bekasi, anda akan sampai di Polisi Militer (ini serius). Setelah bertanya dimana letak perpustakaan kepada Polisi yang ada di luar gedung, saya langsung balik arah dan berjalan sesuai arahan Polisi. Ternyata kalau mau ke perpusda, dari jalan rawa tembaga 2 harusnya belok kiri, gedung perpustakaannya terletak di sebelah gedung Telkom Indonesia. Lalu masih dengan berjalan kaki, sampailah saya di sini, di Perpustakaan Daerah Bekasi. Parkirannya memang tidak terlalu luas, tapi tempatnya enak buat ngerjain tugas, ruangannya dingin, sepi. Tidak ada tanda buka ataupun satpam yang berjaga di luar ketika saya datang tadi, jadi saya langsung masuk, setelah tengok kanan, tengok kiri, sayapun menemukan penjaga dan langsung diminta mengisi buku tamu, setelah mengisi data, saya ditawari untuk menjadi anggota, tapi karena saya tidak punya KTP Bekasi atau tidak sedang berkuliah di Bekasi, jadi tidak bisa menjadi anggota, sayang sekali…
Ruang bacanya tidak terlalu besar, hanya ada satu ruangan dengan meja dan kursi-kursi, sehingga sekilas menyerupai ruang meeting. Lalu ada juga tempat untuk mengerjakan tugas, yaitu meja bundar dengan empat sekat, sehingga sangat memungkinkan kita berkonsentrasi.
Untuk koleksi bukunya, jujur saja saya belum sempat lihat-lihat, karena tujuan awal kesini memang hanya untuk mengerjakan tugas. Tapi lain kali saya akan datang lagi dan baca-baca disini. Oiya satu lagi, koneksi internetnya lancar banget loh disini, jadi tunggu apalagi, ayo ke Perpusda Bekasi!! 😉