Birth Story of Syarhabil 'Umar Daifiq (2/4) - Sekitar pukul 9, gelombang cinta yg sesungguhnya itu akhirnya muncul. Rasanya beuuh.. nikmat. Dari pinggang ke bawah mulai menekan-nekan. Setiap gelombang muncul, aku melakukan thawaf di rumah sambil berdzikir diselingi menggoyangkan pinggul di gymball ditemani suami tercinta. Alhamdulillah.. semua masih tenang. Pukul 11 kucoba tidur namun sulit, akhirnya tidur-tidur ayam yg setiap 3 menit sekali terbangun karena gelombang cinta yg semakin menguat. Gelombang cinta semakin kencang bahkan semakin rutin hingga pagi hari. Sebelum menuju tempat persalinan, suami menyiapkan air hangat untuk mandi agar rileks. Dilanjut dengan sarapan pagi, ketika di cek pembukaan masih pembukaan 2 padahal gelombang cinta sudah semakin kuat dan intens hampir 2 menit sekali. Seolah itu tanda-tanda pembukaan 8, tapi ternyata baru pembukaan 3. Support suami tak surut, ia mendampingiku sepenuh hati. Senyumnya, sabarnya dan bahkan pijatannya saat gelombang cinta datang menenangkanku. Operator persalinan yg tak kalah sabar dan ramah berkali-kali membimbingku untuk terus bergerak di gymball dan memintaku untuk tersenyum. Pembukaan berjalan sangat lambat, dari pembukaan 2 menuju 3, 4, 5 cukup lama. Padahal posisi bayi sudah berada sangat bawah dan siap meluncur. Suhu tubuh mulai naik karena malamnya sulit tidur, operator persalinan khawatir saat mengejan kehabisan tenaga karena kelelahan. Saat pembukaan 7, dipandu bidan Tutik untuk tidur sambil diberikan afirmasi positif dan mengatur nafas (hypnobirth). Alhamdulillah semakin tenang. Saat terbangun sudah pembukaan lengkap dan tak tahan ingin mengejan. Operator persalinan membebaskan keinginan mengejan dalam posisi apa pun. #gentlebirth #silentbirth #hypnobirth #persalinannyaman #minimtrauma #birthstory #babyumar #110418 #AM #Sukabumi (at Sukabumi)












