Pertemanan Dewasa
Semakin ke sini, ada kalanya tiba-tiba merasa sepi ketika sendirian. Padahal, teman-terman itu ada. Kalau butuh teman bicara, bisa berkirim pesan untuk menyamakan waktu demi sebuah pertemuan. Tapi kehidupan dewasa, terkadang lebih kompleks dari sekadar 'menyamakan waktu untuk bertemu'.
Saat ini aku berusaha memeluk kesendirian itu dengan menyelami berbagai hal baru, dan beberapa hal lama yang pernah kucoba dulu. Hingga menemukan titik-titik mana yang masih memberikan rasa nyaman, dan bisa dijadikan tempat pulang saat sudah kelelahan.
Pulang dari hiruk pikuk kehidupan dewasa, hadir dengan sukarela.. duduk mendengarkan atau mungkin sedikit berbicara. Yang entah mengapa, tiba-tiba bisa begitu saja memberikan energi baru lagi.
Terkadang, aku ingin sekali bisa menjadi teman yang selalu ada. Tapi tak bisa dipungkiri, makin ke sini... energi sehari saja, jujur sudah ampun-ampunan mengaturnya. Tak jarang, ada tebang pilih dalam memprioritaskan. Walau itu bukan maksud untuk memutus percakapan, jujur.. itu hanya 'mode bertahan'.
Dahulu, hampir setiap pertemuan dirayakan dengan momen foto bersama. Namun, makin ke sini, ternyata membawa pulang hati yang penuh dengan ketenangan itu sudah amat cukup. Menghilangkan kesalahpahaman, dari satu dua kata yang mungkin salah diartikan dari obrolan di ruang maya.
Jam terbang pertemanan, ga bisa bohong yha. Tapi balik lagi ke orangnya sih. Kadar seberapa kenal itu, tidak dipamerkan dengan kalimat validasi 'gue paham banget lu gimana' ... namun, dari gestur-gestur kecil yang entah bagaimana hanya beberapa orang yang bisa mengartikan kondisi orangnya kalau sampai sudah kejadian.
Aku dan kebiasaanku, dan temanku dengan kebiasaannya. Ahh, menulis ini hatiku jadi menghangat. Sampai pelan-pelan, pipiku terasa panas. Ada yang meleleh jadi cair di sana...
Bentuk perlindungan Allah itu beragam bentuknya. Entah dengan mendatangkan suatu hal dalam hidup kita, mempertemukan kita dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada value-value yang sedang kita usahakan untuk terjaga.
Kasih sayang Allah pada hamba-Nya tak bisa kita ukur seberapa besarnya. Sebagai manusia, kita takkan akan pernah bisa menyamai tingkat cinta yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya.
Terima kasih banyak Yaa Allah Atas semua perlindungan yang Engkau berikan Atas penjagaan yang Engkau datangkan, melalui orang-orang yang Engkau pilihkan ====== Kebayoran Lama, 14 Februari 2026.













