Teknologi Self-Service Untuk Karyawan dan Pelanggan Anda
Teknologi self-service juga membantu untuk mendapatkan pelanggan kembali dengan cara yang lebih cepat. Terutama jika mereka mengalami kecelakaan mobil atau kembali ke rumah mereka lebih cepat jika sudah ada kerusakan properti.
Keputusan IT di perusahaan asuransi kendaraan ini sebagian besar dibuat di sepanjang garis biaya di masa lalu. Akan tetapi dalam banyak kasus retensi pelanggan dan pembeda fitur software sekarang lebih didahulukan dari penghematan biaya. Ini merupakan langkah eksekutif (CIO, CFO, dan CEO) yang cukup menarik untuk kita amati. Keselarasan yang lebih besar dengan tim produk untuk mendapatkan fitur baru keluar pintu dengan cepat juga merupakan prioritas untuk IT di perusahaan asuransi kendaraan tersebut. Tenaga trampil yang terlibat melampaui kemampuan teknis juga sangat diperlukan dalam hal ini. Menanamkan set nilai pada karyawan di seluruh kolaborasi dan manfaat DevOps juga diperlukan.
Jika kita fokus pada nilai-nilai dan tujuan akhir, kita keluar dari terlalu terobsesi tentang siapa melakukan apa, dan [berpikir] lebih [tentang], ‘Bagaimana kita hanya menyelesaikannya?’.
Ke depannya, Perusahaan asuransi kendaraan tersebut akan membawa teknologi baru internet untuk hal-hal seperti sensor dan analisis tahun depan. Ini dilakukan untuk dapat meningkatkan aplikasi cloud yang sudah berjalan. Sensor tersebut dapat dimasukkan ke dalam kendaraan, misalnya, untuk menilai kebiasaan mengemudi pelanggan.
Ini menjadi sangat menarik untuk diterapkan pada seluruh jenis bisnis di Indonesia. Artinya, perusahaan akan lebih mempunyai suatu sistem pengukuran yang lebih akurat dalam menentukan setiap tindakan baik itu untuk pemasukan maupun pengeluaran. Disamping itu, perusahaan akan lebih mudah dalam menganalisa untuk memperbarui produk atau mengadakan produk baru untuk di tawarkan ke pelanggan.
Silahkan Ikut Diskusi Studi Kasus Ini Disini.
Dalam hal ini, budaya kerja DevOps yang diterapkan dengan baik dapat menghasilkan sebuah nilai pembeda yang memberikan keungglan kompetitif. Dengan demikian sebagai hasilnya, para eksekutif perusahaan akan lebih percaya diri lagi dalam menentukan rumusan untuk memajukan bisnis perusahaannya.
DevOps dalam praktik di dunia nyata memang merupakan suatu pendekatan untuk lebih berfokus pada pelanggan, baik layanan maupun inovasi. Di Tahun 2017, industri Fintech Indonesia akan memulai suatu era evolusi digital yang baru. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pimpinan perusahaan untuk mendapatkan gambaran jelas yang lebih luas.