Hari ini, adalah hari yang besar. Dibantu Mas Yudi dan Mas Agung dan Mas Mumun, Markas Power Ranger didatangi tamu yang dipimpin Bu Susanna, Pak Lubis, dan Pak Ayi, para ajudan a.k.a. asisten matkul/dosen, serta bala tentara dari mahasiswa prodi Oseanografi FITB ITB.
Topiknya ada dua; 1. Sedimen Transport, dan 2. Estuaria. Tapi tetep, apapun tema yang disodorkan, materi sharingnya pasti ga jauh-jauh gumuk pasir yang istimewa. Hasilnya? cukup ramai. Terlalu ramai mungkin. Sesi nonton film, semua berjalan baik-baik saja. Sesi sharing ini yang agak bikin de ja vu. berasa kaya sidang skripsi (lagi). Ada 4 pertanyaan dari mahasiswa dan 1 dari Pak Lubis.
“mas, kenapa zona inti itu sempit banget?” - dengan cinta, yang sempit jadi lapang, yang jauh jadi dekat, yang diminta diusahakan dipenuhi. Gitu.
“Om, kira-kira, Markas Power Ranger sudah ngapain aja selama ini?” - emang siapa yang Om-Om?
“kalau ada pohon di gumuk pasir, apa pengaruhnya?” - tentu saja ada (dan panjang jawabannya).
“apakah ada efek eksistensi vegetasi memberikan dampak pada endapan material pasir? apakah fenomena terhentinya (pembentukan) gumuk pasir akan berpengaruh pada spit di sungai-sungai wilayah Bantul?” - pertanyaan yang terakhir agak berat.
Pertanyaan pamungkas yang datang dari Pak Lubis cukup panjang. Ibarat soal ujian, pertanyaannya bukan model pilgan atau esai singkat. Pertanyaannya ibarat soal uraian panjang ala-ala OSN Fisika yang 5 soal bisa jawab berjam-jam. Sampai buka database skripsi/ Tapi alhamdulillah terjawab dengan baik (kayanya).