POPPY
Lantang teriakku yang di palung
mengemis tolong pada penyelam paling piawai;
siapapun itu.
Lautku yang asin terlalu biru
ditenggelamkan keinginan
dipeluk gelap, hampir mati sebab sesak.
Sekarang ini aku terbaring
di bibir pantai paling ramai
yang baik orang-orangnya.
Aku, dibasahi dosa
mereka tetap berdoa.
Sudah kubilang aku tak suka berenang
tapi diam di sini pun membuat perang.
— Bandung, A.










