Sebelumnya Saya mau mengucapkan Terima Kasih atas ketersediaan kepada para Artist yang mau di wawancara singkat dengan Saya bisa dibilang ala-ala “Jurnalis Independen” (Pengakuan Diri Sendiri... Hahahaha...)
Acara yang berlangsung sebenarnya dari pertengahan bulan Juni ini akhirnya selesai di akhir bulan agustus. Banyak cerita dan pengalaman seru di balik berlangsungnya acara Pameran yang di beri Teman #PlayInProgress ini. Dari mulai proses ide terciptanya Pameran, sampai banyaknya kejadian yang bisa dibilang aneh jika Kita pikirkan lagi. (Pencurian dan Rusaknya Karya)
Saya sempatkan wawancara singkat di tengah keramaian acara dengan salah satu Seniman sekaligus inisiatr acara Pameran #PlayInProgress ini
Abenk Alter, (as a Producer and Curatr of #PlayInProgress)
“Karena menggandeng 3 seniman lain. Jd dibutuhkan kurasi singkat. Belum lagi berhubungan langsung dengan pihak management Plaza Indonesia dan kesiapan lokasi serta prepare alat-alat yang disiapkan juga perlu diperhatikan”.
kalau dari antusiasme masyarakat sendiri Gimana tuh? “Feed back yang didapatkan pun cukup Positif dan senang bisa membuat orang ikut meramaikan pameran collective ini”.
Kalau dari Suka-dukanya, “Pameran ini cukup membuat Challenge, maksudnya bagaimana caranya mengedukasi publik akan sebuah karya dengan tidak menyentuh dan merusak sebuah Karya juga Respect terhadap Karya para seniman yang sedang berpameran”. Ungkap seorang Bapak yang ingin mengeluarkan single barunya
Sementara di sisi lain terdapat 2 Seniman yang tidak kalah terkenalnya di dunia Instagram, Onix atau yang lebih dikenal dengan @rebellionik dan @muklayisfine ,
Adapun @rebellionik ini memasang struktur tiga dimensi dengan beberapa lapisan transparant yang terhubung dengan senar yang seakan menyala dan kuat. Kalau Karya Bang Onix sendiri apa ini maksudnya, “biasanya Saya memang memakai medium UV”. Terlihat dr Lampu-Lampu UV yang menampilkan kesan menyala saat memasuki area Pameran. Karena Kesibukannya mhn maaf Saya belum sempat bertanya detail mengenai karya dan kesibukan yang sedang dilakukan. (Maklum Jurnalis ala-ala namanya juga.. hehe..)
Lain halnya dengan @muklayisfine sendiri menanggapi #PIP atau #PlayInProgress ini. Menurutnya “PIP, bukan bermain dalam karya, tapi Bagaimana caranya gw bisa lbh baik lagi dgn Tuhan. Karya ini sebenarnya ingin menyindir orang, kenapa beribahadah klo kena musibah doang, ada masalah doang.” (Jujur Saya terkejut dan takjub dengan pola pikirnya)
Adapun medium yg dipakai ini sebuah Papan dgn modifikasi Tambahan rumbai-rumbai, layaknya Sajadah di dua sisi persegi panjang. Dan di dalamnya mengambarkan ada cerminan layaknya azab neraka yg ada di dalam benak "Muklay" sendiri.
“Kita memang belum tau adanya gambaran azab itu seperti apa, bahkan seperti dlm buku-buku yang mungkin pernah kita baca sendiri bener tidaknya kita juga belum tau, seperti adanya orang yang di tusuk lidahnya atau gambaran lainnya.” Ungkap seorang yang Bajunya selalu nyentrik ini
Terakhir, ada Ican*Agoesdjam yang sempat menceritakan bagaimana memulai dunia seni ini
“Gue mulai pameran tahun 2008 semarang - belanda. Adapun Basic nya adalah Visual Joki dan Editor video 2006, Namun memulai karya melalui medium Motion Graphics dimuali tahun 2009-2010.”
Beliau ini melengkapi area pameran di #PIP ini dengan kesan teknologi (Visual digital) jadi ikut meramaikan suasana Pameran agar lebih hidup.
“Adapun untuk pameran di belanda sudah masuk tahun ke 4, kalau di identikan degan seorang musisi itu bisa punya 4 Album.” Ungkap Bapak yang Karya sempat dicuri Flashdisknya.
For you who love Behind The scenes and Process behind an Amazing
place and Exactly an Art , Maybe You Have to watch this Video.
Struggle and Sharing About ART
Process and Behind The Scenes
#PLAYINPROGRESS adalah pernyataan Abenk untuk mengundang semua orang untuk menikmati hidup dan mengejar sebuah Progress dengan gambaran bermain bukan pekerjaan yang penuh dengan aturan dan merasa tidak bebas dengan banyaknya aturan di dalamnya. So Do You Work in Progress or #PlayInProgress ?