Masyaallah
seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from China

seen from Israel

seen from Sri Lanka

seen from Italy
seen from United Kingdom
seen from Israel
seen from Thailand

seen from Japan
seen from Russia
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Thailand
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Italy
Masyaallah
Berjalan Seperti Pemenang
Piala Dunia 2018 Rusia. Tandukan keras Samuel Umtiti sukses menggetarkan jala gawang Belgia. Prancis unggul 1-0 dan bersiap melangkah ke partai final. Yang menarik adalah cara Umtiti merayakan gol tersebut. Ia berjalan melenggak-lenggok di pinggir lapangan dengan kedua tangan berayun-ayun genit layaknya seorang model di atas catwalk, lalu berhenti di dekat bendera corner dan mencium badge tim nasional Prancis di dadanya sambil diikuti rekan-rekannya yang lain. Gaya flamboyan Umtiti itu sontak menarik perhatian banyak pihak dan disebut-sebut sebagai salah satu selebrasi yang ikonik. "Sebelum pertandingan, aku mempraktikannya di ruang ganti. Semua orang tertawa. Di sebelahku ternyata ada pelatih dan asisten pelatih, dan itu sebabnya orang-orang tertawa, karena aku tak sadar ada pelatih di sana. Akhirnya, aku putuskan untuk melakukannya lagi jika aku membuat gol," ujar Umtiti. Saking populernya, selebrasi tersebut masuk ke dalam video game dan dijadikan lirik lagu pop Prancis.
PRANCIS mengaku masih kecewa dengan perlakuan brutal tentara Israel (IDF) terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Pasalnya, sejumlah a
PRANCIS mengaku masih kecewa dengan perlakuan brutal tentara Israel (IDF) terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Pasalnya, sejumlah aktivis itu merupakan warga negara mereka.
Itu sebabnya Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menegaskan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum terkait masalah tersebut.
“Selain kecaman, yang memang diperlukan dari sudut pandang politik, kami harus bertindak karena ada korban dari WN Prancis. Kami tak dapat mengesampingkan untuk melaporkan semua tindakan yang terekam dalam video tersebut kepada otoritas hukum kami. Tidak ada siapa pun yang boleh menyerang rakyat Prancis dengan impunitas dan tanpa respons apa pun,” tegas Lecornu.
Pernyataan tersebut merujuk pada video yang diunggah pejabat keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada 20 Mei, yang memperlihatkan aparat keamanan Israel memaksa aktivis flotilla bersujud di lantai dalam kondisi terikat.
GSF sebelumnya melaporkan adanya sekitar 30 kasus patah tulang yang dialami para aktivis. Mereka juga menuduh pasukan Israel telah melakukan kekerasan saat mencegat kapal bantuan kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, sejumlah aktivis flotilla berencana mengajukan gugatan terhadap Israel di sejumlah negara atas dugaan pelanggaran yang terjadi selama penahanan mereka. (*/N-01)
Gol Yang Tidak Dirayakan
Piala Dunia 2018 Rusia. Bola tendangan jarak jauh Antoine Griezmann gagal dihentikan kiper Fernando Muslera dan masuk ke dalam gawang. Prancis pun unggul 2-0 atas Uruguay. Namun, setelah gol tercipta Griezmann hanya berdiri di tempat, tak memperlihatkan ekspresi bahagia sementara rekan-rekannya bergantian memeluknya. Griezmann memilih tidak melakukan selebrasi karena ia menghormati timnas Uruguay di mana dua rekan seklubnya di Atletico Madrid bermain, yaitu Diego Godin dan Jose Maria Gimenez. "Aku tidak mau melakukan selebrasi di lapangan. Aku merasa senang tetapi juga sedih untuk rekanku (di Atletico). Ini adalah pertama kalinya aku bermain melawan Uruguay, jadi ada banyak emosi yang kurasakan," ucap Griezmann. Godin sendiri menjadi ayah baptis bagi anak perempuan Griezmann. Kedekatan Griezmann dengan Uruguay sebenarnya sudah terjalin sejak dirinya memulai karier profesional. Ia diorbitkan ke Liga Spanyol lewat klub Real Sociedad oleh Martin Lasarte, seorang pelatih asal Uruguay yang menemukan potensi Griezmann untuk menjadi pemain kelas dunia.
📊 Semua tim sudah siap tempur! Sekarang giliran kamu tentukan pilihan terbaikmu. Gaskeun sebelum kickoff! 😊🙏🏻🤝.
Pertunjukan Kelas Dunia
Piala Dunia 2006 Jerman. Duel antara Brasil melawan Prancis di perempat final digadang-gadang sebagai ajang balas dendam Ronaldo atas kekalahan di final Piala Dunia 1998. Saat itu Ronaldo bermain dalam kondisi tidak fit dan hanya bisa pasrah menyaksikan Prancis menjadi kampiun berkat dua gol sundulan Zinedine Zidane. Kini Brasil jauh lebih diunggulkan. Selain karena mereka adalah juara bertahan, skuadnya pun diisi oleh para pemain bintang, seperti Ronaldinho dan Kaka. Berbeda dengan komposisi skuad Prancis yang banyak diisi "pemain tua", termasuk Zidane yang saat itu berusia 34 tahun dan sudah memutuskan pensiun selepas turnamen. Namun, fakta di atas lapangan berbicara lain. Laga itu justru menjadi pertunjukan masterclass Zidane yang seolah mengajari para pemain Brasil sepakbola indah (jogo bonito) lewat berbagai trik dan keterampilannya mengolah si kulit bundar.
Baru beberapa menit laga dimulai, Zidane sudah memamerkan skill melewati 3 pemain Brasil sambil menggiring bola. Selanjutnya ia men-juggling bola melewati kepala lawan, melakukan gerakan roulette khasnya, meloloskan bola dari hadangan bek, dan melepas umpan-umpan terobosan berbahaya. Dengan gayanya yang elegan, ia mengatur ritme permainan dan merancang skema serangan Prancis. Puncaknya adalah saat ia memberi assist lewat free kick kepada Thierry Henry yang berbuah satu-satunya gol kemenangan Prancis. "Orang-orang akan membicarakan penampilannya dalam 50 tahun, 100 tahun ke depan. Ia adalah seorang pesulap sejati," ujar rekannya, Florent Malouda. Hebatnya lagi, Zidane sebenarnya sedang mengalami cedera paha dan memaksakan diri tetap bermain. Usai laga, Zidane mendatangi ruang ganti pemain Brasil dan bertukar jersey dengan Ronaldo yang memuji langsung penampilannya di atas lapangan.
AROMA masakan rumahan menguap di dapur darurat bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Aroma itu
AROMA masakan rumahan menguap di dapur darurat bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Aroma itu datang dari ayam bumbu manis, terong balado, dan tempe goreng yang dimasak para relawan untuk para warga terdampak longsor.
Di antara para relawan, tampak David Cailleba, chef asal Prancis, yang ikut memasak bersama anggota Indonesia Chef Association (ICA) dan Tagana. David turun langsung membantu penyintas di dapur bencana.
Keterlibatan David bermula dari pertemuannya dengan rekan-rekan chef dalam acara Chef Day pada 25 Januari 2026. Saat itu, ia baru kembali tinggal di Indonesia dan bergabung dengan ICA. Dari ICA, David menerima informasi tentang bencana di Kabupaten Bandung Barat dan langsung bergabung ke dapur darurat.
“Saya dapat banyak pesan, ada informasi bencana dan ada yang mau bantu masak. Dari situ saya bilang saya ikut,” ujar David di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1/2026).
Piala Dunia 2006 Jerman. Zinedine Zidane mengenakan sepatu Adidas Predator Gold dalam semua pertandingan di turnamen ini. Sepatu berwarna emas itu diproduksi khusus secara terbatas oleh Adidas dan tidak dijual untuk umum.