HIKMAH PERTEMUAN DAN KESADARAN
Jika pertemuan kita adalah mimpi,
maka izinkan ku kumpulkan layaknya 1000 bintang kertas di dalam stoples untuk membuat permohonan agar kau tidak mati,
Kau bilang kau akan mati, terlilit kemelit dunia, dimana dunia kian hari kian mencekik, kapitalis merajalela, terbudaki di Negeri sendiri kian nampak secara terang-terangan, bahkan manusia bergerak secara auto-pilot tanpa kesadaran khusus demi bertahan hidup.
Ah pikirmu, kau pikir aku terlahir dari keluarga cukup mampu, tak punya beban dan masih banyak kesempatan, celetuk pikiran dari otak sekaratmu. Nampaknya, semua orang punya struggle masing-masing, bahkan masih berpikir perihal masalah publik, daripada privat. Begitulah terlahir dengan jiwa-jiwa humanitarian.
Apa yang kita lihat, belum tentu kenampakannya, belum tentu apa yang dijalaninya bersadarkan keyakinannya penuh 100%, masih ada unsur luar, masih ada unsur ikut-ikutan, masih terkait unsur budaya, aku harap dan kita sama-sama harap, dengan membawa harapan, kiranya manusia mulai tersadar, dan terbangun dari mimpi. Mungkin tidak langsung, tapi setidaknya tulisan ini diharapkan membawa dan membangun sedikit kesadaran.
Semburat Sore,
25.01.2026







