Review: Launching Supersonicloveisticated E.P. at Lou Belle Shop, Bandung
Tidak menggunakan rute biasa lewat Cihampelas yang melalui jembatan Pasupati untuk menuju Setiabudi agar tidak terjebak macet. Saya mencoba rute baru melalui jalan Siliwangi, ada pertigaan jika belok kanan ke Ciumbuleuit, tapi jelas saja saya mengambil belok kiri kearah Setiabudi. Dugaan saya salah, ternyata sama saja macet, ampun padahal ini bukan malam minggu.
Saya juga sedikit lupa lagi letak dari Lou Belle Shop itu dimana, antara sebelah kanan atau jajaran Rumah Mode. Lumayan banyak polisi didaerah Setiabudi pada malam ini. Pelan-pelan sambil lihat kiri kanan dan ternyata benar tidak jauh dari Rumah Mode, berada disebelah kanan, jadi saya harus memutar dulu.
Parkiran sudah terlihat penuh sekali dengan kendaraan motor, entah kalo yang kesini banyak yang membawa mobil, mau parkir dimana. Begitu ingin masuk kedalam, saya bertemu Bapak yang satu ini yang suka pakai hoodie H20 dan teman dari Pak Endy juga. Sambil menunggu acara dimulai, saya memilih duduk menunggu diluar sambil mengobrol dengan Bapak yang satu ini, aduh saya lupa namanya.
Ya! Saya datang ke acara launching EP-nya 70s orgasm club, setelah delapan tahun terbentuk, trio funk-blues yang terdiri dari Anto Arief (gitar/vocal), Rio Novtriansyah (bass), dan Endy (drums) ini baru akan merilis mini album yang diberi tajuk Supersonicloveisticated pada hari ini, 27 April 2012 di Lou Belle shop, Jalan Dr. Setiabudi 56 Bandung. EP ini merupakan intro untuk album penuh yang akan dikeluarkan akhir tahun ini. Dari rencana awal mengeluarkan album penuh dengan total 12 lagu yang sudah direkam. Begitu terkonsep sekali acara launching EP yang begitu meriah ini, dari luar Lou Belle Shop pun sudah terasa ada penampakan UFO dipameran "Antara Cinta, Benda Terbang Aneh, dan Psikedelia".
Suara MC sudah terdengar dari luar yang membuka sesi kedua dari 70s Orgasm Club dan akhirnya saya pun maksud, kurang lebih sekitar pukul 19.00 wib. Ternyata saya datang pada sesi kedua, padahal sebelumnya ada sesi pertama pada sore hari, ya sudahlah. Acara dibuka oleh Anto Arief yang mengantarkan intro dan berinteraksi kepada yang sudah hadir keacara mereka. Saya pernah baca katanya Anto ini adalah seorang die-hard dari sang legenda James Marshall Hendrix, jadi pada waktu dulu pedal pertama yang ia beli setelah memiliki gitar elektrik dan ampli Micro Amp adalah wah pedal Orginal Cry Baby, bukannya Overdrive, seperti kebanyakan gitaris pada umumnya karena ia tergila-gila oleh suara cekwak-cekwak fungky yang dihasilkan gitar dengan pedal wah. Waktu di Common Room kata-kata,yakni: “Cinta, cinta, cinta!” itu adalah pada saat itu saja, ternyata pada acara ini kata-kata itu ada lagi, mungkin “Cinta, cinta, cinta!” itu adalah kata-kata khas seorang Anto Arief.
Entah hal apa yang membuat saya terharu melihat Anto Arief hari ini, walaupun di sekeliling dengan suasana ceria. Namun masih ingatkah dengan dia yang sempat membuka konser tunggal Koil di hadapan ratusan penonton berbaju hitam-hitam di satu panggung besar? atau dari genjreng-genjreng akustikan tiap Sabtu pagi di taman lansia di Bandung (setelah malamnya membuat open mic rutin di sebuah kafe)?. Hanya ada satu kata yang terlintas di pikiran saya yaitu "Gigih", gigih sekali orang yang satu ini. Sempat saya pernah lihat juga di Youtube untuk mengiringi penampilan langka Morgue Vanguard a.k.a. Ucok ‘Homicide’ di penutupan pameran mengenang seorang seniman Bandung yang mati muda. Sir Dandy pun ternyata memuja Anto sebagai “dewa gitar” di dua lagu spontan ciptaannya “Ode to Antruefunk Part I & II”.
Katanya Anto Arief ini juga menyukai musik Psychedelic, tapi dia lebih mempercayai the power of mind, termasuk konsep The Secret, buku motivasional yang sempat menghebohkan itu, dan katanya dia pernah mempraktikkan metode yang disarankan buku tersebut. “Gue pernah pengen banget punya satu gitar. Gue pasang gambarnya sebagai screensaver di laptop, gue print fotonya untuk ditempel di tembok. Bahkan gue udah sediain satu stand kosong di kamar gue, khusus buat gitar itu kelak. Dengan cara yang aneh, gitar itu akhirnya terbeli juga!.
Ramai sekali acara ini, dan begitu hangat. Tapi saya merasa dan lihat didominankan dengan kalangan intern dan pers, entah apa perasaan saya saja karena banyak saya jumpai wajah-wajah lama. Sempat menghilang selama beberapa tahun terakhir karena kesibukan dan dua dari mereka sudah berkeluarga. Akhirnya 70’s Orgasm Club diputuskan untuk dijalani oleh vokalis/gitaris/penulis lirik Anto Arief sendiri. Maka dari itu perilisan album ini sekaligus pesta perpisahan dan penampilan terakhir 70′s Orgasm Club dengan formasi lengkap. Kedepannya 70s Orgasm Club akan jalan dibantu oleh additional player.
Walaupun saya tidak begitu hafal lagu-lagunya tapi saya menikmati performa mereka. Sedikit cerita, waktu saya smp kelas dua, saya sudah punya dua lagu mereka yang saya masih ingat adalah "Pepermint Insect" dan "Love Bus". Saya dapatkan dari unduhan di Myspace pada jaman dulu, "Halo Myspace apa kabarmu sekarang?" entah apa yang terjadi dengan myspace pada belakangan-belakangan ini, sebagai rasa kecewa pengguna myspace yang intens. Sadar tidak sadar ternyata lagu "Love Bus" terinspirasi judul lagu dari Nirvana yang berjudul "Love Buzz", ujar Anto Arief.
Ada sedikit kejadian yang menurut saya lucu, tiba-tiba ada sosok dari jauh yang menghampiri saya, ternyata dia adalah Ilham dari smansa dulu, teman seperjuangan saya waktu SNMPTN 2011. Saat saya tanya, ternyata dia kesini bukan untuk melihat 70s Oragsm Club main, tapi untuk ketemu sama guru bahasa inggrisnya yang suka akan budaya lokal, yang hadir diacara ini dan untuk latihan conversation sepertinya, sungguh aneh sekali saya rasa haha tapi bagus ham!
Ide pameran ternyata berangkat dari foto benda terbang aneh bidikan Dimas Theodora, seorang teman Anto Arief, dari atas pesawat. Dari situ muncul ide untuk merespon foto itu dengan menjadikan projek seni. Karena ia menemukan ada korelasi antara cinta (yang menjadi tema lirik), benda terbang aneh (UFO)& psikadelia. Tiga hal yang menjadi fenomena di tahun 70-an. Selain itu ketiganya juga sangat berhubungan dengan kondisi psikologi seseorang. Dan di jaman modern seperti sekarang pun ke tiga hal itu masih merupakan misteri.
Setelah performa 70s Orgasm Club selesai didalam. Selanjutnya dilanjutkan pada sesi pers diarea halaman belakang Lou Belle Shop, maaf saya tidak tahu apa nama sesinya tapi diambil alih juga oleh MC, tapi ada sesi nostalgianya seperti becerita saat kapan panggung yang paling berkesan dan ada sesi foto untuk pers.
Dalam rilis persnya, 70’s Orgasm Club mengungkapkan dari situlah muncul ide untuk melebur perilisan Supersonicloveisticated EP ini menjadi projek seni terbaru Anto Arief, dengan kata kunci: merespon. Itulah mengapa mini album ini berkolaborasi dan dirilis oleh 34/7 Records di bawah bendera Unkl347, yang memiliki program kolaborasi dengan seniman dan grup musik dengan nama “Friends Do It With Unkl”.
Setelah sesi foto untuk pers, MC pun membolehkan untuk siapa saja untuk berfoto juga. Saya melihat banyak yang ingin mengabadikan momen ini dengan ikut foto bersama, ah saya juga cuek aja ikut foto bersama mereka dengan minta tolong Ilham untuk memfotokan, saya sangat suka dengan package EP mereka, disamping kaset termasuk tee shirt, goodie bag, dan lain-lainnya pokoknya mantap, tapi sayangnya saya tidak membawa kocek berlebih pada malam ini. Selain pameran ternyata diramaikan pula oleh penampilan DJ, Setelah acara pers lanjut dengan Dj set dari Rekti yang sudah siap-siap di turntablenya.
Tenggorokan sudah tidak bersahabat, akhirnya saya dan Ilham mengambil minum yang dibelakang, wah segar sekali dikasihnya malah Mix Orange Juice oleh chefnya. Ilham pergi dengan gurunya, saya tiba-tiba bertemu rombongan Rama, ada Adit, Rio, dan satu lagi saya lupa namanya. Ternyata mereka datang disaat yang tidak tepat, ketika performa 70s Orgasm Club sudah selesai, katanya karena habis magrib saling nunggu dan makan dulu, jadi saja datangnya telat. Untuk alternatifnya Rama mengajak kita ke Safe House, katanya ada event juga disana. Jika saya sih setuju aja, dan lainnya pun setuju. Oh iya ada Eross juga, dikenalkan oleh Rama. Eross katanya adalah manager dari BAD, yang akan main di Safe House nanti. Wah mantap sekali hari ini, menghadiri dua gigs dalam satu malam. Hanya bermodalkan bensin semata. Setelah diputuskan akhirnya kita pun meninggalkan Lou Belle Shop pada malam itu sekitar pukul 21.00. Menuju Safe House yang dulunya bernama Beat n Bite di jalan Ambon 8A (di hook, pas belokan) dekat Vertex DVD, dekat SMP 7 Bandung. Acara ini masih berlangsung sampai hari minggu, berarti masih ada dua hari lagi. Ayo yang belum kesana, masih bisa melihat pameran “Antara Cinta Benda Terbang Aneh & Psikadelia” dan masih banyak band yang merespon acara mereka, ada High Time Rebellion, Nada Fiksi, The Triangle, Tulus, dan lainnya, tapi tentu saja telah melewatkan performa dari 70 Orgasm Club dengan formasi lengkap. Jumat, 27 April 2012