We standing for our self, saya menyebutnya momen "klik".
Sudah hampir berapa bulan saya intenes sama teori yang bukunya saya jadikan pajangan di feed, kenalnya udah dari tahun 2020 udah berkelana kemana-mana ternyata balik lagi ke dia, ecieee wkwk.
Gak, ternyata ga begitu " Paten" selagi belum rampung nyatanya kamu memang belum paten.
Tapi perjalanan selama 7 bulan kurang lebih, saya masuk ke dunia yang saya pikir menyenangkan. Ketika yang bisa saja salah paham menyamakan kamu dengan self love? Ah bukan semacam sesuatu yang membuat "self" Dimanjakan.
Akhirnya aku tau pertanda jelas kalau kamu muncul itu bersamaan dengan penderitaan, aku mulai menderita🤣 kenapa namanya meneduhkan tapi core utamanya adalah mengenai penderitaan?
Kupikir memahami kamu cukup dengan "empati" taunya ada yang berkata empati hanya sekedar "resonansi" Tapi kamu yang si yang paling paham bahwa memang adanya penderitaan yang otomatis berkeinginan keluar dari penderitaan itu.
Dimana kamu mengajarkan kesadaran yang penuh, untuk selalu berbuat baik kepada diri sendiri, menerima bahwa "yah" Kita adalah kebanyakan manusia pada umumnya, yahh kamu menjelaskan tidak ada manusia sempurna di dunia ini, bahkan kamu sendiri membuat aku belajar dan mencari tahu, apa itu kesempurnaan? Perfeksionism?
Dan nyatanya wow, yah begitu wkwkwk, atau kearah mana lagi yang bisa disebut penderitaan🤣
Kamu mengajarkan, gapapa kalau mau nangis nangis aja, kalau merasa malu yah malu-malu aja, atau segala pengalaman, rasa, dan pikiran yang hadir, yah "nikmati" Yang penting tervalidasi, kemudian? Setelah semuanya sudah tervalidasi barulah melanjutkan perjalanan kayak "kemana selanjutnya".
Menjadi " Seimbang" Bisa jadi adalah output ketika kamu mulai bertumbuh bersama aku, with another me me me n me lainnya🤣.
Mau melanjutkan, tapi sepertinya sudah agak mentok wkwk, next yah lanjutin "kebucinan" "Aku"yang melewati derita untuk memahami derita, dan berusaha untuk keluar dari derita.
#lebay amat bahasanya🤣 yah suka suka wkwk.











