Kawasan Titik Nol Yogyakarta
Titik Nol Kota Yogyakarta
Ya, benar, Titik Nol Kota Yogyakarta, bukan titik Nol kota lainnya. Lokasinya di seputaran perempatan Jalan Malioboro di utara, jalan Pangurakan di selatan dan Jalan KHA Dahlan di barat serta Jalan P. Senopati di timur.
Dulunya, orang menyebut kawasan ini adalah Air Mancur. Karena di tengah perempatan tersebut terdapat air mancur.
Sedangkan di depan Kantor Pos (Kantor PTT – Pos Telegraf dan Telepon) terdapat tiang berisi papan petunjuk arah dan jarak (plang). Ke arah barat antara lain menunjulk Wates, Purworejo, Kebumen, Cilacap dan sebagainya, ke arah utara antara lain Muntilan, Magelang, Semarang, ke arah timur, Surakarta/Sala, Surabaya.
Karena posisinya “di tengah” itulah kemudian oleh sebagian orang diasumsikan sebagai Titik Nol Kota Yogyakarta. Dari batas kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman di utara, Kabupaten Bantul di barat dan selatan serta timur, relatif sama 4-5 kilometer. Mangkanya dianggap sebagai pusat atau titik nol.
Tidak saya tahu siapa yang kemudian mencetuskan pertama, kawasan tersebut disebut Titik Nol. Tapi yang jelas, ketika Ebiet G Ade sering bermain gitar dan menyanyikan lagu Camelia di pagar Air Mancur, kawasan tersebut adalah kawasan Air Mancur atau bagkan Seni Sono.
Titik Nol, tidak ada di batas barat, batas timur atau batas utara atau selatan. Tetapi pusat.
Hanya saja saya tidak tahu mengapa titik nol Indonesia kemudian berada di Sabang. Kenapa tidak di Merauke misalnya, atau di Rote Ndao yang paing selatan Indonesia atau Kabupaten Talaud yang paling utara.
Titik Nol Yogyakarta, juga tidak di Kepatihan sebagai pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta atau di Balai Kota Timoho atau Balai Kota Lawas yang ada di Jalan KHA Dahlan. Tapi kawasan yang “diyakini” sebagai titik pusat Kota Yogyakarta.
Jogja 21 Januari 2023
















