saya terkatagori sebagai makhluk bumi yang kurang menyukai puisi. why? bagi saya hanya sekedar pemborosan energi dan waktu. cuma-sekedar-mengungkapkan suatu maksud, kenapa harus memilih ribet menganalogikan, mengkonversi, apapunlah termnya. jujur, biasanya saya tak cukup sekali membaca untuk sukses memahaminya, bahkan akutnya harus berulang kalipun saya tak cukup berhasil. (haha nggak punya seni banget atau standar IQ minimum yah? yakin keduanya -.-). umm well, tapi terkadang saya juga butuh mendiskusikan ini kembali, dengan mengatasnamakan perasaan. yah, perasaan saya sering interupsi, bahwa ia juga butuh perwakilan kata-kata untuk mengindikasikan wujudnya. karena ia terlalu malu untuk dilihat. ofcourse, atas latar belakang tersebut dideklarasikanlah MoU dibidang kesastraan. dibuktikan dengan memulai penjajakan pada puisi. padahal jauh sebelumnya juga udah curi start sihh. *dilempari sepatu :D dan pemirsaa, pastinya tau donk sastrawan Sapardi Djoko Damono. saya menyukai karya-karya kerennya. Hujan Bulan Juni salah satunya. happy transleting guys! :) Tak ada yang lebih tabah dari hujan Bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya Kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan Bulan Juni Dihapuskannya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan Bulan Juni Dibiarkannya yang tak terucapkan Diserap akar pohon bunga itu