Sekejap di Kuala Lumpur - Putera Jaya - Malaysia
Di Kuala Lumpur cuma transit beberapa jam doang, but we want to make it to the max!
Tujuan saya adalah Siem Reap, Kamboja, karena tidak ada jalur Jakarta – Siem Reap maka harus transit di Kuala Lumpur. Ada jeda waktu sekitar 5-6 jam, saya dan 3 orang travelmate pun setuju bahwa nunggu penerbangan berikutnya ga harus stay di bandara aja, jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar Kuala Lumpur.
Dengan naik taksi dari bandara kita menuju ke landmarknya KL, apa lagi kalau bukan Petronas Twin Tower. Memang wajar sih kalau wisatawan yang datang ke KL mau foto-foto di depan gedung tersebut, tapi yang ga wajar kalau foto-fotonya tengah malam. Nah, itulah yang kita lakukan.
Kita sampai di depan Twin Tower sekitar jam setengah 1 malam dan langsung pose buat foto. Nilai plus dateng tengah malam begini suasananya sepi jadi gampang banget dapetin foto yang clear tanpa ada orang yang wara-wiri disekitar. Tapi ternyata di tengah kita asyik berfoto-foto datanglah petugas dan kita diusir. Katanya udah kemaleman dan waktu buat masuk ke kawasan gedung tersebut udah habis. Hiks, kita sempet protes sih minta diperpanjang sedikit waktu buat foto-foto, daripada tanggung! Lanjut foto-foto lagi sedikit, dan sebelum petugasnya makin sewot kita pun beranjak pergi dari Twin Tower.
Tengah malam gini mau ngapain di KL? Daripada geje ngeliatin jalan sepi (tapi ga ada motor trek-trekan) kita pun memutuskan untuk cari makan di café yang buka di sekitar situ. Ternyata ada café yang buka 24 jam di dekat Twin Towers, namanya NZ Curry House Gardencafe. Tempat ini persis di depan Twin Towers dan masih ramai dengan orang-orang yang ngobrol-ngobrol, insom atau sekedar nyari makan tengah malem. Disini kita pesan nasi lemak yang harganya juga reasonable mengingat cafe ini ada di tengah kota diantara himpitan gedung-gedung tinggi.
Kira-kira jam 2 dini hari, saya dan travelmates sudah duduk di mobil yang membawa kita ke bandara. Kita memilih naik Grab-car aja karena sepanjang perjalanan ngeliat billboard gede yang mengumumkan promo murah Grab. Driver Grabnya cewe loh, kita ngerasa amazed kok mbak drivernya ga takut nge-Grab tengah malem gini. Kalau menurutnya, ia sering nge-Grab sampai larut malam dan selama ini aman-aman aja. Setelah kenalan dengan kakak driver yang bernama Ain tersebut, dia menceritakan bahwa ia juga sering traveling, salah satu cerita serunya adalah ke Inggris (enaknye orang Malaysia jalan-jalan ke Inggris ga perlu ngurus visa Schengen) dimana dia harus struggling saat traveling disana. Dia pun menawarkan untuk melihat-lihat Putrajaya terlebih dulu sebelum ke bandara karena lokasinya berdekatan. Karena jadwal flight masih sekitar jam 6 pagi maka kita setuju untuk kesana yang merupakan daerah pusat administrasi Malaysia dengan bangunan yang luxury. Ini dia kita bareng kak Ain (yang paling kiri).
Kita sampai di bandara dengan aman, waktu penerbangan pun masih jauh, kita pun masih bisa makan nasi bungkus bekel dari rumah, cuci muka, touch-up, sholat, dan santai-santai dulu. Tapi mungkin karena kelewat santai kita nyaris ketinggalan flight, sampe lari-lari ke gate (mana bandaranya lebar) yaah anggap aja olahraga pemanasan sebelum jalan-jalan di Angkor Wat.

















