Kehadiranmu mampu membuat aku berpikir akan hidup selamanya
Dan kepergianmu membuatku mati secara tiba-tiba.

#dc comics#dc#batman#tim drake#dc fanart#bruce wayne#dick grayson#batfam#batfamily


seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from T1

seen from Morocco

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from Germany

seen from Romania
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
Kehadiranmu mampu membuat aku berpikir akan hidup selamanya
Dan kepergianmu membuatku mati secara tiba-tiba.
Maukah?
Aku mengerti, untuk sampai titik ini kau telah melewati banyak sakit hati. Telah banyak kecewa yang lahir oleh karena kau disakiti oleh orang-orang yang sempat kau percaya. Juga telah habis ratusan malam engkau berdoa tentang hati yang ternyata berujung meminta pergi. Oleh sebab itu jika sekarang kau begitu tinggi membangun tembok itu di hatimu, aku mengerti.
Hadirku hari ini di hidupmu bukan untuk mendobrak tembok itu dan memaksa masuk ke dalam sana. Tidak. Kau tenang saja. Aku akan menunggu di luar sini hingga kau sendiri yang pada akhirnya membukakan pintu dan mengizinkanku untuk masuk. Kau tak perlu khawatir, aku tidak akan ke mana-mana. Ambillah jeda waktu yang kau butuhkan untuk setidaknya merasa baik-baik saja. Kita tak harus langsung menuju langkah yang besar. Biarkan aku di sini membantumu. Menemanimu melewati hari hingga hatimu mulai bisa percaya lagi. Izinkan aku untuk ada di tiap kau pinta. Apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya, itu urusan nanti.
Yang penting hari ini, aku ingin kau mulai bisa percaya lagi. Setidaknya padaku. Percaya sebagai sesosok teman yang benar-benar sayang padamu. Aku sadar, kau mungkin sudah jengah dengan segala rayuan dan juga kata-kata. Namun, percayalah. Aku menyukaimu dan itu adalah satu-satunya hal yang tidak akan berubah untuk hari ini, esok dan seterusnya.
Aku tak ingin rasaku ini memaksa. Biarkan cinta tumbuh karena terbiasa. Oleh sebab itu, setidaknya jika ada sedikit aku di hatimu, atau ada sedikit saja kepingan rasa bahwa kau merasa ini patut dicoba, bagaimana kalau kau memberikan aku kesempatan untuk membuktikannya. Tak perlu muluk-muluk, cukup dari hal-hal yang sederhana. Salah satunya menemanimu di setiap kau tak ingin menjalani hari dengan sendiri.
Maukah?
Aku mengerti, kamu telah menjalani hari yg begitu berat
dalam waktu yg cukup lama, telah melewati banyak
malam yg bising karena ramainya perdebatan
isi kepala dan perasaan.
Lelah dan masih terus berharap semuanya berakhir
begitu saja kemudian diganti dengan senyum ceria,
meski sebenarnya hari itu sampai sekarang pun tak
kunjung mendatangi
Berpura-pura tegar supaya nampak baik-baik saja
di tiap-tiap mata yang melihat.
Dan hingga sekarang
kamu masih berjuang melewatinya
dan tidak menyerah.
Untuk semuanya aku berterima kasih
Merindumu cukup di dua waktu saja; tanggal genap dan ganjil.
Aku berharap dan berdo'a agar bisa bersamamu, setelah kutahu kamu berdo'a dan mengharapkan dia, do'aku aku ganti, agar dia cepat dipertemukan dengan yang lain saja agar kamu bisa bersamaku tanpa bayang-bayang orang itu.
Untuk kamu
Setelah pikir-pikir ulang berbulan-bulan, akhirnya, aku bicarakan aja semuanya.
Sebelum itu, aku mau tanya dulu, kamu masih percaya nggak dengan kalimat "laki-laki harus bisa dipegang omongannya"? Karena aku mau minta kamu percaya dengan itu. Meskipun aku juga tau kamu dikecewakan dengan beberapa laki-laki sebelum ini.
Aku tau itu pasti sulit, buat kembali percaya setelah semua pengkhianatan itu. Ya kan? Percaya lagi aja sulit, apalagi jatuh cinta lagi.
Tapi mau nggak mau hidup kamu terus berjalan. Buktinya, setelah dikasih harapan palsu sama mereka, kamu masih ada di situ dan ketemu aku. Well, memang nggak bisa aku mengklaim diriku lebih baik dari mereka, tapi aku berani bilang kalau aku tulus.
Kalau kamu nggak percaya, aku nggak keberatan buat cari buktinya sama-sama. Kita liat, apa aku beneran tulus, atau sama aja dengan mereka. Sepakat?
Kita nggak harus apa-apa dan gimana-gimana, kok. Aku nggak minta kamu buka hati sekarang juga. Aku cuma minta kamu buat buka mata aja seenggaknya. Biar aku bisa ngasih tau, ketulusanku yang dari tadi aku bicarakan itu bentuknya seperti apa.