Kehadiranmu mampu membuat aku berpikir akan hidup selamanya
Dan kepergianmu membuatku mati secara tiba-tiba.

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#dick grayson#dc fanart#dc universe#tim drake#batfam#batfamily


seen from United Kingdom

seen from Poland

seen from United States
seen from Russia

seen from Brazil
seen from China
seen from Poland
seen from Slovakia
seen from Yemen
seen from United States
seen from Ukraine
seen from China
seen from Yemen

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from Lithuania
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from France

seen from United States
Kehadiranmu mampu membuat aku berpikir akan hidup selamanya
Dan kepergianmu membuatku mati secara tiba-tiba.
Rindu yang Luka
Agaknya aku menyulut cerobong rindu terlalu panas Ia mengeluarkan asap-asap yang ternyata menyesakkan Hingga kabur sebagian besar pandangan Kau, di sana bediri dan hanya berdiri saja Lantas hilang bersama asap rindu yang terbang ke udara menuju luka - Yustiazari | Surabaya, 14 Juli 2017
Maukah?
Aku mengerti, untuk sampai titik ini kau telah melewati banyak sakit hati. Telah banyak kecewa yang lahir oleh karena kau disakiti oleh orang-orang yang sempat kau percaya. Juga telah habis ratusan malam engkau berdoa tentang hati yang ternyata berujung meminta pergi. Oleh sebab itu jika sekarang kau begitu tinggi membangun tembok itu di hatimu, aku mengerti.
Hadirku hari ini di hidupmu bukan untuk mendobrak tembok itu dan memaksa masuk ke dalam sana. Tidak. Kau tenang saja. Aku akan menunggu di luar sini hingga kau sendiri yang pada akhirnya membukakan pintu dan mengizinkanku untuk masuk. Kau tak perlu khawatir, aku tidak akan ke mana-mana. Ambillah jeda waktu yang kau butuhkan untuk setidaknya merasa baik-baik saja. Kita tak harus langsung menuju langkah yang besar. Biarkan aku di sini membantumu. Menemanimu melewati hari hingga hatimu mulai bisa percaya lagi. Izinkan aku untuk ada di tiap kau pinta. Apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya, itu urusan nanti.
Yang penting hari ini, aku ingin kau mulai bisa percaya lagi. Setidaknya padaku. Percaya sebagai sesosok teman yang benar-benar sayang padamu. Aku sadar, kau mungkin sudah jengah dengan segala rayuan dan juga kata-kata. Namun, percayalah. Aku menyukaimu dan itu adalah satu-satunya hal yang tidak akan berubah untuk hari ini, esok dan seterusnya.
Aku tak ingin rasaku ini memaksa. Biarkan cinta tumbuh karena terbiasa. Oleh sebab itu, setidaknya jika ada sedikit aku di hatimu, atau ada sedikit saja kepingan rasa bahwa kau merasa ini patut dicoba, bagaimana kalau kau memberikan aku kesempatan untuk membuktikannya. Tak perlu muluk-muluk, cukup dari hal-hal yang sederhana. Salah satunya menemanimu di setiap kau tak ingin menjalani hari dengan sendiri.
Maukah?
[UTOPIS]
5:23 PM
Sosokmu menguap begitu saja, tepat saat detak masa memaksaku siuman. Sedetik setelahnya, banyak yang kurasa tanpa dapat kutumpah ruah. Ah, kau kembali ciptakan lubang di hati yang setiap harinya retak beremah-remah. Aku berada di antara sebuah keinginan untuk pulang kepada mimpi, atau tetap membuka mata, pergi ke nyata yang fana. Sebab kau pun berada di antara keduanya. Redup-menyala. Serta samar-samar. Sebab, dalam mimpi dan angan aku menjadi ada. Sedang dalam nyata yang fana itu justru sosokku semakin menghitam dan menghitam. Menjelma menjadi sebuah bayangan yang pada setiap detaknya menjadi semakin pekat, hingga mungkin nanti benar-benar tak terlihat. . Aku, hampir-hampir tak merasakan bahwa ada jantung yang masih berdetak menopang seluruh hidup yang kudekap. . Kemudian kita menjadi sepasang rindu yang saling terluka. Celakanya, karena satu dan lainnya. Jika pergiku tak kau restu, hilangku kau bilang pilu, mengapa genggammu terasa jauh? . Aku terus melagukan sebuah “aku mencintamu” untuk semua ketidakmungkinan yang terbang menuju sendu. Dan coba dengarkan, di antara hela-hela nafas itu… pun aku, dalam dirimu, ingin menjadi utuh.
- Yustiazari | Surabaya, 17 Juli 2017
Angkuh
Hingga sore telah jatuh Malam datang riuh Aku tak kunjung jenuh Seperti ku tak butuh Namun akupun enggan jauh
Dalam diam penuh keluh, Masih aku merengkuh Rasa, yang tetap angkuh
- Yustiazari | Surabaya, 31 Juli 2017
Dalam semu, tak habis satu persatu titik tunggu. Ia membujur, lumpuhkan kejamnya cerutu waktu. Sampai habis seribu rindu, aku, masih ingin kepadamu.
Yustiazari | Surabaya, 24 Juli 2017
Melepaskan memang berat, namun menggenggam kekosongan tak lebih baik adanya. Justru ia sayat hati yang telah patah-patah, timbulkan luka berkepanjangan. Kau tak paham, sayang? Justru dusta termanis lebih pahit rasanya. Kau minta aku tinggal, dengan nada yang serba hampa. Lantas akukah yang harus berpura-pura kejam dengan pergi begitu saja? Sebab hati ini mengatakan, cepat atau lambat kita akan saling berpisah.
Yustiazari | Surabaya, 1 Juli 2017
Aku mengerti, kamu telah menjalani hari yg begitu berat
dalam waktu yg cukup lama, telah melewati banyak
malam yg bising karena ramainya perdebatan
isi kepala dan perasaan.
Lelah dan masih terus berharap semuanya berakhir
begitu saja kemudian diganti dengan senyum ceria,
meski sebenarnya hari itu sampai sekarang pun tak
kunjung mendatangi
Berpura-pura tegar supaya nampak baik-baik saja
di tiap-tiap mata yang melihat.
Dan hingga sekarang
kamu masih berjuang melewatinya
dan tidak menyerah.
Untuk semuanya aku berterima kasih