Awal bulan Ramadan kali ini berazam untuk menyelesaikan menyimak materi Islamic Parenting yang dipandu oleh Teh Karina Hakman. Walau kelasnya sudah selesai bahkan sebelum bulan Ramadan, sayangnya kegagalan manajemen waktu membuat baru bisa menyimak materinya sekarang. Semoga Allah memberkahi setiap ilmu diniatkan mempelajarinya karenaNya. Aamiin
Mendengar setiap penuturan Teh Karin tentang mendidik dan mengasuh anak dalam islam membuat sebentuk rasa iri muncul di hati ini. Ya, kini aku baru menyadari dan mengakui, aku iri setelah tahu betapa terbuka luasnya pundi-pundi pahala bagi perempuan ketika ia Allah percaya menjadi jalan lahirnya seorang manusia baru di bumi Allah. Seorang bayi mungil yang dari awal kehadirannya dalam rahim hingga terlahir ke dunia amat bergantung kepadanya.
Allah dengan segala kasih dan sayangNya menitipkan kepadanya amanah yang luar biasa. Dan, setiap kebaikan yang diupayakan bagi bayi mungil itu, bagi titipan itu, Allah catat sebagai pahala dan sebab ridhoNya. Wajar bukan jika aku iri dengan teman-temanku yang telah Allah beri kepercayaan itu?
Tapi tentu saja, rasa iri itu bukanlah dalam bentuk negatif apalagi berujung dengki. Melainkan hadirnya semakin membuatku yakin untuk meminta kepadaNya, agar Allah pilih pula diri ini untuk menjalankan peran itu suatu hari nanti. Meminta agar Allah percayakan dariku lahir hamba-hambaNya yang sentiasa meninggikan kalimatNya dan menjadi berkah kehadirannya di manapun ia Allah tempatkan di muka bumi.
Ah, membayangkannya saja hati ini sudah dipenuhi pengharapan penuh pada Allah. Meski sangat tahu bahwa tentu semua permohonan akan mendapat ujian. Bahkan anak yang diharapkan menjadi jalan ketaatan tak luput dari potensinya sebagai ujian. Dan, sudah pasti, Allah satu-satunya tempat bergantung meminta pertolongan dalam menunaikan setiap peran dan pesan.
Semoga kita sebagai perempuan, selalu ingat pesan Teh Karin bahwa mengasuh anak merupakan amalan produktif. Yang mana pahala jariyahnya tanpa batas, selama diniatkan karena Allah.
Ini hanya sebagian kecil dari apa yang Teh Karin sampaikan di pertemuan pertama. Sebagian kecil yang memantik semangatku untuk terus berbenah mempersiapkan diri menyambut amanah itu, suatu hari ini.
Kapan? Setelah bertemu dengan jodoh tentunya 🤣
Ramadan talk hari kedua sudah sebaper ini
(2 Ramadan 1446H- 2 Maret 2025M)