Empat Huruf untuk Obat Jiwa
Salah satu kekurangan kita sebagai umat manusia adalah suka berbuat salah serta dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia.
Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kata yang semestinya terucap setelah melakukan kesalahan adalah "Maaf”, maaf adalah sebuah kata yang kerap terlupa, ketika kita menoreh luka atau ditorehkan. Kata maaf sendiri terdiri dari empat huruf. Namun, walau hanya empat huruf kenapa sulit diucapkan? Karena pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada di dalam diri kita sendiri.
Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi, merasa lebih kaya, lebih pintar, rasa benci, rasa sakit hati yang memungkinkan seseorang gengsi untuk meminta maaf, merasa dirinya yang paling menderita dari si penoreh luka, dan enggan mengucap kata maaf. Ada juga yang merasa bersalah, akhirnya malu untuk mengucapkan si empat huruf penuh manfaat ini.
Dalam Islam, dendam bisa menimbulkan permusuhan dan perpecahan antar umat manusia. Islam selalu menganjurkan agar setiap muslim berusaha untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah, dalam Alquran surat Al Hujurat ayat 10, Allah berfirman:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Innamal-mu'minuna ikhwatun fa aslihu baina akhawaikum wattaqullaaha la'allakum tur-hamun"
Artinya:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
Mengucapkan kata maaf bukan berarti diri kita lebih rendah, lemah ataupun kita bersalah, justru itu menunjukan bahwa kita memiliki jiwa besar, lapang dada, ikhlas karena mampu mengucapkan kata maaf dan hanya orang hebat dan kuat yang berani untuk mengucapkan kata maaf.
Pemaafan (forgiveness) adalah kesediaan seseorang untuk meninggalkan kemarahan, penilaian negatif, dan perilaku acuh-tidak-acuh terhadap orang lain yang telah menyakitinya secara tidak adil.
Dan memaafkan memang tidak mudah, perlu proses serta perjuangan untuk melakukannya. Adanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang lain akan membuat sikap memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan.
Sebagai umat manusia, harus senantiasa belajar memaafkan sesama dengan ikhlas. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada dipihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)
"Jika hari kiamat tiba, terdengarlah suara panggilan, "Manakah orang-orang yang suka mengampuni dosa sesama manusianya?" Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu. Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga." (HR Adh-Dhahak dari ibnu Abbas Ra)
Dari hadits tersebut, menjelaskan secara tegas bahwa memberikan maaf kepada orang lain merupakan suatu kewajiban sebagaimana menjaga hati dalam agama Islam. Seperti dalam Alquran surat An Nur ayat 22, Allah berfirman:
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ
وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ
وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Wa laa ya'tali ulul-fadli mingkum was-sa'ati ay yu'tuu ulil-qurbaa wal-masaakiina wal-muhaajiriina fii sabiilillaahi walya'fu walyasfahu, alaa tuhibbuna ay yagfirallaahu lakum, wallaahu gafurur rahiim"
Artinya:
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Pemaafan (forgiveness) adalah salah satu karakter positif yang membantu individu mencapai tingkatan optimal dalam hal kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual. Pemaafan sebagai psikoterapi atau sebagai suatu cara untuk menerima dan membebaskan emosi negatif seperti marah, depresi, rasa bersalah akibat ketidakadilan, memfasilitasi penyembuhan, perbaikan diri, dan perbaikan hubungan antar manusia dengan berbagai situasi permasalahan.
Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain, Jauh lebih tenang kehidupannya, tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, dan dapat membina hubungan lebih baik dengan sesama, dan semakin jarang mengalami konflik dengan orang lain Jadi, sudah siap untuk memaafkan orang yang selama ini menyakitimu? jangan lupa ya untuk memaafkan dirimu sendiri lebih dulu. Lepaskanlah dirimu dari semua rasa bersalah akan masa lalumu. Apa pun dan bagaimana pun lukamu berkembang dan menyiksamu saat ini, cobalah untuk memaafkan dan berjuanglah menerima bagaimanapun keadaanmu.
Keutamaan memaafkan seseorang.
1. Dicintai Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Ada pedagang yang biasa memberi kredit kepada orang. Jika dia menemukan salah satu pelanggannya berada dalam sarana yang diluruskan, dia akan berkata kepada asistennya: Maafkan mereka hutang mereka, mungkin Allah akan mengampuni kami. Allah mengampuni dia." (Bukhari / Muslim)
Ketika seseorang memiliki sifat pemaaf sehingga dapat memaafkan orang lain dengan ikhlas maka Allah akan mencintai dan mengasihi orang tersebut.
2. Mendapatkan pengampunan.
Nabi Muhammad SAW besabda:
"Kasihanilah mereka yang ada di bumi, dan Yang di surga akan mengampuni kamu" (Tirmidzi).
Dengan memaafkan orang lain, seorang muslim akan mendapatkan pengampunan dari Allah karena Allah jauh lebih besar dan lebih bermurah hati daripada umatnya.
3. Batin terasa tenang.
Ketika seseorang menyimpan dendam karena belum bisa memaafkan kesalahan orang lain, seseorang itu hatinya akan selalu gelisah karena dipenuhi dengan dendam. Maka dari itu, dengan memaafkan kesalahan orang lain dapat membuat batin menjadi lebih tenang.
4. Ditinggikan derajatnya oleh Allah.
Seorang muslim yang pemaaf tidak menyimpan dendam apa pun terhadap setiap muslim atau iri siapa pun atas karunia apa yang telah diberikan Allah kepada mereka, maka ditinggikanlah derajatnya oleh Allah.
5. Mengharap ridho Allah.
Seorang muslim yang dapat memaafkan orang lain bisa jadi karena seseorang itu lebih mengharap ridho Allah dari memaafkan orang lain yang telah menyakitinya. Mereka sadar bahwa menyimpan dendam akan menimbulkan dosa. Hal ini termaktub dalam Alquran surat Asy-Syura ayat 37 yang berbunyi sebagai berikut:x
وَالَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَاِذَا مَا غَضِبُوْا هُمْ يَغْفِرُوْنَ
"Wallaziina yajtanibuna kabaa'iral-ismi wal-fawaahisya wa izaa maa gadibu hum yagfirun."
Artinya:
"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf."
6. Menunjukkan kualitas diri.
Kualitas diri seorang muslim yang pemaaf pasti akan lebih baik dari pada orang yang suka memendam dendam, iri dengki kepada orang lainnya.
7. Menambah kemuliaannya di hadapan Allah.
Ketika seseorang memaafkan dan mengalah maka secara lahir menunjukkan bahwa orang tersebut adalah lemah dan tidak memiliki kekuatan, akan tetapi Nabi SAW mengatakan bahwa barang siapa yang memaafkan atau mengalah maka Allah akan tambah kemuliaannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
"Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah SWT akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim no 2588)
8. Membuat pikiran dan tubuh lebih sehat.
Ketidakmampuan seseorang untuk memaafkan dapat mempengaruhi secara spiritual dan psikologis. Selanjutnya hal tersebut memiliki efek buruk pada kesehatan seseorang yang menyimpan dendam. Satu studi menunjukkan bahwa orang-orang yang berfokus pada dendam pribadi telah meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, serta ketegangan otot dan perasaan yang semakin kurang terkendali.
Begitu banyak manfaat meminta maaf dan memaafkan, tak sekedar amal kebaikan bagi diri kita tapi memiliki dampak besar bagi tubuh kita juga.
Allah SWT tidak akan menyuruh hambaNya jika tidak ada manfaat untuknya. Mulai sekarang jangan ragu dan malu untuk meminta maaf ketika kita memiliki salah, dan jangan berfikir panjang untuk memaafkan kesalahan orang lain kepada kita, berdamailah bersama saudaramu maka kamu akan mendapatkan kedamaian dalam dirimu sendiri, sungguh keduanya baik di mata Allah.
- Sandy Hirdianto (TIT Support Adminstration PBG)
28 Ramadhan 1442H // 10 Mei 2021







