Martabak spesial karna dinamain, Saya spesial karna dikenalin.
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Germany
seen from Australia
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from China

seen from Mexico

seen from Kazakhstan
Martabak spesial karna dinamain, Saya spesial karna dikenalin.
betewe.. kamu ndak mau ngucapin ‘semangat’ atau 'semoga sukses’ buat sidang tahap dua skripsiku besok nih?
*ngomong sama henpon*
*orangnya ndak baca*
*iyalah… wong kamu aja mikirin dia kok
Rencang
Rencang. Maksudku disini, bukan rencang pembantu, tetapi teman, sahabat, saudara. Aku merindu setiap detik gelak tawa seorang teman. Aku hapal kebiasaan-kebiasaan mereka. Aku tahu setiap detail kecil yang mereka lakukan. Apa-apa yang mereka sukai, apa-apa yang tidak mereka suka. Bahkan tanpa menunjukkan dengan tindakan, aku tahu kapan mereka sedang tidak ingin berbincang atau bercerita dan saat mereka ingin. Aku hanya cukup diam dan mendengar. Tertawa apabila mereka membutuhkan dan diam saat mereka butuh pelukan. Aku gagu, tak berkutik, namun tahu.
Akhir-akhir ini kebanggaanku atas diri tidak begitu tinggi. Dikelilingi oleh berlusin-lusin manusia mengagumkan, rasanya aku mah apa atuh. Keadaan yang buruk, ya? :') Apa daya, begitulah rasanya.
Seseorang sepertiku yang selalu terlihat percaya diri ternyata begitu sebenarnya -_- Ya biarkan aku mengalami "burden" sendiri saja sementara waktu. Yang ingin aku bicarakan justru teman-temanku. Aku senang membicarakan mereka kepada orang lain, antara teman satu dengan lainnya hingga keluargaku. Mungkin mereka bosan mendengar celotehanku. Aku banyak bicara, utamanya orang-orang yang hebat dan notabene-nya merupakan temanku, namun bukan aku. Bagiku ini hal yang hebat, membuat diriku yang inferior tetap dapat bercerita dan merasa senang. Akan tetapi, selalu ada orang yang pada akhirnya bertanya, "...iya mereka hebat ya, temanmu. Kamu?"
Well, exactly shot. Mau bagaimana lagi, aku bangga menjadi teman mereka. Bahkan hanya menjadi temannya yang entah mereka ketahui atau tidak, aku merasa bangga. Entah pula mereka yang mengenalku atau tidak, entah mereka yang menganggapku sebagai teman atau bukan, entah yang tidak menyadari keberadaanku atau justru teramat menghargai adanya aku, atau bahkan yang dekat denganku dan merasa mereka setara denganku.
Teruntuk semuanya, kalian teman-temanku, aku bangga.
CERITA BUAH JAMBU
Tadi sore uci bawa dua jambu untuk dikupas di ruang komputer supaya bisa nemenin akang. Terus duduk dengan tenangnya di sebelah akang, ehh akang nyeletuk, bikin ngerasa dosa *bangeeeeet*.
Uci : *duduk*
Akang: Ko deket banget sih cii?
Uci: *salting* *bingung* Maaaf yaaa akaaaang
Hehe, akang lucuuu. Makasiih yaa aakang. Alhamdulillah ~