Use the Random Letter Generator to instantly pick a random letter from the alphabet. Easily generate random letters for games or educational
🔠 Get random letters instantly with our generator!
seen from Slovakia

seen from United States

seen from Philippines

seen from Greece
seen from Russia
seen from Australia
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from France
seen from Netherlands
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Yemen
seen from China
seen from Türkiye
seen from France
seen from Romania

seen from France
Use the Random Letter Generator to instantly pick a random letter from the alphabet. Easily generate random letters for games or educational
🔠 Get random letters instantly with our generator!
Teruntuk Kamu; Yang Hatinya Sudah Menjadi Batu
Hai.
Aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja, meskipun senyum tak pernah pudar dari bibirmu. Kau tau, kau piawai menyembunyikan perasaanmu pada semua orang demi melindungi harga dirimu yang setinggi langit itu. Kau tak Ingin terlihat menyedihkan dan lemah, kau tak ingin mendapat perhatian berlebih, kau tak ingin dikasihani, kau tak ingin pandangan sebelah mata, tapi kau juga harus tahu, kau tak bisa membohongiku.
Aku tahu beberapa kali air matamu hampir tumpah, melebur bersama desau angin malam dan luruh di lantai kamarmu yang kacau, tapi lagi-lagi kau berusaha menahannya, mencoba mengingat-ingat momen paling menyenangkan dalam hidupmu walaupun harus membutuhkan ekstra tenaga. Kau tak punya banyak momen seperti itu ternyata. Lalu kau berakhir dengan melarikan diri dari perasaanmu seperti sebelum-sebelumnya, menonton drama Korea paling sedih yang pernah kamu tonton, berharap kamu punya alasan jika seseorang sedang memergokimu sedang menangis.
Kau tak suka banyak bicara, kau tak suka membela diri jika seseorang menyalahkanmu. Bagimu, itu hanya membuang-buang tenaga pada suatu hal yang sudah pasti sia-sia. Orang lain tak akan mendengarmu, tak akan melihat dari sudut pandangmu, jadi untuk apa? Kemudian kau akan membiarkan orang lain berpikir sesuka mereka dan tak ingin mengambil pusing. Toh kau tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan, dan kau melakukan apa yang tidak mereka lihat, jadi dengan kesungguhan hatimu kau mulai menutup mata dan telinga pada apapun di sekitarmu, selayaknya apa yang mereka lakukan terhadapmu selama ini. “Seharusnya kau begini”, “seharusnya kau begitu”, dan kau merasa seperti seorang robot yang tunduk saja pada perintah dan kata-kata orang. Perlahan-lahan hatimu pun mulai menjadi batu, mejauhkan segala empati dan simpati yang pernah kau punya. Lalu orang lain mulai menyebutmu sebagai orang yang paling tidak peka lingkungan dan kau mengiyakannya saja dengan berlalu. Toh, itu memang kenyataan, apa yang harus dibantah?
Tidak hanya sekali kau berpikir untuk pergi sejauh mungkin, sejak dulu, berkali-kali, tapi selalu urung. Kau mencoba memikirkan orang lain, bagaimana jika kau pergi lalu orang lain tak ada yang membantu, kemudian kau ditusuk-ditusuk lagi oleh orang itu hingga hatimu memar tak karuan dan kau berencana untuk kabur lagi dan kau urung lagi. Selalu seperti itu. Kau selalu gagal menemukan kebahagianmu sendiri dan lagi-lagi orang lain mengataimu egois. Kau tidak membantah, kau tau kau memang egois. Tidak ada orang yang tidak egois di dunia ini. Kau menerima segala macam tusukan benda tajam di hatimu dan berpikir bahwa segalanya baik-baik saja. Kau pernah berada di ambang batasmu, kau sudah menyiapkan segalanya untuk berlari sejauh mungkin, kau ingin mengejar mimpi-mimpimu yang selama ini hanya bisa berada dalam kepalamu, dan mungkin tidak berencana untuk kembali, namun hari itu mendiang ibumu mencegahmu, beliau mengatakan “ini hari bahagia kakakmu, hanya terjadi sekali seumur hidup, bagaimana perasaannya jika ia melihatmu tidak ada di hari bahagianya?” Lalu kau mengurungkannya lagi dan mulai mencoba menerima kenyataan, kau mulai membuang segala mimpi-mimpimu sekali lagi, dan hatimu entah kau buang ke mana. Setidaknya kau tidak begitu menyesalinya karna dalam setahun terakhir itu kau masih bisa berada dekat dengan mendiang ibumu.
Suatu kali kakakmu bernah berkata “kau di sini, tapi pikiranmu entah ke mana”, dan kau hanya tertawa saja mendengarnya seakan itu adalah lelucon paling lucu yang pernah kau dengar di muka bumi ini. Kau memang tahu bahwa hati dan pikiranmu memang tak pernah ada di sini.
Kali ini aku tahu hatimu sedang terluka begitu parah, kau akan tertawa terbahak-bahak jika mendengar kalimat “seorang kakak itu harus melindungi dan menjaga adiknya, apalagi jika orang tuanya sudah tidak ada” seakan itu adalah bualan paling tidak realistis yang pernah ada dan kau ingin berkata pada dunia “Sadarlah. Apakah itu kenyataan yang kau lihat di sekelilingmu? Jangan mudah percaya pada novel dan film-film, semua yang kau lihat dan dengar itu belum tentu benar”.
Baiklah, kamu, mulailah merencanakan rencana kaburmu, mulailah fokus, dan berlarilah sejauh mungkin, jangan pernah kembali. Kau harus memantapkan hatimu dan melapangkan dadamu. Tak apa jika kau tersiksa sekarang ini, tapi ingatlah, ada hal besar yang menantimu di luar sana. Menanti kau jemput. Maka tetaplah semangat, tutup mata, hati, dan telingamu maka kau tidak akan terluka. Sampai bertemu di tempat yang kau inginkan dan ceritakan tentang perasaanmu yang bebas itu.
Makassar, 27 November 2019
To the guy I used to give my all,
Hi. I am sorry for leaving. I am sorry for being one of your stressor. I am sorry for not wanting to stay. I know it also my fault but its fine. I want you to be happy. I want you to reach your goals in life even if I'm not there to help you achieve those dreams. I want you to know that up until now I love you so much but love isn't enough. Understanding and patience is also needed. Give and take relationship not give and give or take and take. I love you so much it hurts to the point I'm not wanting to love anyone again. I'm done with the bullshit of love seriously. Sorry for having mental breakdowns and demanding you to listen to me. Sorry for not being that girl you really need. Thankyou for considering me the love off your life even if I really wasn't that woman. Thankyou for everything specially the happy memories. Thankyou very much for showering me love sometimes.
-Ayra
Dear roaming photographer, I don't know your story, background, history or intentions. Not sure if you were working or just taking pictures for fun. All I know is that I caught you and your camera waiting in line with us for the canonization at 4am. I have no idea if you're Catholic, Christian, or a non-believer. I wonder what you saw. I wonder how you felt. All I know is that whatever you captured was special. Maybe I'll see your photo some day and not know it was taken by you. May Godbless you and I pray that your art brought you closer to God 🙏🏽 #missedconnection #randomletter #streetphotography (at St. Peter's Square)
letter fragment 14.
i wrote you a poem and it never saved.
it never saved.
the letters released themselves
up into the air
and no one knows a thing of it.
letter fragment 13.
i was the candle at the center of the table.
did you know,
some people crave light like others crave air.
and they say tongues
will spread like forest fires.
i wondered if that's why we rarely spoke.
letter fragment 13.
call me broken
but you have to take yourself apart
in order to figure out why the ticking stopped.
especially when it never started to begin with,
even though they always had their way of asking you for the time.
letter fragment 15.
a sweetness in the suds of cleaned wine glasses.
a pollen between the shoulder blades.
finger prints like
dew drops nestled between skin cells.
this aroma.
i'd inhale it if i could.