1992 - Kejahatan Serbia kepada muslim Bosnia dipimpin Radovan Karadzic. Di negeri ini 1948 dan 1965 PKI menjadi-jadi. #waspadakebangkitanpki #waspadakomunis #daruratkomunis #rapatkanbarisan #dekatkandengantni #kamibersamatni #kamitni #tni
seen from United States
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United States
seen from Vietnam
seen from France
seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from Russia
seen from Australia
seen from France

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from Singapore

seen from United States
1992 - Kejahatan Serbia kepada muslim Bosnia dipimpin Radovan Karadzic. Di negeri ini 1948 dan 1965 PKI menjadi-jadi. #waspadakebangkitanpki #waspadakomunis #daruratkomunis #rapatkanbarisan #dekatkandengantni #kamibersamatni #kamitni #tni
KAMI ADALAH KAUM YANG MENCINTAI KEMATIAN SEBAGAIMANA KALIAN MENCINTAI KEHIDUPAN . . . #SaveAlAqsa #SavePalestine #FreeAlAqsa #LetsSaveAlAqsa . . REGRAM: @laskarmuslim . . @IslamNewsUpdate @Memegariskeras @young.mujahidah02 @indonesiabertauhid @cybermuslimcommunity @opinipublik @sorotanpblik #MuslimCyberArmy @penjarakanahok @suararakyat_23 @pejuangmuda_ @pejuangislam.id @pejuang_arrayah @uzdahbakhitahhsalsabila @bongkartaktik.id . . . . . #PenjarakanAhokdiCipinang #RakyatBersamaFPI #kembalikanmediaislam #TangkapPenistaAlQuran #SaveNKRI #SaveUlama #SaveMUI #RapatkanBarisan #NKRIHargaMati #GanyangHabisKomunis #GanyangPKI #RakyatBersamaTNI #UmatBersatu #UmatIslamBersatu #UmatIslamSiaga1 #Ulama #UlamaDiFitnah #RezimPanik #KamiBersamaMCA #KamiBersamaAktivis #KamiBersamaHermansyah #KamiBersamaHTI #KamiBersamaFPI (di Al aqsa mosque - المسجد الاقصى)
#KamiBersamaHTI . . REGRAM: @muslimzone.id . . @Memegariskeras @indonesiabertauhid @cybermuslimcommunity @opinipublik @sorotanpblik #MuslimCyberArmy @penjarakanahok @suararakyat_23 @pejuangmuda_ @pejuangislam.id @pejuang_arrayah @uzdahbakhitahhsalsabila . . . . . #TangkapAhok #PenjarakanAhokdiCipinang #RakyatBersamaFPI #kembalikanmediaislam #TangkapPenistaAlQuran #SaveNKRI #SaveUlama #SaveMUI #RapatkanBarisan #NKRIHargaMati #GanyangHabisKomunis #GanyangPKI #RakyatBersamaTNI #UmatBersatu #UmatIslamBersatu #UmatIslamSiaga1 #Ulama #UlamaDiFitnah #RezimPanik #KamiBersamaMCA #KamiBersamaAktivis #KamiBersamaHermansyah (di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia)
Masyarakat yang Semakin Konsumtif
Neoliberalisme atau yang dikenal dengan nama globalisasi. Globalisasi memang tak terelakkan sebagai akibat dari pekembangan peradapan manusia yang semakin maju. Apakah benar arus globalisasi tidak dapat cegah atau dibendung? Globalisasi seolah sebagai mantra dan dzikir bagi seluru penduduk dunia, yang dimana dampak yang dihasilkan dari globalisasi masih terus di perbincangkan bagi para ekonom maupun akademisi. Banyak teori-teori yang mengatakan bahwa globalisasi adalah baik dampaknya, karena akan berdampak kepada pemerataan semua negara. Dan juga cukup banyak yang mempermasalakan dampak dari globalisasi, seperti aktivis-aktivis lingkungan, masyakat kecil, akademisi dll.
Globalisasi atau neoliberal mempunyai motif tertentu yang secara tersirat menyebutkan pasar bebas untuk dunia, bentuk kapitalisme yang lebih berkembang dan maju dari sebelumnya untuk pengembangan pasar yang akan memungkinkan penambahan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu target utama pasar ini adalah dunia ketiga atau negara berkembang tapi tidak melepas negara maju.
Dalam bidang teknologi adalah salah satu dampak dari globalisasi dimana persaingan sangat tinggi untuk kemajuan peradaban manusia, inipun tidak lepas dari ekonomi yang pada akhirnya akan diperjual belikan dipasar.
Di abad ke-21 semakin tampak dan nyata dampak yang di hasilkan dari globalisasi, salah satunya produk-produk pangan yang semakin meningkat, dari makanan yang dikemas untuk bertahan lama sampai yang siap saji. Yang seharusnya di iringi dengan membaiknya taraf hidup masyarakat miskin.
Tapi pada kenyataan tingkat kemiskinan masih cukup tinggi dibelahan dunia khususnya di negara dunia ketiga atau negara berkembang seperti indonesia, lantas siapa yang di untungkan dari globalisasi ini ketika jumlah penduduk miskin masih banyak dan bahkan terus bertambah ?
Ya, Indonesia menjadi sasaran empuk untuk para korporat-korporat besar dari negeri nan jauh disana. Dengan jumlah kepadatan pendudukan yang sangat tinggi Indonesia dijadikan pasar untuk segala jenis produk, dari penduduk kota hingga penduduk desa semua mengenakan produk asing.
Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang melimpahpun menjadi keuntungan, sungguh disayangkan sumber daya alam ataupun manusia tidak menjadi keuntungan milik Indonesia tetapi ini menjadi keuntungan buat negara-negara lain, sumber daya alam dikelola oleh asing serta kepadatan penduduk menjadi point untuk upah tenaga kerja yang murah maka pembiayaan produksi dapat ditekan dan keuntungan dapat dilipatkan.
Secara tidak langsung rakyat Indonesia dijadikan konsumtif, mengapa demikian? Jika masyarakat mampu memberdayakan diri sendiri dengan produktivitas dan kreatifitas yang tinggi maka hilanglah pasar global, lantas siapa yang dirugikan? Ya tidak lain, mereka para gajah besar yang tidak akan pernah kenyang dengan makannya. Tergambar dengan jelas bahwa perusahaan-perusahaan asing tidak mau kehilangan pasarnya dan akan terus mempertahankan pasar demi keuntungan sepihak.
Seperti yang kita lihat, pabrikan-pabrikan besar secara terus menerus memproduksi tanpa henti dengan target keuntungan yang berlipat ganda setiap tahunnya. Hasil produksi ini harus dipasarkan dan sejatinya haruslah laku dimasyarakat. Produk ini pasti dapat diterima dimasyarakat. Iklan adalah salah satu bentuk propaganda dari perusahaan-perusahaan, dengan menggunakan mekanisme ini maka nilai kebenaran yang terkandung didalam masyarakat dapat diubah secara perlahan. Sangat jelas terlihat yang awalnya nilai terkandung didalam masyarakat menggunakan produk atau membeli produk secara kebutuhan tapi sekarang nilai itu perlahan hilang dan beralih menjadi jika tidak menggunakan atau membeli produk tersebut tidak keren.
Produk masuk kedalam masyarakat keseluruhan dengan cara periklan. Konstruk berpikir diolah secara perlahan dengan filosofi menyuruh belanja, belanja dan belanja sehingga produk tersebut dapat terjual dimasyarakat pada akhirnya akan membentuk budaya baru yaitu konsumerisme. Selama ini yang terjadi di Indonesia kritik terhadap periklanan sangat jarang terjadi, ini sungguh mengkhawatirkan dapat dikatakan bahwa masyarakat secara umum kurangnya kepedulian terhadap iklan yang sesungguhnya ini sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
Gairah masyarakat terhadap belanja dalam beberapa dekade ini sangat tinggi, semua itu tidak terbentuk dengan sendirinya dan untuk memenuhi gairah ini masyarakat berlomba-lomba mengeruk kekayaan sebesar dan secepat mungkin.
Pada era globalisasi ini, Masyarakat terdorong untuk terus meningkatkan kekayaan dalam mengejar arus modernis, guna untuk meningkatkan status sosialnya di masyarakat. Sehingga di tengah kondisi yang segalanya di tentukan oleh apa yang tampak juga melemahnya pengaruh agama dalam melakukan aktivitas, menjadi cikal-bakal menjalarnya kapitalis/materialis di masyarakat. Karena dalam masyarakat kapitalis/materialis tidak mengenal akan adanya nilai-nilai rohani dan budaya immaterial atau adanya “tuhan”. Salah satu contohnya: seseorang dengan pekerjaan dengan jabatan tinggi, yang ia percaya bahwa hanya dengan itulah yang bisa menghidupinya.
Sungguh ironis semua dihitung menggunakan materi, nilai sosial lambat laun memudar dan beralih menjadi apa untungnya dan apa ruginya. Ini adalah salah satu dampak dari arus globalisasi yang secara keseluruhan dijadikan pasar. Masyarakat tidak lain dia manusia jikalau nilai kemanusiaannya hilang, akan jadi apa dunia ini.
Segala sesuatu dinilai dari keuntungan dan kerugian, apapun itu tidak akan memberi manfaat jika tidak untung. Makna Tuhan sudah berganti yang awalnya Maha Pencipta sekarang menjadi Tuhan adalah Uang yang segala-galanya. Masyarakat dunia secara umum hanya berfokus kepada bagaimana mereka mensejahterakan diri dan kelompoknya saja dan terkesan menutup mata kepada kesejahteraan orang lain.
Untuk membendung arus globalisasi yang menjadikan si miskin tambah miskin dan kaya tambah kaya ini tidak akan berjalan sukses jika semua lini tidak bekerjasama dan mempunyai kesepahaman dari pemerintah ataupun masyarakatnya.
Pada kasus Indonesia seharusnya bisa membendung arus globalisasi dan bukan sebaliknya indonesia dijadikan target pasar, sumber daya alam dan manusianya diekploitasi. Indonesia bisa mandiri karena mempunyai nilai gotong royong yang tinggi atau menggunakan konsep ekonomi rakyat yang sejati bukan rakyat yang duduk manis diatas kursi mengumbar janji ketika masa pemilihan umum.
Mari rapatkan barisan, satukan pemikiran dan ciptakan gerakan guna Indonesia berkemajuan.
#persijaday #bangkitbersama #beranikarenabenar #sabardanlawan #rapatkanbarisan #bulatkantekat Rumah ku disatroni aparat berpangkat Datang menendang pintu, terbuka, masuk, dan duduk seketika di ruang keluarga. Membuat aku dan keluargaku melangkah keluar mengasingkan diri. Memang kata orang rumahku banyak hartanya. Ah tapi bagiku, rumahku hanya bangunan sederhana tempat berbagi ke sesama manusia. Beberapa langkah ku terhenti Terdiam, lalu pikirku mengangkasa Apa ini sebuah kebenaran.? Tepatkah pengasingan dari rumahku sendiri.? Hanya karena tak nyaman dengan kehadiran sang asing Ah, tidak.! Apa hak mereka.? Mari kita buktikan siapa yang akan pergi.!
GHAZWUL FIKRI (Perang Pemikiran): Ini Strategi Mereka Melumpuhkan Kaum Muslimin . . . @Memegariskeras @indonesiabertauhid @cybermuslimcommunity @opinipublik @sorotanpblik #MuslimCyberArmy @penjarakanahok @suararakyat_23 @pejuangmuda_ @pejuangislam.id @pejuang_arrayah @uzdahbakhitahhsalsabila . . . . . #TangkapAhok #PenjarakanAhok #RakyatBersamaFPI #TangkapPenistaAgama #TangkapPenistaAlQuran #SaveNKRI #SaveUlama #SaveMUI #RapatkanBarisan #NKRIHargaMati #GanyangHabisKomunis #GanyangPKI #RakyatBersamaTNI #UmatBersatu #UmatIslamBersatu #UmatIslamSiaga1 #Ulama #UlamaDiFitnah #RezimPanik (at Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia)
KEBENARAN TIDAK AKAN DIKALAHKAN OLEH FITNAH DAN TUDUHAN. . Dalam beberapa hari terakhir ini begitu dahsyat dan sangat luar biasa serangan di media sosial untuk membunuh karakter Habib Rizieq Syihab. . Namun ketahuilah, sehebat apapun kalian memadamkan api Islam, sekali-kali kami TIDAK AKAN PERNAH TAKUT dan ISLAM AKAN TETAP MENANG! . @KamiBersamaHRS #KamiBersamaHRS @bela.quran @bela.agama . REGRAM: @hary_espereon . . @Memegariskeras @indonesiabertauhid @cybermuslimcommunity @opinipublik @sorotanpblik #MuslimCyberArmy @penjarakanahok @mujahidah_media @suararakyat_23 @pejuangmuda_ @pejuangislam.id @pejuang_arrayah @uzdahbakhitahhsalsabila @habibi_al_fatih . . . . . #RakyatBersamaFPI #TangkapPenistaAgama #KamiTidakPercayaPolri #TangkapPenistaAlQuran #SaveNKRI #SaveUlama #SaveMUI #RapatkanBarisan #NKRIHargaMati #GanyangHabisKomunis #GanyangPKI #RakyatBersamaTNI #UmatBersatu #UmatIslamBersatu #UmatIslamSiaga1 #Ulama #UlamaDiFitnah #RezimPanik (di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia)
GHAZWUL FIKRI (Perang Pemikiran): Ini Strategi Mereka Melumpuhkan Kaum Muslimin . . REGRAM: @hasyasyin_hisnin . @Memegariskeras @indonesiabertauhid @cybermuslimcommunity @opinipublik @sorotanpblik #MuslimCyberArmy @penjarakanahok @suararakyat_23 @pejuangmuda_ @pejuangislam.id @pejuang_arrayah @uzdahbakhitahhsalsabila . . . . . #TangkapAhok #PenjarakanAhok #RakyatBersamaFPI #TangkapPenistaAgama #TangkapPenistaAlQuran #SaveNKRI #SaveUlama #SaveMUI #RapatkanBarisan #NKRIHargaMati #GanyangHabisKomunis #GanyangPKI #RakyatBersamaTNI #UmatBersatu #UmatIslamBersatu #UmatIslamSiaga1 #Ulama #UlamaDiFitnah #RezimPanik (di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia)