Ratu Boko Indonesia
seen from Ireland

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Estonia
seen from Malaysia
seen from Azerbaijan
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from United States
Ratu Boko Indonesia
Ratu Boko Indonesia
UNTUK memperingati hari ulang tahun ke-46, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) (PT TWC) atau InJourney Desti
UNTUK memperingati hari ulang tahun ke-46, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) (PT TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) menggelar berbagai program sosial.
Salah satunya melalui program InJourney Community Care dengan menyalurkan 46 kambing kepada delapan desa di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Delapan desa tersebut meliputi Desa Tlogo, Desa Bugisan, Desa Kokosan, Desa Kebondalem Kidul, Desa Pereng di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Kelurahan Bokoharjo, Kelurahan Sambirejo di Kecamatan Prambanan, Sleman dan Kelurahan Tamanmartani di Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari keberpihakan terhadap pengembangan usaha peternakan kambing di desa yang berada di kawasan Candi Prambanan.
KAWASAN destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko menghadirkan liburan nyaman penuh makna untuk pengalam
KAWASAN destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko menghadirkan liburan nyaman penuh makna untuk pengalaman wisata yang memadukan kekayaan warisan budaya, kreativitas seni, hingga aktivitas interaktif bagi wisatawan dari berbagai kalangan.
Destinasi Taman Wisata Candi menawarkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati pengunjung selama musim liburan sekolah. Wisatawan dapat mengeksplorasi cerita di balik relief candi, menikmati karya seni kontemporer, mengikuti aktivitas seni budaya, hingga merasakan suasana berbeda melalui program wisata tematik yang tersedia.
Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur mengatakan Liburan Nyaman Penuh Makna di Taman Wisata Candi Prambanan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih bermakna bagi wisatawan.
“Candi Prambanan menjadi ruang pembelajaran dan pengalaman budaya yang bisa dinikmati semua pihak. Kami menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, interaktif, dan relevan, khususnya bagi keluarga yang ingin mengisi liburan sekolah dengan kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai edukasi,” jelasnya.
CANDI RATU BOKO
Situs Ratu Boko atau Istana Raja Baka (bahasa Jawa: ꦏꦝꦠꦺꦴꦤ꧀ꦫꦠꦸꦧꦏ, translit. Kadhaton Ratu Baka) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, lebih tepatnya di kalurahan Bokoharjo, kapanéwon Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs Ratu Boko terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.[1]
Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman dan tempat tinggal raja.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Masa Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, yang diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.[3] Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.
Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Roro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Roro Jonggrang.[1]
Secara administratif, situs ini berada di wilayah dua padukuhan, yakni Dusun Dawung, Desa Bokoharjo dan Dusun Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keistimewaan Situs Ratu Boko
Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung.
Berbeda pula dengan keraton lain di Jawa yang umumnya didirikan di daerah yang relatif landai, situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi. Ini membuat kompleks bangunan ini relatif lebih sulit dibangun dari sudut pengadaan tenaga kerja dan bahan bangunan. Terkecuali tentu apabila bahan bangunan utamanya, yaitu batu, diambil dari wilayah bukit ini sendiri. Ini tentunya mensyaratkan terlatihnya para pekerja di dalam mengolah bukit batu menjadi bongkahan yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan.
Kedudukan di atas bukit ini juga mensyaratkan adanya mata air dan adanya sistem pengaturan air yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kolam pemandian merupakan peninggalan dari sistem pengaturan ini; sisanya merupakan tantangan bagi para arkeolog untuk merekonstruksinya.
Posisi di atas bukit juga memberikan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah bagi para penghuninya, selain tentu saja membuat kompleks ini lebih sulit untuk diserang lawan.
Keistimewaan lain dari situs ini adalah adanya tempat di sebelah kiri gapura yang sekarang biasa disebut "tempat kremasi". Mengingat ukuran dan posisinya, tidak pelak lagi ini merupakan tempat untuk memperlihatkan sesuatu atau suatu kegiatan. Pemberian nama "tempat kremasi" menyiratkan harus adanya kegiatan kremasi rutin di tempat ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Sangat boleh jadi perlu dipertimbangkan untuk menyelidiki tempat ini sebagai semacam altar atau tempat sesajen.
SLEMAN Temple Run akan kembali digelar 10 Agustus mendatang. Gelaran ini telah tercatat di ALTI (Asosiasi Lari Trail Indonesia) dan ITRA (I
SLEMAN Temple Run akan kembali digelar 10 Agustus mendatang. Gelaran ini telah tercatat di ALTI (Asosiasi Lari Trail Indonesia) dan ITRA (Intermational Trail Run Association.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid di Kantor Pemkab Sleman, Rabu (9/3) menjelaskan SlemanTemple Run berbeda dengan tahun sebelumnya dengan area laga di sekitar Candi Prambanan.
Untuk tahun ini SlemanTemple Run melintasi Candi Ratu Boko dan candi-candi di sekitarnya antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Miri, Candi Ijo dan sebagainya. “Ini menjadi satu-satunya laga trail run atau lintas alam yang rutenta melintasi candi,” katanya.
Lomba lari dengan kategori 7K, 15K dan 30K. Sedangkan hadiah yang disediakan sekitar Rp60 juta.
SELAMA periode Senin (31/3) hingga Minggu (6/4), Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Wisata Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko dikunjungi
SELAMA periode Senin (31/3) hingga Minggu (6/4), Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Wisata Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko dikunjungi 182.219 orang. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC) atau InJourney Destination Management mencatat kenaikan 25% dibanding periode libur lebaran tahun lalu.
Sementara pertunjukan seni budaya Ramayana Ballet Prambanan, Roro Jonggrang dan Shinta Obong menjadi sajian atraktif dan menjadi magnet kunjungan sebanyak 3617 wisatawan pada periode 1–6 April 2025 ini.
“Angka kunjungan mengalami pertumbuhan sebesar 25 persen dibanding periode Lebaran tahun lalu. Tiga destinasi Taman Wisata Candi (TWC) mencatatkan angka pertumbuhan cukup signifikan di TWC Prambanan sebesar 42 persen, TWC Borobudur naik 7 persen , TWC Ratu Boko sebesar 4 persen dan Teater dan Pentas sebesar 43 persen,” jelas Direktur Utama IDM Febrina Intan di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Senin (7/4/2025).
Salah satu peninggalan Sailendra Lepas dari tebing nan indah itu, kami melanjutkan perjalanan ke kawasan reruntuhan istana yang diduga didirikan oleh salah seorang dari…