Hhhhh….. diri ini memang seringnya lupa.
Lupa untuk apa menulis, lupa untuk apa punya media sosial, lupa untuk apa hidup. Padahal tak jarang diri inipun diingingatkan bahwa hiduplah untuk beribadah kepada Allah, hiduplah untuk bermanfaat bagi orang lain, jadikanlah media sosial dan tulisan menjadi sarananya.
Tapi seringnya, ego di dalam diri ini lebih tinggi. Ego ingin dipuji, ego iri, ego ingin lebih daripada orang lain, ego ingin terlihat bagus di mata orang lain, bahkan ego dengki ketika melihat nikmat orang lain. Naudzubillah..
Padahal, pada akhirnya untuk apa semua itu? Padahal semua kebaikan diri yang tampak di depan orang lain tak luput dari kebaikan Allah yang masih berkenan menutup aib dan dosa-dosa diri ini. Padahal pada akhirnya, semua rasa “dikagumi” orang lain tidaklah mendatangkan apa-apa yang bermanfaat untuk bekal pulang ke akhirat nanti. Untuk apa kelihatan bagus kalau tidak bermanfaat.
Astaghfirullahaladzhiiim…..“Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami”. HR Turmuzi
















