Dear My 2020,
Sebuah pertemuan tak terduga di pertengahan Januari adalah hadiah manis di awal tahun. Namun beranjak Februari, drama dimulai dan berlanjut dengan Maret yang ruwet. Saat April, entah mengapa merasa kerdil.
Datanglah Mei dengan segala jawaban kenapa dulu tak diperbolehkan pergi. Juni dan Juli menjadi dua bulan penerimaan diri. Lalu tiba-tiba berita tentang hubungan yang hangus hadir tepat di Agustus.
Tak hanya itu, bagiku September tahun ini jauh dari kata ceria, dia malah membawa orang asing dengan segala dusta. Tapi Allah baik mengirimkan aku seorang penenang di bulan Oktober meskipun berakhir di bulan November.
Dan Desember, Allah berikan aku sebuah kejutan yang dulu ku kira tak akan menjadi nyata lewat satu malaikat di bumi yang berkata ingin memperjuangkanku. Tak ada kerja keras yang sia-sia, begitulah katanya.
Terima kasih 2020.
Warm Regards,
Rajuami














