Hai diriku, mari berlatih untuk jangan terlalu perasa. Dirimu tahu itu sangat menyiksa, padahal orang pikir itu hal biasa.
Rumah, 27 Ramadhan 1441 H
Rajuami

blake kathryn
occasionally subtle

Product Placement
I'd rather be in outer space 🛸
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

if i look back, i am lost
Acquired Stardust

Andulka

titsay
Cosimo Galluzzi
art blog(derogatory)

No title available
cherry valley forever

pixel skylines
Jules of Nature
Alisa U Zemlji Chuda
No title available

Origami Around
wallacepolsom
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Canada
seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Canada

seen from United States
@rajuami
Hai diriku, mari berlatih untuk jangan terlalu perasa. Dirimu tahu itu sangat menyiksa, padahal orang pikir itu hal biasa.
Rumah, 27 Ramadhan 1441 H
Rajuami
Satu-satunya afirmasi yang belakangan aku perkuat adalah Allah sedang menyelamatkanku dari sesuatu yang akan membuatku merasakan sakit lebih dalam.
Ada kecewa pasti dong. Namanya juga berkaitan sama manusia. Apalagi alasannya berkaitan dengan loyalitas. Tapi aku sangat yakin bahwa Allah tak pernah sekali pun membuatku kecewa.
"..dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku (QS Maryam:4)"
Kantor, 22 Mei 2026
Rajuami
Aku takut jika suatu hari nanti tidak bisa lagi merasakan sedih saat mengingat hari dimana bapak pergi. Aku ingin tetap merasakan dukanya, begitulah caraku menebus rasa bersalah karena tidak menemani bapak di detik terakhirnya.
Stasiun, 27 April 2026
Rajuami
Pak, terima kasih karena telah mendoakan banyak hal untukku. Kini saat salah satu terwujud, engkau lebih dulu berpulang menemui Sang Pengabul Doa.
Rumah, 12 April 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (6)
Menyengajakan diri untuk terus mengingat hari dimana aku berduka adalah satu-satunya cara agar bapak terus ada diingatanku.
Tak mau lupa. Tak mau sampai lupa bagaimana hari-hari berat itu dilalui sambil merangkul satu sama lain. Saling menguatkan padahal sama-sama berada titik terendah yang hampir sama.
Pak, rindu tapi tak bisa bertemu atau video call ternyata begini ya rasanya? Maaf ya jika dulu pernah ada panggilan suara yang tanpa sengaja tak aku angkat. Kini aku rindu.
Commuterline, 12 Maret 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (5)
Entah pagi, siang, malam atau kapan pun itu, masih seperti orang yang kebingungan. Dan kembali mencari-cari percakapan malam itu, melihat foto atau video, dan tersadar kembali bahwa ini memang terjadi di kehidupanku.
Dulu sekali, aku sering bermimpi tentang kehilangan dan rasanya sesak setiap kali mata terbuka. Kini, ku pandangi lagi dan lagi tempat dimana semua orang berdoa untuknya. Aku usap pelan lantai dimana beliau tertutup kain. Hanya doa dan tangisan dalam lirih yang bisa kini aku lakukan.
Sungguh banyak penyesalan kenapa dan kenapa di kepala, tapi selalu aku akhiri dengan, tak pernah ada waktu yang cukup untuk membahagiakan beliau. Kini, bersyukurlah karena Allah yang mencukupkan segala kebahagiaan hingga beliau pergi dengan begitu tenang, dan meninggalkan banyak kenangan manis bagi kami.
Pak, sebulan tanpamu rasanya masih seperti mimpi. Semoga Bapak berbahagia selalu di sana.
Kantor, 2 Maret 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (4)
Sahur hari ini hanya terbangun oleh suara alarm. Tidak ada lagi lantunan ayat suci dengan suara khas yang memenuhi ruang tamu. Seperti mimpi tapi entah kapan akan terbangunnya.
Setelah habis satu piring kudapan, aku merebahkan diri di ruang tengah yang kini terasa lapang. Aku pandangi satu per satu frame berisi wajahmu di sana. Senyum khas mata segaris, gigi yang berjajar rapi, hingga acungan jempol yang tak luput dari gayamu saat menghadap kamera. Ah, ternyata masanya sudah habis ya?
Katanya tidak boleh berandai-andai, jadi aku hanya bisa merecall apapun, semaksimal yang aku bisa, karena aku tak ingin melupakan tentangmu. Semoga dengan cara ini kenanganmu di kepalaku tak pernah habis.
Allah, ramadhan ini beda ya rasanya. Aku tak marah padaMu. Aku hanya ingin bapak hidup diingatanku selama yang aku bisa.
Ramadhan hari ke 1, 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (3)
Ya Allah, aku tak marah padamu karena mengambil bapak hari itu, aku marah pada diriku sendiri karena ternyata masih banyak mimpi yang belum terwujud bersamanya.
Ya Allah, aku tidak lagi bertanya kenapa Engkau membawanya jauh dariku, aku hanya bertanya-tanya apakah bapak bahagia dengan segala yang telah kami lalui bersama.
Setelah bapak pergi, aku penuh kebingungan. Harus mulai dari mana menjalani kehidupan baru ini. Entah bagaimana aku yang tak mudah menangis ini bisa tiba-tiba berurai air mata saat di ruangan kerja atau di perjalanan pulang dari kantor.
Pak, aku ingat betul saat di pemakaman, mataku berkelana ke berbagai penjuru, berharap satu detik saja kita bisa saling menatap tapi ternyata tidak terjadi. Aku tersadar saat adzan itu dikumandangkan, pak. Ternyata adzan ini yang siap tidak siap kami harus siap mendengarkannya.
Pak, jika rindu bolehkah mampir sebentar pada mimpiku. Aku hanya ingin memelukmu dan bilang bahwa ternyata tanpamu itu hidupmu jadi berbeda. Aku, menjadi versi terbaru. Entah akan berapa lama peralihan ini berlangsung, aku hanya berharap masih bisa merawat banyak memori yang telah kita timbun selama 32 tahun.
Pak, semoga surga terbaikNya adalah tempatmu yang kekal.
Commuterline, 13 Februari 2026
Rajuami
Mungkin Allah sedang berusaha menyelamatkanku dari sesuatu yang bisa membuatku lebih terluka.
Kantor, 11 Februari 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (2)
Jangan menitipkan apapun pada seseorang yang sedang merasakan kehilangan. Sebab dia sendiri pun telah memikul banyak beban yang tak disangka akan sehebat ini dampaknya.
Jangan memerintahnya untuk melakukan hal-hal yang belum siap dia lakukan. Sebab dia sedang memilah arah dengan minim duka.
Berilah dia ruang, untuk memvalidasi rasa, menarik napas panjang, menangis sepuasnya, dan memikirkan bagaimana hidup ke depan yang harus dia lalui. Sebab kehilangan tentu menjadi gerbang baru baginya. Dan dia kini sedang berusaha menata kembali hidup yang tak lagi utuh.
Biarkan dia berduka, ku yakin tak akan lama.
Rumah Tanpa Bapak, 5 Februari 2026
Rajuami
Tentang Kehilangan (1)
Cinta pertamaku kini tidak bisa aku peluk lagi. Atau tak bisa lagi aku mendengar humornya yang receh, yang kadang membuatku malas menanggapi. Tapi sekarang aku sedang mengingat-ingat apa saja celetukannya.
Dia pergi dalam tidur malam yang tak kita duga. Entah selembut apa malaikat membawanya pergi, dia bahkan tak memberikan tanda bahwa ada rasa sakit ketika itu terjadi.
Semua datang, semua bilang dia baik. Sepersekian detik aku tersenyum lalu kembali meneteskan air mata di samping raganya yang telah siap dibawa ke rumah baru.
Pak, seperti katamu dulu bahwa menyayangi kami adalah bagian untuk menyempurnakan dirimu yang tak pernah merasakan hangatnya pelukan orang tua. Sebab itu kami mengenangmu sebagai sosok penyayang.
Pak, maaf jika anakmu ini mungkin sering menggores luka tapi aku tahu persis bahwa kita akan selalu saling memaafkan meskipun dalam diam.
Beristirahatlah dengan tenang ya pak. Karena sekarang bapak engga perlu lagi didorong-dorong kalau mau pergi kemana pun, kaki maupun dada bapak tak lagi sakit.
Pak, usapan tanganmu yang terakhir untukku semoga selalu ada dalam ingatan.
Kamar bapak, 1 Februari 2026
Rajuami
Aku gpp kok. Serius.
Tau-tau dibilang sakitnya karena stress lagi. Kali ini ngaruhnya tangan bengkak.
Hehe.
Udah 2026 nih. Gpp kok kalo bilang aku lagi ga baik-baik aja.
Klinik, 27 Januari 2026
Rajuami
Bukan Allah yang kejam, tapi kita yang terlalu berlebihan dalam menaruh harapan.
Rajuami
Kita terlalu takut pada sesuatu yang belum terjadi sampai lupa bahwa Dia adalah penulis skenario terbaik.
Rajuami
Hal sulit yang mungkin akan dihadapi olehmu nanti itu pun pernah kamu lalui sebelumnya. Hanya berbeda level saja. Kini, percayalah bahwa ini semua akan bisa dilalui dan kamu akan kembali mengucapkan terima kasih pada dirimu sendiri karena telah berani bertahan.
Hidup ini tentang bertahan, kan?
Kantor, 19 Januari 2026
Rajuami
Januari hari ke dua belas.
Kabar kabur tiba-tiba hadir, menggetarkan dada, membuatku tak tenang seharian. Apapun yang akan terjadi di tahun ini, Allah adalah sebaik-baiknya perencana.
Aku percaya Allah punya skenario terbaik. Aku hanya belum tahu apa yang akan terjadi, sedangkan Dia sudah tahu. Semoga aku terus berpikir positif.
Kantor, 12 Januari 2026
Rajuami
Di sini, sudah sepuluh tahun berlalu. Jika bukan karena takdir terbaikNya maka tak pernah sampai.
Di sini, bertumbuhlah aku sejak usia dua puluh satu. Meskipun dulu berpikir bahwa akan setahun saja.
Di sini, meski telah berpindah "rumah", berganti tim, berpuluh kali bilang ingin menyerah, ternyata kembali menata hati agar lebih tangguh dari sebelumnya.
Di sini, sepuluh tahun telah terlewati.
Kantor,
Rajuami