Review Ala-Ala: Love for Sale
Cuma liat sekali kalo gasalah trailernya, sekilas cuma kepikiran “ohh film tentang tinder,” pure nggak ada ekspektsi apa pun tentang film ini.
—-Thoughts:
Agak bingung dan berkesan nggak jelas, nggak dapet apa-apa dari film ini. Tapi nggak lama pas di endingnya jadi ngeh, menurut interpretasiku film ini mengangkat tentang perjalanan. Journey of life, gimana hidupnya Richard dalam keseharian sebelum dan pas ada Arini, dan gimana setelahnya. Film kayak gini yg punya makna dalam emang nggak semua orang akan langsung nangkep.
Aku pribadi nggak ada masalah sih sama filmnya, plot, cara penuturannya, cuma kalo orang yg udah terbiasa sama film bar-bar ya mungkin akan bosen sama film ini. Overall filmnya ok, kayaknya mulai akan ngikutin film-filmnya Angga sama Chicco.

















