Mike Driver

No title available
🪼

Product Placement
Show & Tell

blake kathryn

oozey mess
occasionally subtle

JVL
No title available

★
sheepfilms
taylor price

#extradirty

No title available
Game of Thrones Daily
todays bird
art blog(derogatory)

titsay

❣ Chile in a Photography ❣

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from New Zealand

seen from United States
seen from Ireland

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Hungary

seen from Germany
seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@cynthiakhoeroni
“Do you know what could have happened to make him disappear of the radar?” - Élite, season 2
Babies ♥️
Dacre Montgomery & Courtney Eaton in 'Chateau’
Hey guys, what is your favourite show ? Im looking for smth new to watch.
BLESS FRED ANDREWS!
Utrecht, Netherlands (by Ralph Rozema)
Review Ala-Ala: Love for Sale
Cuma liat sekali kalo gasalah trailernya, sekilas cuma kepikiran “ohh film tentang tinder,” pure nggak ada ekspektsi apa pun tentang film ini.
—-Thoughts:
Agak bingung dan berkesan nggak jelas, nggak dapet apa-apa dari film ini. Tapi nggak lama pas di endingnya jadi ngeh, menurut interpretasiku film ini mengangkat tentang perjalanan. Journey of life, gimana hidupnya Richard dalam keseharian sebelum dan pas ada Arini, dan gimana setelahnya. Film kayak gini yg punya makna dalam emang nggak semua orang akan langsung nangkep.
Aku pribadi nggak ada masalah sih sama filmnya, plot, cara penuturannya, cuma kalo orang yg udah terbiasa sama film bar-bar ya mungkin akan bosen sama film ini. Overall filmnya ok, kayaknya mulai akan ngikutin film-filmnya Angga sama Chicco.
Review Ala-Ala: Eiffel I’m in Love 2
Yup ini dia film pertama yang ditonton pas udah balik ke Semarang. Super kegabutan libur empat hari akhirnya milih nonton film ini sama Safira di Citra. Garis besarnya film ini menceritakan kelanjutan hubungannya Adit dan Tita yg udah LDR selama dua belas tahun Jakarta-Paris. Safira aja LDR Semarang-Sulawesi nangis sama vid-call terus gmn Adit Tita ya😂
—-Thoughts:
Diawal film agak “apaan sih nih Titanya nggak mungkin bgt,” wkwk yaiyalah di jaman gini kayaknya hampir nggak mungkin ada orang tua yg berlaku gitu ke anak dan ada anak yang nggak “berontak” diperlakukan gitu sama orang tuanya. Kalo Aditnya sih ok, tapi gatau ini cuma aku atau gimana ya... si Adit yang sekarang rasa juteknya kurang dapet nggak sih?:( nggak kayak di film pertama...?
Filmnya lucu, cocok banget kalo mau ditonton untuk santai-santai nggak usah pusing-pusing galau ewhhh (ya kecuali kalo kamu lagi LDR sama pasangan wkwk).
Terakhir, Eiffel2 sayang banget lajunya nggak sekencang Dilan padahal kalo menurut aku dari segi acting masih lebih smooth Adit Tita. Busana dan apa yaa tone warna-gambarnya juga bagus. Ayoo sempatkan nonton yaaa saingannya berat nih soalnya si Dilan masih ada sama ada New King T’challa 👏
Review Ala-Ala: Dilan 1990
Kenapa ya mau nonton film ini? Gatau juga sih kenapa selain buat ngabisin jatah poin kartu Blitz😅 maklum minggu ini udah harus balik ke Semarang hehe. Okk balik ke film ini, singkatnya Dilan 1990 bercerita tentang pendekatan yang dilakukan Dilan ke Milea pas jaman mereka masih SMA tahun 1990, yang diceritakan dari sudut pandang Milea.
—-Thoughts:
Pas nonton sih jujur sempet ketawa-ketawa (karena emang lucu beneran) dan ketawa “apa sih nggak jelas banget” type. Secara karakter menurutku semuanya biasa aja nggak ada karakter yang benar-benar membekas buatku. Dari cerita ya juga biasa aja sih cowo pdkt gitukan, mungkin yang di Dilan 1991 akan lebih mantap secara ceritanya “gitu” kan.
Pada akhirnya filmnya ok kok buat ditonton walau bagi yang belum baca novelnya. Ringan dan cukup menghibur. Eh btw setelah nonton film ini dan liat review dari berbagai sumber ya, jadi mikir kapan lagi sih kita bisa mengapresiasi film-film dalam negeri kalo nggak dimulai dari nonton ke bioskop.
Let’s just stop and appreciate how much Ryan Reynolds appreciates the 4 Chrises
“No, No. We’re not together, I mean, in that way.”
Review Ala-Ala: The Greatest Showman (2017)
Nggak ada niatan sama sekali buat nonton film ini. Pertama kali nonton trailernya be like nggak tertarik sama sekali soalnya bukan jenis film yg aku suka. Akhirnya diajakin temen nonton rame-rame dan yaudah nonton trilernya sekali lagi sebelum nonton. Masih nggak tertarik. Secara umum film ini nyeritain perjalanan hidupnya P.T. Barnum.
—-Thoughts:
Sempet mau misahin diri dari temen-temen biar mereka aja yang nonton dan aku nonton film lain. Akhirnya sih ya ikutan nonton film ini. Gatau detail ceritanya gimana, pemainnya siapa aja, bener-bener nggak ada ekspektasi apa-apa walau udah tau, denger, baca review tentang film ini yang bilang bagus.
Setelah nonton sih hmm ya ok lah filmnya tapi gimana ya selera sih. Karena dari awal udah nggak minat/tertarik sama film ini jadinya yaudah gitu aja wkwk tapi bagus kok menghibur -nyanyi terus soalnya😂 cuma menurutku cerita yang ditampilin cukup lurus-lurus aja jadinya ya gitusih kalo menurut aku. Belum terlalu dapat menggambarkan strugglenya kehidupan yang sebenarnya.
Review Ala-Ala: Susah Sinyal (2017)
Waktu Ernest dan tim ngumumin pemain-pemain yang terlibat, langsung deh gapeduli film ini tentang apa yg penting ada mba Asti wkwk😍✌️ secara umum film ini bercerita tentang hubungan ibu (single-working mom) dan anaknya (perempuan-ABG) yang renggang karena “susah sinyal”.
—-Thoughts:
Mba Asti still cantik banget😭😭😭 filmnya ok sih kalo menurut aku pribadi lebih bagus ini dibanding Cek Toko Sebelah (2016). Casts yg mendukung bukan wajah baru lagi kalo kalian udah nonton CTS, plus ada casts baru sih misal mas Galih aka Harris Risjad aka Refal Hady, Darius, dll.
Filmnya cukup berkesan untuk aku karena mungkin relatable juga dengan kehidupan sehari-hari. Gambar yang disuguhkan bagus, dialognya juga cukup ngalir, dan soundtracknya juga enak-enak buat didengerin. Secara pribadi tambah suka banget sama Puisi Paginya MarcoMarche😭 pada akhirnya film ini cocok untuk waktu santai:)
Review Ala-Ala: Ayat-Ayat Cinta (2017)
Film yang rilis 21 Desember 2017 ini baru sempet aku tonton (nemenin ibu) di bulan Januari yeaaa dan jadi film pembuka di tahun 2018 ini. Ok, film ini bercerita masih seputar mas Fahri yang digandrungi cewe-cewe disekitarnya.
—-Thoughts:
Menurutku sayang banget sih casts yang udah nggak asing lagi dan termasuk bagus, setting bagus, dan aku yakin biaya produksinya juga jauh lebih gede-banget dari yang pertama kurang didukung sama alur cerita yang ok dan mateng. Aku gabaca novelnya tapi ya harusnya film bisa merepresentasikan novelnya karena termasuk banyak hal detail yg nggak dijelasin/kelewat gitu aja difilm ya (walau, kalau ada aspek yg dirubah/tambah/kurangi). Jadinya nggak heran sih banyak yg mengkritisi logika alur film ini.
Secara keseluruhan filmnya kurang berkesan untuk aku pribadi, tapi gabisa dibilang jelek juga sih film ini karena overall view/cinematography yang disuguhin bagus.
Hello 2018!
Mau nulis review film lagi tapi suka males:( mudah2an jadi rajin yaaa yuk kita sharing thoughts:)